Bertumbuh untuk Hidup yang Lebih Baik

Singkong Mentah

Nenek mewariskan cerita sedih tentang singkong. Sampai beliau wafat 15 tahun lalu, tiap kali bersentuhan dengan ubi kayu ini dia selalu mengulang cerita yang sama. Mungkin karena ibu menjalani pengalaman yang sama kesedihan sepertinya beliau teruskan. Untung lah saya tak punya nada minor dengan singkong. Malah sangat menyukai rebusan daunnya. Dimakan dengan cabe hijau mantafff. Namun tiap kali menikmati keripik singkong   atau singkong rebus, tak terhindarkan jadi ingat pada dua wanita perkasa yang mencintai saya ini.

Continue Reading >>

Saya punya hubungan khusus dengan sungai. Air yang mengalir ditengahnya menimbulkan perasaan damai. Mungkin juga karena  sering bermimpi tentangnya atau masa kecil banyak bermain di tepinya seperti yang saya tulis disini.  Sungai bagi saya tempat yang tepat untuk merenungkan sesuatu. Asyik membayangkan bahwa sungai adalah rekahan-rekahan di bumi. Berhulu di laut dan bermuara di laut pula. Melintas banyak negeri, mengabaikan batasan geografis dan politis. Kalau saja airnya  bisa bercerita, pasti banyak banget yang bisa mereka kabarkan kepada kita.

Taxi Perahu

Continue Reading >>

Akar Tongkat Ali yang sudah Kering

Obsesi pria terhadap keperkasaan sebanding dengan obsesi wanita terhadap kecantikan. Kalau tidak, mana mungkin Tongkat Ali begitu terkenalnya sebagai herbal yang berkhasiat memperbesar gairah seksual pria. Dua kali saya berkunjung ke Kalimantan dan dua kali pula bertemu herbal yang juga disebut Pasak Bumi ini. Jadi tentu tak melewatkan kesempatan untuk sedikit mengenalnya.

Tongkat Ali (Eurycoma longifolia) dijuluki juga Viagra Asia. Ya herbal ini bermula dari Asia yang kemudian meningkat popularitasnya di negara-negara Barat. Yang dimanfaatkan adalah akarnya yang tumbuh secara vertikal ke dalam tanah. Kesulitan dalam memanen kadang terjadi disini karena  panjang akar dapat mencapai 2 meter. Jadi harus digali agar akar tersebut tak putus.

Tongkat Ali di pasaran biasanya dijual dalam bentuk ekstrak yang dimasukan ke dalam kapsul atau berupa tonik. Menurut teman saya ekstrak tongkat ali bisa juga dimasukan ke kopi atau teh.

Continue Reading >>

Mie Ayam Kampung

Ini mie ayam, kampung. Bukan mie ayam dengan ayam kampung, tapi mie ayam kelas kampung. Saya tulis disini untuk mengabadikan atau mencatatkan pada sejarah selera bahwa saya menyukai mie ayam seperti ini. Tektur mienya lembut, mungkin dari mutu tepung kurang bagus. Ayamnya suka bawa tulang, mungkin kalau daging semua cost akan terlalu tinggi. Rasanya gurih mungkin kebanyakan MSG…

Continue Reading >>

Pohon Gayam yang serat buah

Ketemu Gayam ini di pantai Pulang Cangkir, Tangerang. Pohonnya tinggi, batangnya agak bersisik, banyak ranting dan daun rimbun. Mula berpikir itu adalah pohon kemiri atau kapas. Eh  ternyata tidak. Bapak yang rumahnya tak jauh dari pohon itu hanya tahu namanya Gayam. Katanya enak dimakan dengan cara merebusnya terlebih dulu, atau dibuat keripik.

Continue Reading >>

Kue Kembang goyang

Dalam suatu pameran saya menemukan kue ini, terpajang di stand teman yang jualan oleh-oleh Betawi.  Walau dikemas sebagai oleh-oleh Betawi, kembang goyang dikenal oleh banyak suku-suku bangsa di Indonesia. Terutama suku-suku yang merunut pada nenek moyang orang Melayu, seperti Minangkabau suku saya.

Di mata saya, kembang goyang adalah kue keturunan (semua jenis kue tradisional kaleee..) Ibu dulu membuatnya untuk lebaran. Setelah bisa menghidupkan tungku sendiri  saya pun dapat giliran membuatnya, menggantikan peran ibu.

Continue Reading >>

Di lampu merah aku termangu

Malam sebentar lagi  jatuh dan perjalanan masih jauh. Tapi tampaknya badan sudah lelah. Maka istrirahat sejenak aku di perempatan lampu merah. Memandangi kendaran datang dari segala arah dan menghilang ke segala arah. Tak hirau asap dan debu, aku duduk terkantuk memikirkan sesuatu.

– Evi

 

masquerade-participial
masquerade-participial
masquerade-participial
masquerade-participial