Permata Biru Pulau Maratua

permata biru pulau maratua
Hamparan permata biru

Tanggal 12 Mei merupakan hari pertama bagi rombongan Meet and Trip Derawan Fisheries 05 dalam  menjelajah kepulauan Derawan. Pagi-pagi usai  sarapan kami sudah bersiap di dermaga cottages dan lengkap dengan baju renang masing-masing. Hari cerah, sinar mentari hangat, langit biru bergurat awan putih di langit utara. Dengan penuh percaya diri teman-teman menyandang perlengkapan snorkeling masing-masing yang sudah dibagikan malam sebelumnya. Keriaan ini tentu tidak dilewatkan oleh para fotografer dengan  membidik wajah-wajah ceria itu yang ditanggapi para model dengan gaya masing-masing. Pagi ini kami akan berlayar ke Pulau Maratua, berlanjut  ke Pulau Kakaban, Sangalaki, dan sorenya berenang di Laut Sulawesi. Mengintip isi perut laut  nan  eksotis merupakan point of interest wisata Derawan.  Namun di posting ini saya hanya akan bercerita tentang Maratua agar tidak terlalu panjang.

Foto Keluarga Rombongan Meet and Trip Derawan Fisheries
Foto Keluarga Rombongan Meet and Trip Derawan Fisheries di Maratua Paradise Resort

Pulau Maratua

Dari 31 Jumlah kepulauan yang ada di Gugus Derawan,  Pulau Maratua  salah satu pulau terindah. Diikuti Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Derawan sendiri. Saya sudah lama mendengar dan membaca tentang Pulau Maratua ini. Dan tidak menyangka bahwa hari ini sudah menjejak kaki di dataran kirana yang berbentuk huruf V terbalik. Alhamdulillah.

Sesaat meninggalkan Water Villa  Derawan Fisheries Cottages pandangan sudah disergap oleh hamparan air laut bergradasi biru ke hijau tosca, rumah-rumah penduduk, penginapan, nelayan dengan perahunya,  serta barisan pohon kelapa sepanjang garis pantai. Saya pernah amat terpesona pada  Jiuzhaigou National Park yang . Berada di tengahnya  seperti masuk ke dunia lain. Begitu pun yang terasa sejak pertama beradu pandang dengan Derawan, sensasinya seperti  bersua kekasih lama di gang  kota tua. Mendebarkan dan sanggup membuat kita berkontemplasi. Kalau sudah begini tak pelak saya pun asyik dengan camera. Sekalipun sadar bahwa segala keindahan yang terhampar di depan mata  itu hanya noktah kecil dari Kepulauan Indonesia yang luas, tekatnya satu, merekam sebanyak mungkin jejak yang pernah saya buat di tiap Propinsi. Suatu saat jika tubuh  sudah tidak kuat  dibawa berjalan  momen yang terbekukan bisa digunakan untuk menghibur diri.

gugus pantai maratua
Gugus pantai Maratua
Pulau Maratua
Pulau Maratua

Bertemu Lumba-Lumba

Derawan merupakan salah satu  spot diving di Indonesia yang sering direkomendasikan untuk para penyelam ahli. Panorama bawah lautnya  memikat wisatawan lokal maupun manca negara guna menjambangi pulau yang terletak di Kabupaten Berau ini. Yang tidak saya sangka adalah  saat memintas laut Sulawesi  menuju Maratua,  posisinya mungkin di perbatasan Maratua dan Pulau Kakaban,  kami disuguhi atraksi lumba-lumba liar. Mereka  mengikuti kapal dari samping seperti anak kecil  menyambut  tamu asing, bergembira tanpa prasangka.

Video lumba-lumba credit title kepada Marsha Sehan 🙂

Rupanya lumba-lumba tertarik pada suara gaduh. Mas Harry Derawan Fisheries membuat kebisingan dengan mengetuk dinding dinding boat. Aksi tersebut berhasil membuat dua ekor semakin mendekat. Lalu beberapa pasang lagi muncul dari sisi kapal. Sayangnya saya tidak berhasil merekam adegan tersebut, terlalu cepat dibanding gerakan tangan saya menghidupkan alat. Bahkan yang terekam sedikit juga akhirnya terhapus secara tidak sengaja gara-gara memory GoPro saya sudah penuh sebelum waktunya. Sesuatu yang mengherankan selama perjalanan karena memory cardnya berkapasitas 64 G. Sampai di rumah baru ketahuan bahwa di dalam  ternyata terdapat beberapa video dari perjalanan sebelumnya yang belum dihapus. Karena dibuat oleh kamera lain kehadiran penumpang gelap tersebut tidak terdeteksi oleh perangkat saat berada di Derawan.  Sebuah pembelajaran berharga bahwa  sebelum berangkat sebaiknya memeriksa semua peralatan yang akan digunakan. Jangan seperti saya yang selalu bersikap take for granted.

