Asal Mula Tahun Baru Imlek ( Chinese Festival)

Asal Mula Tahun baru Imlek bermula dari sebuah legenda. Festival yang disebut juga  Lunar New Year  ini tahun 2013 jatuh pada 10 Februari. Sebuah upacara  budaya yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa.

Peringatan meriah tak hanya terjadi di Tiongkok.  Sepanjang suatu tempat terdapat masyarakat keturunan Tionghoa, disana akan ada perayaan tahun baru imlek. Dekat tempat tinggal saya, sejak pertengahan Januari, mal dan pasar sudah ramai oleh simbol-simbol Imlek. Dominasi warna merah. Ditambah lampion, angpaw, kue keranjang (nian gao) dan bunga Meihwa. Tak ketinggalan toko-toko berhias aneka lampu cantik.

asal mula tahun baru imlek
Warna cerah mewakili musim semi dan kegembiraan

Asal Mula Tahun Baru Imlek Sebuah Legenda

Asal mula tahun baru Imlek berlatar belakang pada cerita legenda. Usianya sudah ribuan tahun. Tahun Baru yang di lafalkan sebagai Sing (xian) Nien dalam bahasa Tionghoa berasal dari  nama seekor Monster.  Hewan  pemakan manusia. Kemenangan   manusia atas Nien ini lah yang ditetapkan sebagai hari ke-I tahun baru Imlek.

perayaan imlekJalan Ceritanya

Tersebutlah sebuah desa yang penduduknya hidup dicekam ketakutan. Penyebabnya adalah seekor Monster (Nien) yang sering memangsa manusia.

Suatu hari penduduk minta bantuan kepada  cerdik pandai. Berdasarkan riset dan penelitian, golongan cendikiawan menarik kesimpulan bahwa kemunculan monster di tandai oleh kedatangan musim tertentu. Dengan kata lain monster tidak memangsa tiap hari. Monster muncul secara berkala dan teratur pada waktu tertentu.

Berdasarkan penemuan itu, tahun berikutnya,  para bijak memerintahkan penduduk agar membuat kegaduhan dengan segala bunyi-bunyian. Malam sebelum tanggal 1 gong harus di pukul keras-keras,  petasan dinyalakan dan dinding rumah harus ditempel kertas atau kain warna merah.

Benar saja, monter langsung lari ketakutan karena tidak tahan mendengar keberisikan yang terjadi. Disamping monster juga takut melihat darah dimana-mana (warna merah). Sejak itu tiap tahun penduduk desa melakukan hal serupa dan sang monster tidak pernah kembali.

Jadi kalau ada yang bertanya mengapa banyak petasan tiap tahun baru Cina, ini lah alasannya, untuk mengusir monster.

Keesokannya penduduk merayakan hari bertuah itu sebagai hari pertama tahun baru. Mereka bergembira dan saling mengucapkan selamat. Hari itu  dinamai sesuai nama monster, Nien. Penamaan ini lafalnya agak berbeda dari suku ke suku. Orang Hokkian atau Tio Chiu menyebutnya “Ni”, sementara orang Hakka menamakan tahun baru Imlek dengan “Ko Nyan”.

Begitu lah asal mula tahun baru imlek.

kue keranjang, dodol cina
Kue Keranjang alias Dodol Cina

Perhitungan Hari Tahun Baru Imlek

Ahli astronomi Cina kuno menentukan sistem kalender mereka berdasarkan perputaran  bulan, bukan peredaran matahari seperti yang kita gunakan secara internasional (kalender Gregorian). Untuk menentukan tanggal 1 (satu) tahun baru Imlek, patokannya bulan purnama kemudian dihitung mundur sebanyak 15 hari ke belakang. Sistem matematika yang sangat jenius dari orang Tionghoa. Sebab tiap hari ke- 15 tahun I Imlek,  bulan selalu Purnama. Kegembiraan yang dibawa keindahan cahaya bulan ini kembali dirayakan dalam festival Cap Gomeh  (pesta lampion)

Sin Chun Kiong Hie

Di negeri Tiongkok permulaan tahun baru juga dijadikan penanda awal musim semi, akhir musim dingin dan dimulainya musim bercocok tanam.  Maka orang-orang desa  saling menyapa dengan mengucapkan salam “ Sin Chun Kiong Hie “ sambil mengepalkan kedua tangan di dada. Yang menerima membalas dengan gerak serupa, “ Kiong Hie..”. Artinya selamat musim semi baru.

Dalam lorong sejarah ucapan selamat tahun baru jadi variatif. Mengikuti bahasa suku-suku besar seperti dalam bahasa Mandarin (bahasa persatuan) dan Hokkian diucapkan “Gong Xi Facai ”. Sementara dalam  bahasa Hakka “Kiung hi Fat Choi “ yang artinya selamat bertambah rejeki, harta, kaya atau sejahtera. Ada lagi “ Sing Nien Kuo Lai “ artinya “berbahagialah di Tahun Baru”.

