Rumput Gelagah dan Sapu Gelagah

Salah satu kesukaan saya saat menjelajah adalah memperhatikan jalan yang dilewati. Karena disana lah tersimpan segudang pengetahuan. Asyik saja dari tak tahu akhirnya  tahu. Seperti pertemuan dengan sapu gelagah yang terbuat dari rumput gelagah. Sapunya sendiri sudah lama akrab dengan keseharian saya. Tapi terbuat dari bahan apa baru tahu ketika jalan ke Sukabumi, dari jemuran rumput gelagah di tepi jalan.

Rumput gelagah juga disebut rumput kans (Saccharum Sponteneum. L). Di beberapa tempat di Indonesia bernama glagah dan kaso. Tanaman rimpang menahun alias  tak mengenal musim ini tingginya antara 1.5 – 3 meter. Asli Asia Selatan. Merupakan tanaman berkolonisasi (bergerombol), mudah tumbuh di dataran tinggi melalui akar rhizometeus yang merancap jauh kedalam tanah. Karena itu gelagah juga disebut sebagai tanaman invansif yang kalau dibiarkan bisa mengambil alih lahan pertanian.

rumput gelagah
Wali kelas saya di SMA 48 dulu diantara rumput gelagah

Manfaat Rumput Glagah

1. Gelagah/glagah mengandung khasiat herbal. Selain dipakai untuk pengobatan, zat bioaktif saponin di dalamnya dimanfaatkan sebagai pemutih gigi.

2. Akarnya yang menancap dalam ke tanah dimanfaatkan sebagai pencegah erosi pada tanah berpasir. Jadi lahan kritis seperti tebing dan lereng sungai bisa dimanfaatkan untuk menanam rumput gelagah ini. Fungsinya jadi ganda : Menjaga lingkungan dan bisa dipanen sebagai sumber ekonomi.

3. Rumput gelagah adalah sumber makanan ternak yang murah.

4. Dan terakhir, bunga gelagah dikeringkan dan jadikan sapu. Siapa kira ternyata sapu gelagah ini selain mengisi pasar dalam negeri juga telah di ekspor ke manca negara.

rumput gelagah di tepi jalan
Rumput gelagah yang sedang di jemur di tepi jalan
menjemur rumput gelagah
Gelagah rumput liar yang bisa di jadikan sumber ekonomi
sapu gelagah
Sapu gelagah yang diikat dengan sederhana
Lebih artistik dengan celupan pewarna tekstil dan ikatannya juga rapi

Setelah ditingkatkan tehnik pengikatan dan dicelup warna tektil sapu glagah sekarang tampak cantik. Mahkota sapunya mekar dengan baik yang tentunya meningkatkan kebersihan area yang disapunya.

Pernah memakai sapu rumah glagah temans?

Salam,

 

30 thoughts on “Rumput Gelagah dan Sapu Gelagah

  1. Di kampung saya buanyak banget, karena emang di kampung saya kegiatannya mayoritas bikin sapu & tani gelagah. saya juga punya pohonnya kalo musim panen lumayan dapet 6 kuintal kering

  2. Wah..Mbak Evi. Aku tahu rumput gelagah.Juga tahu sapu gelagah. Tapi nggak pernah ngeh kalau sapu gelagah itu begitu ya cara membuatnya.. he he

  3. Waktu masih tinggal di Medan dulu, saya bawa sapu gelagah ini dari Jawa lo mbak, karena disana dulu nggak ada sapu jennies ini, adanya cuman sapu ijuk aja.. 😀

    1. Bila segala sesuatu dipandang lewat kreativitas dan pengetahuan tampaknya tak ada tumbuhan yg tak bermanfaat ya Pakdhe…:)

  4. sapu glagah yg diwarnai jadi lebih cantik ya mbak… yg sering saya pakai sih yg tak berwarna, itupun mungkin kurang bagus kualitasnya sehingga sering rontok satu dua saat dipakai.. 🙁
    oya mbak, foto glagah yg dijemur dipinggir jalan itu bagus deh.. saya suka 🙂

    1. Kelihatannya mutu sapu glagah ditentukan oleh ikatannya Mb Mechta. Tambah kompleks ikatannya tambah erat pegangannya. Kalau mutu bahan kayaknya sama yah. Trims atas kesukaannya pada foto jemuran ditepi jalan itu Mbak 🙂

  5. Suka sekali dengan pepatah ranah Minangnya Uni, alam takambang jadikan guru. Gelagah mengungkit ekonomi pedesaan ya, disainnya apik-apik.