lumba-lumba derawan
Asyik bercengkerama. Photo Credit Marsha Sehan

Sampai di Maratua Paradise Resort

Sudah sering membaca dan mendengar keelokan  Pulau Maratua. Tak urung terkejut juga kala ia terhampar di pandangan mata. “Alhamdulillah lansekap bahari seperti  ini berada di Indonesia. Saya tidak perlu paspor untuk menikmatinya” Saya terkikik sendiri dalam hati.  Persinggahan itu disebut Maratua Paradise Resort, nama yang bersinonim dengan lingkungannya. Sepanjang mata memandang ke laut lepas, permata biru langsung bertemu dinding langit bergurat awan. Pasir putih dengan sedikit lamun membayang dari  dalamnya. Di pesisirnya pohon kelapa dan hutan bakau  memasok warna hijau melantarkan panorama jadi kontras. Angin menyapu permukaan air dan  membangunkan riak halus Laut Sulawesi. Jika diharuskan meenceritakan firdaus,  saya akan memasukan Maratua ke dalam salah satu definisinya.

Maratua Paradise Resort ini sebetulnya adalah semacam hotel yang dilengkapi sebuah  Cafe menghadap perairan lepas. Milik warga negara asing dan perlu kocek tebal jika Sobat JEI bermaksud bermalam di sini. Terlihat turis asing sedang duduk membaca dengan secangkir kopi baik di cafe mau pun di deck sambil menikmati siang yang hangat . Teman-teman segera berpencar ke segala sudut. Untuk apa lagi kalau bukan membuat foto selfie, foto-foto cantik dan merekam pemandangan untuk dibawa pulang. Di sebelah mana pun kita berdiri  panorama tidak pernah menghianati. Asal tahu cara membidik dan menekan tombol shutter camera dijamin hasilnya akan bagus.

Tak satupun yang saya sayangkan dari Maratua  kecuali satu hal  tadi, bahwa Resort ini bukan milik orang Indonesia. Saya dan seorang teman tertawa, kenapa untuk tempat tempat eksotis seperti ini orang Indonesia selalu ketinggalan? Tidak hanya di Derawan di Labuan Bajo juga banyak terjadi hal serupa. Kesimpulan bodoh saya adalah kita kurang eksplorasi dan kurang visi dalam melihat masa depan. Mestinya Maratua sebelum ini tidak semenawan ini. Jadi belum ada yang kepikiran untuk membangun Resort yang berhadapan langsung dengan laut eksotis. Ah tapi ini hanya duga-duga bodoh saya saja ya..Lupakan saja…

permata biru pulau maratua 1
Air dan langit yang membetahkan untuk bermalas-malasan
Lihat deh airnya? Siapa juga yang tak ingin mencebur ke dalam?
Lihat deh airnya? Siapa juga yang tak ingin mencebur ke dalam?

Kepulauan Maratua

Maratua merupakan gugus pulau yang tersebar di teluk Maratua. Jika seseorang berucap bahwa dia akan ke Maratua hampir dipastikan yang dimaksud  di mana maratua Paradise Resort saat ini berada. Yaitu Pulau paling besar yang disebut  Maratua saja. Sementara nama-nama pulau kecil lainnya adalah Sidau, Pulau semut, Pulau Andongabu,  Pulau Sangalan, Pulau Bulingisan, Pulau Nisakoh, Pulau Bakungan , Pulau Nunukan, dan Pulau Pabahanan. Sekalipun tak terlihat dari maratua Paradise Resort Pulau ini dihuni sekitar 3168 jiwa yang sebagian besar merupakan masyarakat Suku Bajo dengan mata pencaharian utamanya nelayan.

Rombongan Meet and Trip Derawan Fisheries  hanya melihat-lihat dan berfoto di Maratua Paradise Resort. Sementara beberapa orang dari rombongan lain asyik snorkeling diperairan tak jauh dari Resort. Sebuah kapal  bersandar di mulut pantai. Terangguk-angguk di sapa gelombang. Tak heran mereka terjun ke bawah sebab perairan Maratua mengandung isi berlimpah. Terumbu karang yang sebagian besar berasal dari jenis Fringing Reef. Selain tentu saja ikan-ikan yang hidup di sekitar karang dengan bentuk unik dan bahkan aneh dengan warna-warni menakjubkan.