Selamat Ko Nyan bagi yang merayakan

35 thoughts on “Asal Mula Tahun Baru Imlek ( Chinese Festival)

  1. wah kue keranjang itu kayak gitu yaa…#baru tau. semacam dodol ya
    liat-liat gambarnya kayk e seru bgt pernak-perniknya. sayangnya yang saya tau itu cuma lampion sama angpau. 😀

  2. disekitar rumah, setiap menjelang imlek ramai mba, kebetulan banyak keturunan china disini, jadi selalu meriah kalau ada imlek
    apa pun dibalik sejarah imlek, yang penting saling menghargai antar agama, itu jauh lebih penting & baik 🙂

  3. nanma lamak kue karanjang dibandiang kalamai, uni..? xixi, aku belum pernah nyicip soalnya. klo imlek ke rumah teman, malah disuguhinnya kacang tojin #tepok jidat.

    penduduk kampung china di bukik termasuk sedikit di banding padang.. jadi gak begitu kentara kemeriahannya dgn lampion-lampion itu.

  4. Cerdas juga para cendekia itu Bu dalam menganalis suatu masalah.
    Tentang imlek dan perayaannya saya sangat terkesan ketika 5 tahun saya tinggal di Pontianak, termasuk sebelum jamannya Gus Dur permainan barongsai dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dan setelah Gus Dur membuka pintu, perayaan imlek dan cap go me semakin bertambah semarak di sana

  5. mba evi, uni juga baru tau legenda taun baru imlek dari sini juga lho… suka sekali lihat lampion aku 🙂
    pengen beli lampion jadinya 😀

  6. Di Tangerang, pusat-pusat keramaian juga sudah meriah dengan pernak-pernik imlek sejak pertengahan Januari, Mbak Evi. Diantara pernak-pernik imlek, saya paling senang melihat lampion dengan warna-warnanya yang cerah.

  7. Baru sempet mampir sini lagi mba Evi. Maafkan. :'(
    Makasih Mba Evi. jadi tahu sejarah lengkapnya imlek nih. Dulu suka berkunjung ke nasabah yang imlekan dan bilang Kiong Hi tanpa tahu artinya. Jadi begitu toh.. Mereka sampe kasih saya angpao karena dulu belom nikah. Hehehehe.dan katanya hujan malah jadi pertanda bagus buat tahun barunya. haiyaahh..

  8. Duh mba Evi…
    Aku baru tau latar belakang nya dari blog ini lho..

    Ternyata petasan buat ngusir si monster yah?
    Unik juga..

    Iya nih, katanya kalo pas imlek ujan terus artinya bakal hoki terus yah:-)
    Asal gak banjir aja yah mba:-)

  9. saya belum pernah datang ke perayaan imlek secara khusus, saya hanya lihat ornamen imlek di mall mall, hehe

    tapi saat itu yang jelas semua berwarna merah dan keemasan, hehehe

  10. cerita legendanya lengkap benar…… dan penulisan aksennya benar juga.. luar biasa.
    Selamat Imlek juga buat yang merayakan.. Thank to Gus Dur… 🙂

  11. Oo…jadi begitu legendanya ya… ah, trims sdh menuliskannya di sini, mbak.. dan foto2 warna-warninya suegerr…. *sambil nunggu foto Lontong Cap Gomeh.. hehe..*

    1. Ini kan perayaan keberuntungan Mas. Jadi maksud pemberian angpao adalah bagi-bagi kebahagiaan, agar2 anak2 merasa beruntung 🙂

  12. bagian dari kekayaan budaya kita ya Uni. Terkesan dengan postingan Uni saat di Singkawang, fiksi yang menang di acaranya Jeng Tt, Uni berburu foto cantik di pawai pun lomba di Ciliwung. Uni mengulas kekayaan budaya dengan sungguh apik. Salam

  13. Saya baru tahu ternyata petasan itu tadinya buat ngusir monster yah..sangat informatif sob, jadi nambah ilmu, nice

  14. Memang ya ungkapan ‘carilah ilmu meski harus sampai ke negeri cina’ sangat pas. perhitungan kalender cina, menggunakan perhitungan peredaran bulan, saya baru tau. di kalender hijriyah juga sama. perlu banyak – banyak belajar lagi 🙂

    1. Jaman kebangkitan islam, negeri cina kebudayaannya sdh maju banget mas Awal. Makanya banyak mengundang negeri2 lain untuk belajar kesana

  15. Mbak Evi, trima kasih sudah berbagi legenda lewat posting ini yaaa…saya hanya tahu bahwa Imlek itu adalah hari raya, tapi ternyata ada cerita dibalik kemeriahan yang selama ini dirayakan oleh mereka…
    😀

  16. Jadi ngiler lihat dodolnya Mba, karena imlek tahun ini tidak dapat kiriman dodol Chinanya. Hanya ikannya saja. He…x9

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  17. Ping-balik: Festival Cap Go Meh dan Tabu-Tabunya | Jurnal Transformasi
  18. Tahun penuh perayaan dan keceriaan. Indonesia memang Colorfull ASIA.

    Salam CERIA dari LampionKu.com

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?