Pesona Air Terjun Way Lalaan – Lampung

Propinsi Lampung yang terletak paling selatan dari pulau Sumatera ini menyimpan banyak pesona alam. Laut dan pantainya yang berwarna biru, jernih dan cantik sudah diakui banyak orang. Belum lagi danau, gunung-gunung dan hutan yang berisi kekayaan hayati siap menunggu para penjelajah dari berbagai pelosok bumi.

Salah satu pesona wisata Lampung adalah air terjun Way Lalaan. Tempat ini selalu ramai oleh wisatawan domestik terutama pada hari  besar nasional seperti Idul Fitri dan tahun baru. Kawasan yang berada di bawah kaki Gunung Tanggamus ini cocok melepas kepenatan bagi mereka yang jenuh pada hiruk-pikuk ibu kota. Lokasinya yang persis di bawah gunung hijau dan dan lebat, berudara sangat nyaman.

Memulai penurun
Memulai penurunan menuju lokasi air terjun

Terletak sekitar 8 km dari Kota Agung, ibu kota Kabupaten Tanggamus, Way Lalaan berada di tepi jalan Raya Kota Agung – Balimbing, tak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintahan Kabupaten Tanggamus. Dari arah Bandar Lampung di sebelah kiri, dari Kota Agung sebelah kanan. Untuk sampai ke lokasi kita harus masuk sekitar 300 meter dari pintu gerbang. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki, menuruni tangga semen yang kalau anak saya tak salah hitung jumlahnya 265 buah anak tangga!

Saat memandangi dari atas saya agak ngeri kalau harus ikut turun ke bawah. Bukan soal turunnya tapi soal naiknya nanti. Tapi setelah Valdi mengambil alih tas tangan dan menepuk-nepuk bahu saya memberi semangat tampaknya tak ada alasan untuk bercengeng ria. Dengan menguatkan hati anak tangga yang awalnya dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda itu saya jajaki satu persatu. Naiknya kumaha engke lah. Apa lagi dari atas sudah terdengar deburan air yang terhempas ke bawah. Gemanya menimbulkan debaran aneh terhadap perasaan. Ditambah lagi hujan baru saja usai yang menguapkan bau hutan ke udara. Jadi gak janji deh bila harus menunggu sendirian pada ujung anak tangga itu.

Sudah ketinggalan jauh tapi masih setia mengikuti
Sudah ketinggalan jauh tapi masih setia mengikuti

Tangga itu  awalnya dibangun pada tahun 1937. Mungkin untuk melengkapi prasarana tetirah pejabat Hindia Belandai di Gisting yang tak jauh dari Way Lalaan. Maklum lah Gisting memang kota dataran tinggi dengan udara yang sejuk. Sekarang berstatus sebagai kota kecamatan, berada di ketinggian ±700m dpl dengan suhu udara sekitar 18-28 Celcius. Jika teman berkunjung ke Gisting jangan lupa eksplorasi bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda seperti Rumah Sakit, Sekolah dan Gereja.

air terjun way lalaan

Air terjun Way Lalaan sebenarnya bertingkat dua. Hanya sayang tingkat pertama tidak kelihatan dari lokasi wisata ini. Airnya yang jatuh itu berasal dari Way ( bahasa Lampung dari sungai) Lalaan dan bermura ke Teluk Semangka. Saya tidak tahu apakah mandi dengan menggunakan sabun atau shampoo diijinkan ditempat seperti ini. Waktu itu terlihat beberapa keluarga bercengkerama di dalamnya sambil sabunan dan shampoan. Kuatir saja kalau semua pengunjung berendam dan berbilas dengan cara seperti itu akhirnya  Way Lalaan akan tercemar.

Salam,

72 thoughts on “Pesona Air Terjun Way Lalaan – Lampung

  1. Ketika dinas di Palembang saya sering ke Lampung tapi belum pernah ke air terjun ini jeng.
    Pasti ramai pengunjungnya ya selain wisata gajah Way kambas.
    Terima kasih infonya
    Salam hangat dari Surabaya

  2. pulau besar yang belum saya jejakkan kaki saya ya sumatra dan irian, bunda.. sepertinya asik juga di sana, tapi sekilas dari foto kok airnya rada keruh ya..??

    di malang, jawa timur, banyak bunda air terjun, biasa juga disebut COban.. dan hampir 5 coban sudah sya kunjungi.. segarrrr…dan tentunya beeeerrrrrr….dingin.. 🙂

    1. Mas Muat, ceruk tempat jatuhnya air ini bawahnya tanah liat. Sdh begitu, aku datang sore, sehabis hujan lebat dan tampaknya siang banyak orang yg mandi disini. Aku kira itu penyebab airnya agak keruh.

