Pesona Batu Akik Tibet

Pesona batu akik Tibet bagi kebahagian, kesejahteraan, kemuliaan, dan cinta

pesona batu akik tibet
Tian Zhu. Foto milik  https://www.liveauctioneers.com

Sepanjang sejarah, manusia telah menghiasi diri mereka  dengan perhiasan. Lelaki dan perempuan. Dewasa dan kanak-kanak. Perhiasan dikenakan dengan berbagai tujuan: Prestise, kepercayaan, dan tuntutan adat istidadat. Perhiasan juga  dijadikan investasi. Perhiasan-perhiasan tersebut terbuat dari potongan-potongan kulit, tali, kerang, tulang, aneka bebatuan dari yang polos sampai gemerlap. Begitu logam ditemukan materi perhiasan pun bertambah. Tembaga, perak, dan emas dijadikan sebagai pengikat bebatuan atau digunakan sebagai materi perhiasan itu sendiri.

Dari segala sisi perhiasan dari bebatuan ceritanya lebih kompleks dibanding perhiasan dari logam. Tembaga, perak, dan emas mempunya standar harga,  nilai materi dihitung berdasarkan berat dan kadar campuran logamnya. Berbeda dengan bebatuan yang standar nilai tergantung pada banyak faktor Materi, umur batu, mutu, prestise, politik, bahkan kelangkaan termaktub sebagai nilai akhir. Batu jenis permata  yang terbentuk dari proses alam jutaan tahun masuk di kategori perhiasan mahal. Makanya  nilai sepotong batu permata tergantung pada  kelangkaan, kualitas, pengasahan, sejarah, dan juga politik dimana ia ditemukan dan diedarkan.

Peta Daratan Tibet yang digambarkan seperti tubuh wanita penyihir
Peta Daratan Tibet yang digambarkan seperti tubuh wanita penyihir

Saya pun menggemari perhiasan yang terbuat dari batu. Mulai dari mahal sampai yang termurah. Sayangnya kelas sosial saya tidak di permata. Koleksi saya adalah batu-batu murah. Belum sanggup membeli yang mahal bukan berarti kebahagiaannya saya menurun dalam menikmati berbagai bebatuan. Saya bisa memuaskan diri dengan batu akik hanya seharga 5 ribu perbutir. Kekurangan budget disiasati dengan mencari desain perhiasan yang unik-unik dengan santai.  Jadi saya tidak akan pernah nongkrong berjam-jam di tukang batu akik hanya untuk menemukan batu cantik  yang sesuai  ukuran kantong. Saya hanya membeli perhiasan di toko souvenir kalau sedang jalan-jalan.

Tapi itu bukan berarti saya tidak tertarik mengetahui cerita dibalik batu-batu mahal. Saat jalan-jalan ke China senang diperkenalkan pada pesona batu akik Tibet. Tian Zhu atau batu Dzi (diucapkan Zee) merupakan batu keramat masyarakat  Tibet dan Himalaya. Batu mineral bermotif mata, berbentuk lonjong, bulat, silinder atau  tabular yang memiliki lubang di tengahnya. Kekeramatannya terbias dari namanya, Tian Zhu, Batu Surga. Ini lah jenis batu akik mahal tapi tidak disebut sebagai permata.

Batu-batu giok yang siap di rangkai untuk gelang maupun kalung
Batu-batu giok yang siap di rangkai untuk gelang maupun kalung

Perkenalan saya dengan pesona akik Tibet ini terjadi  daerah  Songpan Xian, bagian dari Propinsi Sichuan. Dari perjalanan berkelok dari Jiuzhaigou menuju Huang Long rombongan harus mampir ke toko perhiasan bernama Western Gemstone and Jade. Lokasinya bersebelahan dengan Kedai Teh Tibet. Karena ini adalah kunjungan wajib  turis selama berada di China, dari dalam bus pun   pemandu wisata sudah sibuk bercerita tentang Tian Zhu. Bagaimana  sejarahnya dan cara mengidentifikasi keasliannya.   Bagi orang Tibet dan Himalaya khususnya atau orang China umumnya Tian Zhu wajib dimiliki karena ia berkaitan dengan nasib baik. Simbak Pemandu  mengeluarkan kalung yang dikenakan dari barik blus dan terlihat leontin sebentuk batu akik berwarna coklat dengan totol seperti ada lukisan mata dan garis-garis di permukaannya. “Ini  Tian Zhu” Tujuknya pada leontin tersebut. Dengan memakai kalung itu kemana-mana ia percaya hanya akan bertemu dengan wisatawan dermawan dan mendapat tips besar dari mereka.

