Nenek mewariskan cerita sedih tentang singkong. Sampai beliau wafat 15 tahun lalu, tiap kali bersentuhan dengan ubi kayu ini dia selalu mengulang cerita yang sama. Mungkin karena ibu menjalani pengalaman yang sama kesedihan sepertinya beliau teruskan. Untung lah saya tak punya nada minor dengan singkong. Malah sangat menyukai rebusan daunnya. Dimakan dengan cabe hijau mantafff. Namun tiap kali menikmati keripik singkong atau singkong rebus, tak terhindarkan jadi ingat pada dua wanita perkasa yang mencintai saya ini.
Sweet Karina Hotel Bandung
Mau menikmati Bandung bersama keluarga saat akhir pekan atau hari libur lainnya? Kadang pemilihan hotel bisa jadi masalah. Kalau mau hotel atau resort...
Keterikatan Umat Manusia Pada Cinta Ibu yang...
Malam sudah turun. Diluar hujan rintik-rintik. Tiba-tiba kangen pada Erich Fromm seorang Antropolog yang juga Psikolog yang banyak membahas permasalahan...
Aku dan Kopi
Photo Suatu hari mengalami transformasi , dari bukan penggemar kopi jadi penggemar kopi. Bermula dari membaca novel perjalanan yang bercerita tentang aroma...
Saya punya hubungan khusus dengan sungai. Air yang mengalir ditengahnya menimbulkan perasaan damai. Mungkin juga karena sering bermimpi tentangnya atau masa kecil banyak bermain di tepinya seperti yang saya tulis disini. Sungai bagi saya tempat yang tepat untuk merenungkan sesuatu. Asyik membayangkan bahwa sungai adalah rekahan-rekahan di bumi. Berhulu di laut dan bermuara di laut pula. Melintas banyak negeri, mengabaikan batasan geografis dan politis. Kalau saja airnya bisa bercerita, pasti banyak banget yang bisa mereka kabarkan kepada kita.
Obsesi pria terhadap keperkasaan sebanding dengan obsesi wanita terhadap kecantikan. Kalau tidak, mana mungkin Tongkat Ali begitu terkenalnya sebagai herbal yang berkhasiat memperbesar gairah seksual pria. Dua kali saya berkunjung ke Kalimantan dan dua kali pula bertemu herbal yang juga disebut Pasak Bumi ini. Jadi tentu tak melewatkan kesempatan untuk sedikit mengenalnya.
Tongkat Ali (Eurycoma longifolia) dijuluki juga Viagra Asia. Ya herbal ini bermula dari Asia yang kemudian meningkat popularitasnya di negara-negara Barat. Yang dimanfaatkan adalah akarnya yang tumbuh secara vertikal ke dalam tanah. Kesulitan dalam memanen kadang terjadi disini karena panjang akar dapat mencapai 2 meter. Jadi harus digali agar akar tersebut tak putus.
Tongkat Ali di pasaran biasanya dijual dalam bentuk ekstrak yang dimasukan ke dalam kapsul atau berupa tonik. Menurut teman saya ekstrak tongkat ali bisa juga dimasukan ke kopi atau teh.
Ini mie ayam, kampung. Bukan mie ayam dengan ayam kampung, tapi mie ayam kelas kampung. Saya tulis disini untuk mengabadikan atau mencatatkan pada sejarah selera bahwa saya menyukai mie ayam seperti ini. Tektur mienya lembut, mungkin dari mutu tepung kurang bagus. Ayamnya suka bawa tulang, mungkin kalau daging semua cost akan terlalu tinggi. Rasanya gurih mungkin kebanyakan MSG…
Ketemu Gayam ini di pantai Pulang Cangkir, Tangerang. Pohonnya tinggi, batangnya agak bersisik, banyak ranting dan daun rimbun. Mula berpikir itu adalah pohon kemiri atau kapas. Eh ternyata tidak. Bapak yang rumahnya tak jauh dari pohon itu hanya tahu namanya Gayam. Katanya enak dimakan dengan cara merebusnya terlebih dulu, atau dibuat keripik.
Dalam suatu pameran saya menemukan kue ini, terpajang di stand teman yang jualan oleh-oleh Betawi. Walau dikemas sebagai oleh-oleh Betawi, kembang goyang dikenal oleh banyak suku-suku bangsa di Indonesia. Terutama suku-suku yang merunut pada nenek moyang orang Melayu, seperti Minangkabau suku saya.
Di mata saya, kembang goyang adalah kue keturunan (semua jenis kue tradisional kaleee..) Ibu dulu membuatnya untuk lebaran. Setelah bisa menghidupkan tungku sendiri saya pun dapat giliran membuatnya, menggantikan peran ibu.