      Semoga suatu hari, aku bisa mengunjungi coban2 di Malang, Mas 🙂

  3. ke lampung sekali waktu cuma nyobain pemandian air panas sama lihat gajah dan pantai pasir putih. ga kesampean liat air terjun 😀

  4. saya pernah ke lampung tp nggak sempat kesampaian ke tempat” wisatanya….lihat fotonya yg anak tangga seperti di bogor di curug seribu… 🙂

  5. Kab. Tanggamus memang memiliki obyek wisata yang lengkap ya bu, dari laut/pantai, pegunungan, air terjun, tapi sayangnya tidak terkelola dengan baik terutama masalah promosi.

    1. Benar sekali Pak Hasbullah. Lampung ini ibarat gadis cantik kurang gaul, ngumpet saja di rumah. Lah siapa yg mau menjambangi kalau gak ada yh tahu kecantikannya yah…:)

    1. Mbak Mon, Lampung itu pasti kangen banget menunggumu. Mereka pasti senang banget mejeng di blogmu kelak hehe…Ayuh pakai rayuan jitu agar suami mau mblusuk di kampung halaman sendiri…

  6. keren bu Ev….
    lihat photo pertama jadi ingat curug lontar disini, posisi melihat ke arah curugnya sama dg photo di atas… sempet macing di sana, posisi mancing menghadap curugnya..
    sayang curug lontar disini belum di garap untuk tujuan wisata…

    1. Pasti banyak ikan di curug lontar ya Kang. Di Way Lalaan aku lihat banyak ikan2 kecil yg sdg berenang. Tampaknya tak terpengaruh oleh kehadiran manusia di sana

  7. Rasanya seger dan ademm ya, Bu Evi. Postingan yang asyik neh… Semoga suatu saat kalo ke Lampung bisa ke sana.

  8. air terjunnya bagus, tingginya berapa meter itu sahabat? btw anaknya rajin sekali ngitung anak tangga 🙂
    salam kenal 🙂
    makasi infonya, berharap suatu saat bisa berwisata ke Lampung 🙂

    1. Yah saya lupa memasukan informasi ketinggian dalam tulisan, sahabat Uni (maaf ini pabggilan atau nama ta?). Ketinggiannya kurang lbh 11 meter. Salam kembali Uni, senang berjumpa dngmu 🙂

  9. Cantiknya Way Lalaan sungguh mempesona, lingkungannya masih asri banget ya Uni, turun tangga perlu perjuangan, apalagi naiknya ya… 265. (kali x kalori setara dengan aerobik ya Uni). salam

    1. Mbak Prih, tampatnyaemang asyik buat menikmati buncahan air dan udara pegunungan. Tp ketinggiannya itu lho, yg bikin lutut gemetaran hehe…

  10. sebagai warga tanggamus seneng bisa liat tulisan ttg way lalaan dari para pelesir, dari way lalaan naik sedikit ke pemda tanggamus akan tampak pemandangan yang indah, kita dapat memandang birunya laut dan hijaunya pegunungan, udara terasa begitu sejuk…. salam hangat dari kami semoga bisa berkunjung kembali kekabupaten tanggamus dan menjelajah kepelosok tanggamus lagi yang lebih cantik “Teluk Kiluan”

    1. Bu Ida, saya juga senang tulisan saya dibaca orang Tanggamus. Iya kerabat juga menyarankan agar melihat ketinggian tanggamus dari tempat itu Bu. Namun waktu kami sampai disana hari sdh sore, habis hujan pula..Sementara juga pengen mampir ke Gisting. Jadinya ya cepat-cepat deh..Tapi Tanggamus emang kota yang cantik Bu..:)

  11. duuh kalo lihat air terjun rsanya pengen nyebuur Mbaaa…
    berdiam diri, membiarkan air terjun membasahi seluruh tubuh ciyee..
    Mba Eviii ga ngajak2 yah..