Di sekitaran maratua saya perhatikan juga terdapat hutan mangrove atau hutan bakau. Sekalipun saya tidak bisa membedakan terdapat sekitar 16 spesies mangrove di pulau maratua. Memandang ke bawah air jernih yang tembus pada kedalaman terlihat juga padang lamun atau sigas yang tumbuh di daerah berpasir. Tapi tidak banyak.Setelah sesi foto terakhir usai kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Pulau Kakaban sudah menanti.

Barisan pohon kelapa di belakang resort
Barisan pohon kelapa di belakang resort di Pulau Maratua

Sahabat JEI ingin menikmati perjalanan seperti ini?  Boleh hubungi kontak di bawah :

Harry Gunawan (Owner Derawan Fisheries)

Water Cottages & Tour Operator

Mobile:  0813 51319338

Email: [email protected]

 

60 thoughts on “Permata Biru Pulau Maratua

  1. Wah beruntung banget uni udah sampai ke situ. Btw aku gak ngerti dengan masalah kamera GoPro nya, jadi ada yang pakai memory nya atau bagaimana?

    1. Ternyata memory GoPro nya dipakai oleh anakku untuk membuat film, Bart. Dan doi tidak bilang-bilang. Makanya selama di Derawan mamanya jadi celeng deh, baru pakai dikit memori sudah penuh. Dicari Apa penyebabnya tidak ketemu. Ternyata ada penumpang gelap hahaha..

      Tapi jadi sedih beberapa video Terpaksa aku delete. Sampai-sampai yang penting pun terdelete secara tidak sengaja

    1. Amin. Pada kepincut ya dengan Derawan. Mungkin karena yang membawa kita jalan Mbahnya orang Derawan jadi tahu banget spot-spot yang menarik yang membuat kita jadi jatuh cinta berat, Mbak Agied. Aku juga kepingin balik

    1. Duduk seharian cuma melihat air seperti ini tidak membosankan kalau untuk saya, Gung. Apalagi kalau ada buku dan sambungan internet. Surga!

  2. Wiiih jelas banget ya gradasi lautnya Bu, dan lumba-lumbanya itu keren 🙂

    Wah, sedih banget kalau saya baru nyadar memori kamera penuh hahaha, makanya saya berusaha untuk segera backup ke harddisk sepulang dari ngetrip gitu 😀

  3. Betapa menyesalnya ya bu nggak bs merekam moment lumba2 menari. Tapi tak masalah, menyaksikan langsung juga suatu hal yg harus di syukuri.

    Mengenai resort, saya juga sering berpikiran begitu. Kenapa fasilitas2 wisata selalu punya orang asing. Bagaimana orang indonesia melihat masa depan pariwisata ya ..hahah

    1. Iya Mas Inggit..Kurang canggih aku dalam menangkap momen. Iya Alhamdulillah mata sempat melihat langsung, bagaimana kulit lumba-lumba yang licin itu berkilat sesaat keluar dari laut 🙂

    1. Jadi makanan di sini Enak pula ya, Mas Cum. Asik di trip berikutnya aku akan dibawa menginap di maratua Paradise Resort. Nanti aku tanya Mas umeda makanan rekomendasi di sini apa 🙂

  4. Maratua-Derawan-Kakaban impian banget buat didatangi. Semoga aku dan suami ada rezeki dan kesempatan kesitu. Ga usah jauh-jauh ke Maldives kayaknya. Mupeng euy liat foto-fotonya 🙂

    1. Nanti kalau mau jelajah terawan bilang sama aku saja, Mbak Eda. Aku jualan paket tour Derawan dengan harga persahabatan. Aku serius loh wkwkwkk…

  5. wowww ada lumba-lumbanya juga sana. pengen liat lumba-lumba secara langsung nih, tapi kalau aku ke sana jauh banget. sedangkan posisiku sekarang di bali, dan di bali pun tempat melihat lumba-lumba hanya ada di kabupaten singaraja… -_-” tetep jauh banget. cuma bisa ke tempat wisata terdekat. belum bisa punya modal traveling yang banyak.

    1. Bali juga nggak kekurangan destinasi wisata sih Mbak. Malah mata seluruh rakyat Indonesia dan mancanegara kepadanya. Jadi nyantai ajah 🙂

    1. GoPro itu ternyata mempunyai penumpang gelap di dalam, Mas Chocky. Saya tidak bisa mendeteksi nya karena formatnya beda dan tidak kelihatan dari HP 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?