Kereta Kencana Kjahi Groedo

Kereta Kencana Kjahi Groedo – Sisa kejayaan masa lalu

Namanya Kereta kencana Kjahi Groedo,terletak dalam museum Keraton Kasunanan Solo. Berderet bersama dua kereta kencana lainnya.  Walau wujudnya sudah tua namun aura keanggunan masa lalu masih tampak dengan jelas.

Pada pintu sarana transportasi yang sudah berusia 400 tahun-an ini terdapat logo VoC. Kereta Kencana Kjahi Groedo ini pasti sumbangan dari pemeritahan kolonial. Mengingat bagaimana Keraton Kartosuro hancur  lebur setelah Geger Pacinan dan Belanda membuat perjanjian damai dengan Pakubuwono II, otomatis keraton Surakarta yang baru saja didirikan berada di bawah pengaruh Belanda. Pengaruh Belanda juga terlihat pada bentuk keraton berupa perpaduan gaya Eropa dan Jawa.

Tahun 1617  saat pindah dari Kartasura ke Surakara Paku Buwono II menggunakan Kereta Kencana Kjahi Groedo ini . Bentuknya segi empat dan diberi kaca pada 3 sisi yaitu sisi kanan-kiri dan ke muka. Bagian dinding  dihias ukiran khas Solo dengan empat buah lampu di tiap sudut kotaknya.

Tapi di dalam kereta cukup sempit. Kereta Kencana Kjahi Groedo memuat maksimal dua orang. Rodanya dibuat agar lebih stabil melintasi jalan berbatu. Untuk melengkapi kemegahan Kjahi Groedo ditarik oleh 8 ekor sapi.

kereta kencana kjahi groedo
Selir boleh gak ya naik kereta kencana ini?

Diikutkan pada turnama foto perjalana ke-14

Salam,

@eviindrawanto

47 thoughts on “Kereta Kencana Kjahi Groedo

    1. Iya kayunya jati asli dari hutan sekitar. Milik Raja biasanya kan gak sekedar di rawat tapi juga sering dibacakan doa-doa tertentu Bro..Jadi energi doanya menempel ditiap sel materi sang kereta hehehe..Thanks ya Bro…

    1. Guide yang ngantar aku bilangnya begitu Mas..Nanti aku cek lagi deh yg narik kereta ini sapi atau kuda ya..atau gantian..Makasih sudah melihat keganjilannya yah 🙂

    1. Iya aku juga tidak menanyakan bagaimana melafalkannya Mbak Mon. Apakah sama dengan Kyai Gruda (garuda) Kencono seperti yang ada di Jojakarta atau tidak. Sepertinya berbau campuran bahasa Arab dan Belanda gitu yah…

  1. Kereta ini memang terkesan sudah tua sekali, mbak Evi…tapi yang berdiri di depan kereta itu…ehm, ehm…masih muda mbak, keren lagi!
    😀

    1. Hahahaha..Mbak Ir, you make my day. Salah satu hiburan dari orang tua adalah ada yg mengatakan mereka masih muda. Lumayan bahagia dalam membohongi diri sendiri. Makasih ya Mbak. Keretanya tua dan antik. Yang di depan muda dan unik #nangisguling2an

    1. Untuk sebuah sarana transportasi, kereta bekas raja ini memang sdh tua sekali Niar..
      Iya sudah lama juga sih dari Solonya Niar, kesana dalam rangka kerja yg disambi jalan-jalan 🙂

    1. Jaman dulu kereta kencana kurang lebih sama. Kereta ini kan juga mengadobsi kereta Eropa Jeng Bibi, mungkin hadiah Belanda untuk Sultan, jadi pasti punya kemiripan dengan kereta Cinderella 🙂

    1. Kalau masa pakai kereta sampai seratus tahun dan tiap masa pakai kuda 10 tahun, kita tinggal main kali-kali saja Pak Mars. Kira2nya begitu 🙂

  2. Kereta yang menjadi salah satu kekayaan budaya bangsa kita itu, patut dibanggakan ya Uni.. Tapi, tradisi priyayi dan non priyayi, sepertinya tidak perlu lagi diteruskan ya Uni.. 🙂

    1. Betul Nyiak, warisan tradisi itu ada yg perlu dipertahankan dan ada pula yg harus dikubur. Sepanjang tidak mencerminkan berkeadilan, tradisi harus dilenyapkan 🙂

  3. wah penulisan judulnya pun ikutan djadoel. Sangat menarik nih kereta yang ditarik sapi, meski jumlahnya banyak bukankah lebih cepat jika menggunakan kuda.
    Emangnya yang selir siapa ya ?

    1. Tidak jelas ni Pakies kuda atau sapi penariknya. Mestinya jaman itu kuda kali yah..Tapi sapi kayaknya mesti di curigai inih. Hm, yang selirnya mana ya hehehe..

    1. Di dalamnya kan Raja. Artinya semua fasilitas terbaik akan dikerahkan untuk menghormati mereka. Delapan sapi saat itu mungkin dianggap cukup mewakili Mas 🙂

    1. Pemakaian sapi ini kayaknya perlu di konfirmasi lagi Kang. Saya cari diinternet juga pakai sapi. Entah apa maksudnya daku juga kurang tahu 🙂

  4. Menakjubkan ya Bu melihat kereta yang ada di Kraton. Saya membayangkan membuatnya jaman dulu, mereka sudah membuat ornamen yang detil dan sempurna yang konon dari kayu pilihan.

  5. Kretakencana yang unik dan klasik. Dari proses pengumpulan bahan dan penuangan ide dasar selalu menggunakan perjalanan ritual ara raja-raja Jawa yang ada. Amazing Mba.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?