
Paul Newman
Apa yang saya maksud dengan Belajar dari Paul Newman?
Itu gara-gara terpesona membaca profilnya dari sebuah media. Superstar ganteng dari Hollywood ini ternyata punya usaha salad dressing dengan merek namanya sendiri.
Dalam wawancara itu dia ditanya dari mana datang ide membuat salad dressing? : When the idea came up, (Newman’s Own) I said, “Are you crazy? Stick my face on the label of salad dressing?” And then, of course, we got the whole idea of exploitation and how circular it is. Why not, really, go to the fullest length, and the silliest length, in exploiting yourself and turn the proceeds back to the community?
Belajar dari Paul Newman yang Pembelajar
Usia Paul Newman 83 tahun saat tutup usia. Jika 83 tahun cukup berarti dalam rentang kehidupan manusia, Newman membuatnya sangat berarti. Dia melakukan banyak hal. Dimulai ketika minta izin kepada sang bunda main drama di sekolah. Dari sekolah menjadi tentara semasa perang, Selesai perang bintang film lalu sutradara. Diapun seorang politikus handal, pembalap, entrepreneur dan pilantropis (dermawan)
Newman percaya bahwa kehidupan menawarkan banyak pilihan kepada kita. Kalau mau kita bisa mengeksplorasi semuanya. Belajar dari Paul Newman tampaknya itulah yang menginspirasi bintang “Hud,” “Cool Hand Luke” and “The Color of Money” ini. Peraih piala Oscar dan Golden Globe ini boleh dibilang sukses melakoni semua hal yang digemarinya. Seperti yang tersirat pada kalimat ketika dia memutuskan pencantuman nama dan wajahnya pada label botol salad, go to the fullest lenght, and the silliest lenght.
Mengembalikannya pada Masyarakat
Hal lain yang membuat kita bisa belajar dari Paul Newman adalah kegiatan amalnya. Sahabat Bill Clinton ini suatu ketika sampai pada suatu titik bahwa selama sisa hidupnya dia bertekad mengembalikan semua kekayaan dan prestasinya kepada masyarat.
Karena itu Newman masuk ke dunia pendidikan dengan membuka kemah untuk anak2 berkebutuhan khusus. Begitu pula dengan perusahaan yang mengusung merek Newman’s Owns, semua keuntungan dari usaha ini dipakai untuk beramal.
Kesimpulan
Belajar dari Paul Newman ini membuat saya kembali menyadari bahwa hidup ini hanya soal pilihan. Dan tentu saja dengan kesediaan kita membayar ongkosnya. Yang membuat heran adalah apa yang membuat Newman berbeda dari orang kebanyakan? Mengapa dia sanggup berprestasi begitu banyak?
Apakah ini soal kemampuannya dalam mengarahkan diri? Lingkungan? Prestasi itu sendiri? Atau apa?
Menurutmu Temans?
terima kasih mbak udah share,,sangat memberi pencerahan buat saya…
Memang menjadi impian setiap manusia, agar hidupnya dapat bermanfaat bagi dunia. Berbahagialahsang bintang bisa memenuhi sebagian besar keinginannya:)
===========
Para bintang yg relatif tinggal lebih lama dalam bisnis hiburan, yang jatuh bangun tapi tetap eksis, tampaknya emang berkepribadian diatas rata-rata Pakded..:)
ded recently posted..AIE KAWA
Lingkungan pasti mempengaruhi mbak, terutama lingkungan masa kecil yang membentuk karakternya. Dan menurutku faktor utama adalah dari kesadaran diri sendiri. Biarpun orang lain bilang ini itu, menyarankan begini begitu, kalo dasar orangnya “ndableg” ya susah
naniknara recently posted..Bermain Sambil Bekerja
Saya setuju dengan Mbak Nanik. Newman pasti belajar berprestasi dari lingkungannya sendiri. Entah orang tuanya yang mendorong atau lingkungan lebih luas lagi, dia pasti tidak serta merta berprestasi. Ada sesuatu yg mendorongnya menaklukan berbagai kesulitan untuk mencapai cita-cita..
Sebuah cerita kisah nyata yang memberikan inspirasi semangat Mba. terimakasih untuk berbagi.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
Sma-sama Pak Indra, terima kasih kembali
memang luar biasa, bisa sukses melakoni hampir semua yang disukainya …
Wong Cilik recently posted..Metafora hidup
Orang-orang seperti ini berdiri dipuncak piramid Mas Hindri. Dan penduduk piramid emang sedikit kok
mungkin karena semangat dan konsistensi untuk terus belajar apa saja mbak yang membuat Cak Paul menjadi seorang yang keren hehe
insya ALLAH kita semua bisa kok..
lozz akbar recently posted..Roda itu Masih Berputar
Faktor itu pasti ada lah Uncle Lozz..Lingkungan dia juga pasti ikut menunjang..
Insya Allah kita semua bisa, kalau kita tak malas dan mau berubah
Yang membedakan adalah semangat untuk menjadi ‘ beda ‘ Mbak..
Mungkin Mbak Lies..Dan aku juga curiga bahwa gen agar selalu jadi yg terbaik ada dalam dirinya
Rupanya sdh banyak artis kita yg belajar dari si Om Paul ini, mbak Evi… tuuh, sdh mulai banyak yg merambah dunia politik selain bisnis ini itu.. hehe…
Mechta recently posted..[BeraniCerita#06] Akhir sebuah pelarian
Naa yg ini kayaknya benar mbak mechta..walau sbg penggembira utk dicatut namanya…:)
aku belum sempat nonton film2nya om Paul Newman ini..
tapi orangnya keren ya uni, bidang usaha yang dijalani beragam.
dan yg paling hebat bertekad mengembalikan kekayaannya pada masyarakat.
di luar negeri kebanyakan orang yang kaya banget punya gaya hidup begitu ya uni.
totally buat masyarakat, bukan buat numpuk harta tujuh turunan.
Orangnya ganteng..bahkan waktu sudah menua May hehehe..
Nah itu asyiknya jadi orang kaya, bisa jadi pilantropis..Membantu orang kurang beruntung..Jadi gak cuma mikirin nasib sendiri May
Kemauannya untuk belajar dan mencoba hal baru. Karena biasanya kalo sudah di comfort zone, banyak yang malas untuk belajar lagi
Iya comfort zone itu seperti terkurung diatas menara gading Mbak Esti. Kita pikir kita sudah nyaman disana, eh tapi dilihat lebih teliti ternyata itu cuma kurungan..:)
Apa bedanya kita dengan Om Paul
waktu kita sama, mata sama, hidung sama
jadi, bersemangatlah

Mila recently posted..How Does 24 Feel … ???
Nah itu yang mengherankan Mbak Mila, sama2 lengkap anggota tubuhnya, dia kok bisa berprestasi sedemikian dahsyat ya. Itu yg membedakan anggota tubuh atau sesuatu yg ada di dalam ya. Iyah harus menyemangatkan diri lagi ini