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Setiap tulisan mbak Evi selalu punya informasi yang menarik dari alam sekitar.
    Subhanallah, saya baru tahu namanya rumput gelajah. Tapi di Malaysia saya tidak tahu namanya. Saya juga menggunakan penyapu gelajah ini, mbak. Sangat ringan sekali tapi selalu rapuh isinya.

    Kalau di tempat saya, rumput ini sangat banyak sekali tumbuh meliar dan cantik apabila bunganya memutih berlenggang-lenggok ditiup angin. Selain dijadikan penyapu, rumput ini juga dijadikan bunga hiasan yang sudah diawet dan diwarnakan. Harganya semakin meningkat mahal.

    Salam mesra buat mbak Evi. 😀

    1. Walaalaikumsalam Mbak Siti 🙂
      Saya punya informasi tentang alam sekitar dan Mbak Siti punya informasi tentang agama. Subhanallah semoga persahabatan maya kita bisa saling melengkapi ya Mbak…
      Memang rumput glagah mudah tumbuh disembarang tempat. Bunga rumputnya cantik di bawah sinar matahari, apalagi jika sedang di tiup angin…Jadi mereka sering di rangkai juga ya..Bagus lah Mbak, dari rumput liar bisa ditingkat nilainya jadi rangkaian bunga.

      Salam mesra dari sini Mbak Siti 🙂

  7. Baru tahu ibu kalau sapu dari rumput glagah bisa diwarnai, di rumah biasa pakai yang warna asli, hanya sayangnya kok mudah rontok ya ?

    1. Yang mudah rontok itu yang diikat sederhana seperti diatas kayaknya P Johar. Kalau yg seperti sapu warna warni kayaknya lbh kuat..yg saya punya di rumah alhamdulillah cuma rontok satu dua saat pertama dipakai, sekarang tidak lagi..:)

  8. wow .. aku malah baru tahu rupa rumputnya mbak dari postingan ini, thanks

    pernah dong ya, sapunya cantik ya mbak dgn warna ngejreng begitu 🙂

    1. Mb El, aku juga baru tahu rumput glagah gara2 setelah melihat jemurannyadi tepi jalan, terus bertanya pd orang di warung yg tak jauh dr situ 🙂

  9. Glagah kesannya lebih bersih dibanding ijuk ya Bu…
    Dan memang kenyataannya begitu
    Kalau Ijuk, dari bahannya sudah campur bawur dengan kotoran, seperti rambut gimbal

  10. sapu gelagah aku pernah pake, uni.. tapi di bukik gak tll banyak yang jual
    lebih banyak sapu ijuk..

    kdg disayangkan sapu gelagah dan ijuk ini, sering produknya kurang kuat.. shg saat menyapu itu helai2 ijuk dan rumput tsb lepas..
    ini agak bikin jengkel, uni.. hehhe.

    tapi yg di gambar diatas, kliatan ikatannya bagus.
    mungkin itu untuk ekspor juga ya..

    1. Iya May, kalau ikatan pada pangkal kayu kuat gak terlepas. Kadang yg bikin kita ogah beli sapu ya begitu, rontok saat dipakai. Untungnya yang kemarin aku beli gak seperti itu…Berat aja dikit dibanding sapu ijuk dengan gagang pipa plastik yang dibungkus itu …:)

    1. Mas Lozz, tadi saya sampai ambil sapu glagah yang di beli kemarin. Iya yah lebih berat dikit dari sapu ijuk. Apa karena gagangnya dari kayu ya? Tapi gak apa-apa lah, yg penting ada variasi sapu di rumah hahaha…

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?