Kamu punya sebidang tanah, luas, hobi berkebun, dan hidup di zaman anak-anak dan mama-mama milenial. Kamu tahu mereka butuh tempat hangout, menikmati kuliner, dan spot-spot cantik untuk mengisi ruang sosial media. Di sisi lain kamu juga melihat bahwa di lingkungan tempat tinggal masih banyak anak muda yang menganggur. Kamu terpanggil melakukan sesuatu. Kamu berotak entrepreneur. Yang diperlukan sekarang adalah menemukan cara membaurkan semua sumber daya, mempertemukan permintaan dengan sumber daya yang ada. Lalu Narmada Botanic Garden pun lahir, destinasi wisata agro di Lombok. Pertama kali saya tahu tentang Buah Renggak di sini.
Baca juga  Parade Budaya Festival Pesona Bau Nyale 2019
Setidaknya itulah asumsi saya terhadap Cindra Bayu yang menggagas tempat ini. Kami bertemu dalam workshop fotografi yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata dan Genpi Lombok. Workshop Fotografi dan Hunting bareng ini tekait program Festival Pesona Bau Nyale 2019. Temanya adalah Memotret Event Pariwisata Berbalut Budaya. Diadakan di aula milik Narmada Botanic Garden. Tempat terbuka dengan angin sepoi dari tengah kebun, membuat workshop di siang terik Lombok tak begitu terasa.
Agro wisata di Lombok ini tergolong baru. Pertama kali dibuka 11 Maret 2018 dengan merubah tak kurang satu hektar sawah, tak termasuk lahan parkir. Sekarang lahan tersebut jadi perkebunan, ditumbuhi aneka bunga warna-warni, dan berbagai fasilitas sebagai salah satu penunjang destinasi wisata digital di Lombok.
Pasar Botani Narmada Botanic Garden
Yang menarik, setiap hari Minggu, jam 03.00 sore sampai jam 06.00 WITA. Narmada Botanic Garden mengundang keramaian dengan Pasar Botani. Kerjasama dengan Genpi Lombok untuk mengenalkan berbagai kekayaan daerah. Terutama kulinernya. Selain menjajakan jajanan pasar, aneka makanan tradisional, jus dan minuman segear lain bisa ditemui di sini.
Saya dan teman-teman dijamu Mas Cindra dengan Sate Bulayak. Makanan khas Lombok yang sudah terkenal kemana-mana. Sate Bulayak berbumbu kacang yang gurih berbahan dasar daging ayam, jeroan, dan daging sapi.
Baca juga Tehe-Tehe Makanan Asli Suku Bajau
Yang unik dari sate ini adalah bulayak, lontong yang dibungkus daun aren atau daun enau muda. Caranya dengan dililitkan membentuk spiral. Mirip Lepet kalau di Jawa. Cuma kalu lepet menggunakan daun kelapa muda.
Bulayak berukuran lebih kecil dibanding lontong biasa. Dengan tekstur lembut dan rasa yang gurih. Menikmatinya dengan dicocol ke dalam kuah sate.
Saya menanyakan tentang kuah sate yang gurih, karena sedikit berbeda dari bumbu sate biasa. Menurut Mas Cindra, kuah Sate Bulayak terbuat dari kacang tanah sangrai, ditumbuk, dan dimasak bersama santan. Bumbu yang digunakan antara lain ketumbar, jintan, bawang dan cabe merah. Pantas rasanya gurih, berpadu dengan cabe Lombok yang pedas.
Buah Renggak Khas Lombok
Benar kata orang bahwa travelling itu membuka kesempatan untuk hal-hal baru. Di Narmada Botanic Garden untuk pertama kali berjumpa dengan Buah Renggak. Bentuknya lucu, bergerombol tapi mirip kaktus. Bisa dibuka dengan membelah seperti buah duku. Isi berupa gerombolan biji-biji kecil yang dibungkus serat seperti markisa. Rasanya kurang lebih juga sama, asam manis.
