Wisata Kuliner di Tangerang

Sudah berapa lama saya tinggal di Tangerang? 18 tahun! Terus selama itu ngapain saja saya di kota yang pernah punya wakil wali Kota bernama Rano Karno ini sampai tak tahu bahwa di kawasan Kapling adalah salah satu pusat wisata kuliner di Tangerang? Bahwa tiap hari libur, Sabtu dan Minggu kawasan pecinan ini berdenyut oleh para pecinta kuliner yang datang dari Jakarta dan pelosok Tangerang? Bahwa sudah banyak tulisan yang membahasnya di jagat internet? Bahkan Pak Bondan dan komunitas Jalan Sutranya sudah beberapa kali menjambangi kawasan ini. Well, tampaknya saya tertidur panjang.

wisata kuliner di tangerang

Sepiring nasi uduk dengan panci kosong di latar belakang

 

Suatu hari saya terjaga. Kalau tak salah dipicu oleh tulisan di sebuah tabloid yang membahas Nasi Uduk Dan Ketupat Sayur Encim Sukaria yang terletak di jalan KH. Soleh Ali No.90. Penulisannya yang lengkap dan menarik menarik membuat saya yang tak begitu suka nasi uduk ingin mencoba. Apa lagi saat konfirmasi sang suami sama sekali tak keberatan mengantar. Malah dia yang lebih semangat.

Maka Minggu pagi sekitar pukul delapan kami berangkat menuju Jalan KH. Soleh Ali. Agak susah mencari tempat parkir. Banyak diantara pemilik kendaraan berhenti tepat di muka warung-warung yang berjejer di sepanjang jalan itu. Benar seperti yang diceritakan tabloid bahwa ini lah tempat yang tepat bagi para pencari sarapan di Tangerang. Selain warung Encim Sukaria terlihat warung Pempek Palembang, gado-gado, Ketoprak, otak-otak, Soto Mie, dan Mie Ayam. Soto saja ada beberapa macam : Dari Soto Tangkar, soto Betawi sampai Soto Ayam tersedia.Dan tak ketinggalan warung kopi bubuk yang sedang mengeluarkan aroma sedap dari mesin penggilingan kopi.

wisata kuliner tangerang

Ramai yang antri
 
warung kopi bubuk tangerang
Harum semerbak keluar dari warung kopi bubuk ini
 
soto tangkar tangerang
 Menyiapkan Soto Tangkar

 

Setelah sedikit eksplorasi lingkungan kami masuk ke warung Encim Sukaria. Sayangnya panci- panci sudah kosong.  Padahal baru pukul Sembilan. Kekecewaan sedikit terobati saat yang melayani mengatakan kalau hanya dua porsi nasi uduk masih cukup. Ya sudah lah dari pada enggak sama sekali kita terima juga hasil kaisan dari sisa menu yang tersedia.

Nasi uduk khas Tangerang di Warung Encim ini dinikmati bersama sayur godokan labu siam. Ini yang paling membuat saya tertarik untuk mencoba. Walau cuma sisa dari panci tak menghilangkan rasa enak dari sayur bersantan ini. Terus ada juga tempe,  bihun goreng, kentang semur dan irisan timun. Dan yang paling nyoss bakwan udangnya, gurih dan crispy. Belum pernah makan bakwan seenak di sini. Saya tak tahu apa yang membuatnya crispy sedemikian rupa yang membuat saya tercabik antara kenikmatan dan logika. Walau masih pengen nambah tak  suruh logika bekerja lebih keras. Jadinya ya stop setelah hitungan pertama. Yang suka ayam goreng jangan takut, ada kok.

Walau ramai ternyata makan di tempat ini tak mahal. Sepiring nasi uduk standar hanya Rp. 10.000. Kalau nambah bakwan udang atau ayam goreng tentu lain lagi hitungannya.

Ada yang tertarik mencoba wisata kuliner Tangerang, temans?

@eviindrawanto

32 thoughts on “Wisata Kuliner di Tangerang

  1. Nasi Uduk dengan sayur labu siyam …
    Waah kombinasi yang belum pernah saya rasakan …
    mungkin rasanya seperti nasi liwet ya Bu

    Salam saya Bu Evi

    (27/2 : 10)

  2. glek! liat soto tangkarnya jadi pengen makan lagi mba… hehehe..
    aku blm pernah ke tangerang mba.. eh paling cuma nginjakin kaki di bandara doang sih 😀

  3. Jam sembilan udah habis, tentu laris manis – penuh pengunjung ke warung nasi uduk ini… Yg gak kalah nikmat tentu kopinya itu, kalo tuk pecinta kopi kayak saya ini. Cuma sayang jauh dari tempat saya ya…

  4. Nasi uduk sayur labu siam gurihnya, apalagi kalau dialasi daun pisang ….
    Uni Evi, saya naksir Soto Tangkarnya nih…
    Salam hangat

  5. mbaaaaa…
    itu kok nasi uduk nya rame bener yah ?
    Nasi uduk di komplek rumah ku cuman dikasih potongan telor dadar sama timun doang…huh..

    ehm, dan sepertinya aku belum pernah nyobain soto tangkar deh mba 🙂

    Traktir atuh laaaah…*mulai songong*

  6. uni ini di kawasan Pasar Lama bukan?
    aku penasaran letaknya di mana ya.., nggak pernah nyampe kota Tangerangnya sih…
    laris banget nasi kuningnya, lain kali jam 6 udah mesti nyampe situ mungkin ya uni.., jam berapa dari rumahku ya..

  7. hi hi… jadi merasa ikut bersalah. Numpang hidup di TangSel..tapi kurang gaul pula…belum kenal dan hapal tempat-tempat yahuuud di Tangerang..he he

  8. Nasi uduk dan Sayur Labusiam, dua2nya saya suka mbak Evi..tapi jarang dimakan barengan..hehe.. Nyam2 jadi pengen nih…

  9. Itu photo nasi uduk maknyus benar Uni.
    18 tahun lalu saya juga masih berkeliaran di sekitar Tangerang Uni, tapi ga tau kalau di sana juga ada tempat kuliner seru.
    Kapan ke Tangerang lagi ya?
    Tapi jam 9 pagi udah ludes.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?