    1. Aku membayangkan nyebur disitu pasti dingin banget Cik. Habis udaranya saja sudah dingin apa lagi airnya. Jadi gak berani turun aku hehehe…

  12. Meski kalah indah dengan air terjun Way Lalaan, kebetulan beberapa ratus meter dari desa kelahiran saya ada air terjunnya yg bersih. Kalau ke air terjun itu cukup jalan kaki…

  13. sudah lama sekali saya tidak ke lampung…. dulu sempat ke pasir putih.. boleh juga nih sekali sekali ke sini lagi… menarik kayaknya…

    1. Kalau memang berkinjung ke Tanggamus dan sekitarnya, destinasi ini layak dikunjngi Mas Hindri..Yang ngitung sedang iseng soalnya 🙂

  14. Mbak, pas liat foto pertama itu, yang aku perhatiin malah anaknya mbak Evi…hahahaha…keren yaa…wkwkwkwk… Langsung ngebayangin tar kalo Raja gede nanti kayak gimana 😀

    Air terjunnya cantik sekali ya mbak….Sayangnya aku belom pernah nyampe Lampung..

  15. Wow, air terjun nya cantik sekali mbak, jadi pengin berendem :D. Walau dr jakarta tinggal nyebrang, saya belum pernah ke lampung nih… 🙂

  16. Asslaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Dalam kesempatan yang ada (sibuk) hari ini, saya dengan hati yang tulus ikhlas ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H.

    Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.
    MAAF ZAHIR DAN BATIN.

    Salam Iedul Adha yang mulia dari Sarikei, Sarawak.

  17. Pemandangan air terjun yang sangat indah.
    Saya jarang sekali dapat menikmati suasana seperti ini kerana di tempat saya tidak ada. yang ada hanya jaluran air sungai yang kecil untuk perkelahan di hujung minggu.

    Fotonya sangat menarik dan saya menikmati pemandangan itu dari ketikan mata lensa mbak Evi yang sangat bagus.

    Salam manis buat mbak Evi di sana dan selamat berlibur mbak. 😀

    1. Waalaikum salam Mb Siti..Terima kasih ya..Semoga suatu saatb Siti dpt berkunjung ke Indonesia. Dan nenyilau tempat wisata kami yg banyak sekali ragamya 🙂

  18. akomodasinya untuk ke tempat air terjunnya udah bagus ya mbak.. tinggal dikembangkan dan dipromosiin dikit lagi pasti langsung bisa populer 🙂

    cantik!

    1. Terima kasih atas perhatiannya Mbak El. Emang beberapa hari lalu blog ini eror mulu. Ternyata ada masalah dijaringan internasional tempat server blog ini bercokol Mbak El 🙂

  19. hijaunya pepohonan berpadu dengan sejuknya udara & keindahan air terjun ya mbak.. ah, mudah2an suatu saat saya bisa kesana juga…

    1. Amin. Semoga Mbak Mechta dan keluarga sampai di Lampung. Banyak yang bisa dilihat dan disigai disini Mbak..Jalan 3 hari saja, bisa deh ngumpulin bahan tulisan untuk satu tahun..Habis Lampung itu potensial banget sih Mbak..Banyak banget yg belum di gali disana 🙂

  20. Saya belum pernah ke lokasi air terjun yang berada langsung di pinggir jalan…
    Selalu diawali dengan jalan yang penuh tangga seperti air terjun way laan ini. Kadang juga cuma batu2…

  21. loh wong lampung yah? kangen gisting. kangen soto depan gereja gisting. dan ternyata da keren ternyata way lalaan. 17 tahun lalu waaa masih hutan belukar. salam kenal viii

  22. Ping-balik: Taman Wisata Guci - Jurnal Evi Indrawanto
  23. Air terjun ini cendrung tidak terpelihara dengan baik. Sangat disayangkan sekali. Apalagi penduduk sekitar justru kadang sering membuat tidak nyaman para wisatawan. Sebenarnya air terjun itu ada 2(dua) lokasi. Yg jauh kedalam lebih bagus. Sy kebetulan lahir dan besar di Tanggamus. Sedikit banyak tau tentang keadaan masyarakat disekitar situ.

    1. Sayang yq Mas Zukril, aset berharga jadi kurang dipelihara. Mestinya Dinas Pariwisata melalakukan sesuatu agar tumbuh kesadaran pariwisata dalam masyarakat setempat 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?