Baca juga Kepuh dan Bukan Buah Gayam
Buah Renggak ini khas Lombok. Kebanyakan hidup liar alias belum dibudidaya. Tumbuh di sekitar pinggir kali, hutan, maupun sebagai semak di kebun. Tingginya seperti lengkuas dan daunnya mirip daun kunyit.
Yang saya suka dari buah renggak ini adalah aromanya, segar dan manis.
Buah Renggak muda bisa dijadikan sayur dan harus dimasak lebih dulu. Dinikmati sebagai lalap dengan sambal lombok yang terkenal pedas.
Pemberdayaan Masyarakat
Cindra Bayu memulai Narmada Botanic Garden berangkat dari keprihatinan terhadap lingkungannya. Karena banyak anak muda membutuhkan lapangan kerja namun kesempatan tak selalu tersedia.
Itu lah mengapa yang bekerja di tempat ini semuanya anggota Karang Taruna Kecamatan Narmada Lombok. Mereka ada pekerja tetap maupun freelance. Saat di puncak hari liburan, destinasi wisata digital Lombok ini sangat ramai. Maka para pemuda di sini diterjunkan membantu sebagai tenaga lagi freelance.
Begitu pula yang berjualan dalam taman semuanya adalah anggota karang taruna.
Selain Cindra Bayu sendiri yang mempunyai usaha dan dikerjakan oleh anggota karang taruna, ada pula sistem kerjasama dengan mengutip 10% dari hasil penjualan.
Tugas karang taruna mulai dari tukang kebun, tukang parkir, dan penjaga tiket. Narmada Botanic Garden juga memberi kesempatan kepada anak-anak yang baru tamat sekolah. Mereka yang belum punya pengalaman diajak kerja disini untuk mendapatkannya.
Begitu pun NBG menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti pembibitan bunga bunga yang ditanam di kebun berasal dari para petani sekitar. Mereka melakukan pembibita, Narmada Botanic Garden menanam dan budidaya. Hal ini bisa dimaklumi karena lahan ini ditanami oleh aneka buah dan bunga-bunga yang variatif. Itu tidak bisa dilakukan sendiri.
Kebun Bunga dan Fasilitas Wisata Narmada Botanic Garden
Menurut Cindra Bayu, ikon tempat itu adalah kebun bunga matahari. Sayang saat saya di sana bunga mataharinya masih kecil, belum berbunga. Jika kamu datang bulan Juni, tak kurang dari dua minggu, kebun bunga matahari akan meriah oleh warna kuning. Musim semi bunga matahari di sini memang sekitar bulan Juni.
Selain menemukan tempat untuk foto-foto cantik, banyak juga yang datang ke sini sekedar menikmati udara segar dalam taman yang asri. Kebun bunga matahari Mini, kebun bunga lavender, kebun bunga mawar, kebun durian, manggis dan jeruk membuat tempat ini benar-benar asik untuk menikmati udara segar.
Karena sebuah tempat wisata haruslah memiliki fasilitas umum. Dalam Narmada Botanic Garden dilengkapi dengan gazebo, aula, mushola, dan tempat makan.
Harga Tiket Masuk
Untuk menikmati semua fasilitas di atas, harga tiket masuk hanya Rp.5.000/orang.
Jam buka Narmada Botanic Garden pukul 8.00-18.00 WIB setiap hari.
Jalan menuju ke sini juga mudah. Dari Mataram cari angokot yang melewati  Jalan Wirabakti, Gandari, Narmada, Lembuak, Kabupaten Lombok Barat. Lokasi tepat di tepi jalan, tak jauh dari Taman Narmada yang sudah lebih dahulu terkenal.
22 comments
Keren banget yang inisiasi Narmada Botanic Garden ini. Apalagi libatkan warga sekitarnya yang memang butuh lapangan pekerjaan.