Perkataannya yang terakhir mengundang tawa penumpang seisi bus.

Patung-patung Buddha emas di dalam Western Gemstone and Jade
Patung-patung Buddha emas di dalam Western Gemstone and Jade

Di depan Toko Western Gemstone dan Jade kami semua merasa seperti tamu VIP. Sebarisan orang berseragam berdiri dengan tubuh tegak plus senyum ramah tak lepas dari wajah mereka. Tiap orang mendapat nomor di yang ditempelkan di dada. Bingung juga untuk apa nomor tersebut. “ Agar lebih mudah mengidentifikasi mama belanja atau tidak “ Anakku yang jail selalu punya jawaban. Mungkin ada benarnya karena akan susah sekali bagi mereka yang tidak bisa berbahasa Inggris mengidentifikasikan pembeli. Itu pasti terkait dengan komisi penjualan, pikir saya sok tahu.

Wanita bangsawan Tibet dengan kekayaannya
Wanita bangsawan Tibet dengan kekayaannya

 Menilik lebih dalam pesona batu akik Tibet pun dimulai. Pemandu wisata  kemudian diteruskan oleh seorang Engkoh  ganteng. Nah ini hebatnya cara industri pariwisata China bekerja. Mereka mau berjualan tapi sebelum mengeksekusi mereka memberi sedikit edukasi kepada tamu. Presentasi product knowledge tentang bebatuan dimulai dengan membawa masuk pikiran calon pelanggan ke dalam  kebudayaan Tibet. Medianya adalah busana tradisional, peralatan rumah tangga yang pernah digunakan bangsawan, dan gaya hidup para wanitanya. Bahwa wanita Tibet suka sekali menggunakan busana berwarna cerah dengan hiasan-hiasan dari ujung kaki sampai ke kepala. Si Engkoh menunjukan foto tiga wanita bangsawan yang menggenakan bebatuan di leher dan kepala. Diantaranya termasuk Tian Zhu yang sangat berharga. “Ini untuk menunjukan status sosial dan betapa kayanya mereka”. Berat seluruh batu itu  tak kurang dari 45 Kg. Makjaaang!

Diceritakan juga bagaimana terbentuknya batu permata dan berbagai jenis batu yang bernilai tinggi lainnya. Ternyata banyak sekali jenis batu berharga di dunia ini. Ada Pirus, Lapis Lazuli, Turquoise permata yang sangat berharga dari suku Aztec, Persia dan Tibet. Ada lagi  Mao Yan dan Amber. Pokoknya banyak banget lah. Sampai pusing pala barbie mencatatnya.

Baju dan perlengkapan rumah tangga bangsawan Tibet
Baju dan perlengkapan rumah tangga bangsawan Tibet
Teko untuk mama
Teko untuk mama

Kemudian ia membawa kami ke depan sebuah lemari display yang di dalamnya  tergelatak batu bermata seperti yang diperlihat tour guide kami di atas bus tadi. Namun ini lebih artistik, baik bentuk maupun penampilannya. Kelihatan banget kalau itu batu mahal. “Itu  Tian Zhu atau boleh juga dipanggil Dzi” Katanya.   “Di Tibet kata “Dzi” berhubungan dengan bersinar, kecerahan, kejelasan, dan kemegahan. Manik-manik Dzi selain ditemukan Tibet ada juga di negara tetangga kami yakni Bhutan, Ladakh dan Sikkim. Dzi ditemukan di bumi tapi orang Tibet percaya bahwa itu tidak dibuat oleh manusia”.

 Pesona batu akik Tibet ternyata tak hanya sampai di sana. Dzi juga dipercaya bisa melakukan sejumlah hal. Melindungi pemakainya dari energi negatif atau kecelakaan, berguna  menarik kekayaan dan kebijaksanaan, mendatangkan cinta dan kebahagiaan. Yang perlu diingat lagi Dzi dapat mengusir sesuatu tetapi  dapat juga menyimpan sesuatu. Ketika negativisme datang Dzi  akan memblokir  dengan menyerap energi tersebut lalu melepaskan energi positif. Selama proses berlangsung  ia juga akan menyerap sedikit energi positif kita untuk menetralkan energi negatif. Dengan kata lain terjadi pertukaran energy antara batu yang dikenakan dengan pemakainya. Sedikit dari diri pemakai masuk ke Tian Zhu dan sedikit dari Tian Zhu masuk ke diri pemakai.