Iya Mas, yang punya ide visinya jauh ke depan. Nggak cuma memikirkan diri sendiri tapi juga orang lain
Ya ampuuuun mbak, udah sampe aja dirimu di sini…sayaaah dooong belom menjejakkan kaki di sini #aaaarrggghhh
Bagus banget tamannya ya Uni, Aku paling suka pasar kuliner yang makanannya unik, buahnya bikin penasaran deh..
Januari 2018 saya ke Lombok belum ada iniiiii. Cuma ke Taman Air Narmada aja, itupun gak masuk soalnya loketnya belum buka.
Murah banget sih Mbak tiket masuknya. Tempatnya keren lagi. Senengnya di Lombok itu gini, lho. Ke mana-mana gratis. Kalaupun bayar paling cuma 5.000
Iya mbak dibanding dengan fasilitas yang dapat didalam tiket rp5.000 ini termasuk murah banget. Mungkin juga atas pertimbangan bahwa narmada botanic garden adalah tempat nongkrong seru bagi anak muda Lombok. Jadinya tiketnya dijual murah
Bagus banget ini botanic garden. Memberdayakan lahan dgn penduduk sekitar untuk pariwisata. Mesti datengin nih. Penasaran sama buah Renggak nya juga
Iya Kang kalau KE Lombok boleh mampir ke sini. Sebaiknya pas bunga matahari mekar biar bisa selfie selfie ganteng
Aku banget deh tukang selfeee
Hahaha yes kalau tukang selfie pasti senang datang ke sini
Lombok beneran bebenah diri, ya? Jadi keindahan Indonesia Timur tidak melulu didominasi Bali dan Raja Ampat.
Betul Mbak Ratna. Setelah setelah dari Bali orang akan melirik ke Lombok
Cara pemberdayaan masysrakat yang bagus ya…buat pengunjung juga jadi bisa belajar banyak tentang tanaman buah lokal dan juga kulinernya…pengalaman yang seru…tfs…
Oh ini tuh beda ya dengan Taman Narmada yang tempat mandi raja-raja itu. Saya pernah ke sana. Ternyata memang beda. Haha gagal fokus sama satenya saya. Buah Renggak unik juga ya…imut gitu.
Seneng kalau ada workshop seperti itu. Sambil belajar potensi masyarakat setempat…
Satu hal yang paling saya suka saat traveling memang kulinerannya, Mbak. Pengen mencicipi kuliner yang khas dari tempat yang dikunjungi 😀
Waahh bisa nih mampir kalo ke lombok
Keren ih foto rambutan dan buah Renggak buat perbandingan.
Oh ya, Narmada Botanic Garden ini satu area dengan Taman Narmada di Lombok Barat yang ada Telaga Padmawangi-nya itu bukan, tan?
Penasaran sama rasa lontong dan buah renggaknya…sayangnya pas ke Lombok kemarin itu gak tahu ada yang beginian, thanks for sharing mbaaa
Aku pernah sekali ke Lombok. Belum coba sate bulayak sih tapi ayam taliwangnya udah. Enak bgts hehehe. Taman seperti ini bagus banget ada di lingkungan ga jauh2 amat dr tempat wisata ya, uni Evi Malah bisa ke sana kita naik angkot. Itu HTM nya murah sekaleee masa 5K ya? Ga nutup biaya operasional hehehe.
Wah,, ada tempat asik lagi di Lombok. Makin banyak alasan untuk travelling lagi ke Lombok nih.
Tempatnya bagus banget. Kalo bunga-bunganya lebih rimbun bakalan lebih cakep ya.
Cakep banget sik ini suasana Narmada BOtanic Gardennya uni? Keren banget juga memberdayakan warga lokal. Penasaran banget ke sini, sebesar penasaranku dengan buah Renggaknya. Buahnya ini baunya seperti apa uni? Klo teksturnya mirip markisa, apa wanginya mirip juga? penasaran deh.
Auto ngiler sama kulinernya. Modal masuknya juga murah banget ya