Tian Zhu dan batu mulia yang sangat bernilai
Tian Zhu dan batu mulia yang sangat bernilai

Itu lah mengapa orang Tibet dan orang China akan selalu memilih batu baru alias yang belum pernah dipakai untuk dikenakan.  Sebab bila  si pemilik lama punya karma buruk, ia sudah melekat pada batu tersebut. Tapi bila batu tersebut sangat berharga, guna mencegah karma buruk orang lain masuk ke diri kita, Dzi dibersihkan terlebih dahulu. Saya tidak tahu apakah dimandikan dengan kembang tujuh rupa seperti orang Indonesia memandikan keris. Si Engkoh tidak menyinggung caranya. Yang jelas pembersihan akan merilis semua energi buruk  agar  pemilik baru dapat membangun ikatan spiritual yang baru dengannya.

Di akhir tour ia meletakan sebutir batu akik bermata itu di bawah mikroskop untuk mengidentifikasikan  struktur ke asliannya. Sayang saya tidak ikut melihat karena malas antri dan berdesakan. Saya lebih suka mencatat apa yang bisa di catat agar bisa ditulis dalam blog ini.

Butiran Dzi yang cantik
Butiran Dzi yang cantik

Setelah demo itu baru lah kami  dibawa ke dalam toko utama. Di sana sudah menanti para pelayan toko siap melayani pengunjung. Di dalam mau pun di atas kaca display berderat berbagai perhiasan cantik yang menggoda mata. Warna-warni mereka sangat indah. Beberapa diantaranya malah seperti permen jelly. Salah seorang dari penjaga toko mengatakan bahwa yang belanja Tian Zhu hari itu dapat  diskon 50%. Itu diskon spesial untuk sahabat yang sudah datang jauh-jauh dari Indonesia. Tapi tampaknya hari itu tak ada yang terpikat pada pesona batu akik Tibet maupun rayuan persahabatan dari para karyawan toko. Saya juga memilih melipir ke bagian batu-batu giok yang harganya lebih bersahabat. Itu pun akhirnya cuma membeli sebutir kecil batu cincin giok untuk Bapak.

Ngiler lihatnya :)
Ngiler pada leontin berliannya 🙂
Batu giok hijau dan putih
Batu giok hijau dan putih

Sekalipun tren batu akik mulai memudar di Indonesia, batu sendiri sebagai perhiasan takan pernah surut permintaannya. Dari mengamati pesona batu akik Tibet ini saya mendapat gambaran betapa bebatuan yang sudah di asah dan diikat demikian memikat hati. Generasi terus berganti. Demikian pula para pecinta perhiasan.

 

34 thoughts on “Pesona Batu Akik Tibet

    1. Nenek moyang kita sejak dulu sudah melihat bahwa bebatuan itu punya karakter unik-unik Mbak Ru. Makanya nilai mereka jadi mahal karena banyak yang pengen hehehe..

  1. jauh sblm batubakin booming, aku kenal bbrp org kolektor batu. Jadi. booming krn bnyak org latah, ketika sudah meredup, entah apa lg yg bakal jd trend ya. tp aku sedikit lega, seengaknya, org gk berbondong-bondong lg udh nggali batu. bisa abis :v

    btw, batu akik di tibet cakep2 gitu

  2. Cantik dan indah batu-batu yg ditampilkan disini. Saya pernah semacam keranjingan mengumpulkan batu akik thn 98-an dulu. Mungkin semacam pelarian dari kegundahan saya di masa krisis moneter saat itu.

    Salam,

    1. Terus batu-satunya sekarang dipakan, Pak Titik. Iya kita butuh sesuatu dalam mengalihkan perhatian dari kegundahan. Menekuni hobby yang menyenangkan bisa dijadikan katup pelepas agar kita tidak terlalu sesak ya Pak 🙂

    1. Batu akik ada di seluruh dunia. Kecantikannya sudah menghipnotis manusia sejak berabad-abad..Ya batu akik penggemarnya tak hanya di Indonesia 🙂

  3. pertama baca judulnya kirain tebet. hahaha
    pas baca ulang ternyata tibet. bagus2 ya akiknya. jadi pengen punya lagi 😀

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?