OldTown White Coffee Alam Sutera memanggil kita lewat kepulan uap hangat yang membawa rindu. Jika Sobat JEI sedang mencari tempat singgah untuk kopi dan makanan enak di sekitar Serpong, di sinilah salah satu pelabuhan yang tepat.
Mari saya ceritan tentang romantisnya secangkir kopi Ipoh dari tahun 1958, kelezatan menu peranakan otentik, dan kisah di balik mangkuk Prawn Meehoon Mee yang segar.
Saya akan akan mengajak Sobat JEI meresapi nyamannya suasana family resto ini, mengulik rahasia menu yang berganti setiap tiga bulan, hingga keseruan ritual memotret makanan sebelum makan.
Romansa Kopi Klasik dari Ipoh
Tahukah Sobat JEI dari mana asal mula nama white coffee? Kopi ini sejatinya tidak berwarna putih susu. Catatan kuliner historis menunjukkan bahwa para imigran Hainan di Malaysia pada pertengahan abad ke-19 punya trik khusus. Mereka menyangrai biji kopi menggunakan margarin tanpa tambahan gula. Teknik sangrai inilah yang menghasilkan warna seduhan lebih cerah dan memunculkan jejak rasa karamel yang membuai lidah.
Resep rahasia ini OldTown jaga dengan ketat sejak pertama kali berdiri di Ipoh pada 1958. Mereka memadukan tiga pilar kopi utama: Arabika, Liberika, dan Robusta dalam takaran presisi. Hasilnya adalah harmoni aroma wangi yang menari-nari di udara.
Duduk santai di sudut ruangan kafe ini serasa menyesap jejak waktu. Sungguh sebuah tempat singgah untuk kopi dan makanan enak yang merawat nostalgia bersama sahabat tercinta.
Menggoda Selera di Tengah Hujan Alam Sutera
Jumat, 28 November lalu, hujan menderas membasahi bumi sejak sore. Sebenarnya malas keluar, tapi sudah janjian dengan teman-teman blogger untuk meetup di sana.
Dan kemudian tidak salah saya menerobos hawa dingin karena sesampai di sana langsung bertemu dengan kehangatan OldTown White Coffee Alam Sutera. Lokasinya sangat strategis di dalam mal Living World yang apik. Sebagai warga Tangerang, jarak sedekat ini tentu sangat memudahkan langkah kaki.
Setelah bincang-bincang ringan dengan teman-teman, kami mulai memesan kopi dan makanan.
Saya memilih Prawn Meehoon Mee dan segelas Teh Tarik yang mengepul hangat. Jujur saja, saya memiliki riwayat alergi udang. Hati sempat berdebar cemas saat pesanan tiba. Namun, melihat kuah merah merona yang menggoda, pertahanan saya langsung runtuh. Kuah kaldu udang bergaya Hokkien Hae Mee ini memang istimewa. Rasa umami yang tebal biasanya berasal dari rebusan kepala dan kulit udang berjam-jam lamanya. Rasanya gurih, asam, dan langsung menyegarkan jiwa.
Hebatnya, alergi saya sama sekali tidak kambuh! Ini bukti nyata bahwa mereka memakai bahan baku laut yang sangat segar dan berkualitas tinggi. Mas Agus Salim dan Mbak Agusnur Lase dari manajemen pasti bisa bernapas lega karena tidak perlu repot mengurus pelanggannya yang gatal-gatal karena alergi.
Merayakan Pertemanan Lewat Ritual Makanan
Majalah National Geographic pernah mengulas fenomena sukaria bersama makanan. Makan bersama atau commensality secara psikologis terbukti memicu pelepasan hormon endorfin. Hormon ini menguatkan ikatan sosial dan memanjatkan rasa syukur kita. Singkatnya, makanan bukan sekadar bahan bakar lambung, melainkan bahasa tanpa kata yang merekatkan pertemanan.
Kegembiraan ini tergambar jelas saat pesanan teman-teman tiba di meja. Apakah kami langsung menyantapnya? Tentu saja tidak! Ritual wajib blogger segera mengambil alih. Kami memandang hidangan tersebut dengan takjub, lalu sibuk memotretnya dari berbagai sudut.
Kami bahkan rela berpindah kursi hanya untuk memotret makanan pesanan teman di sebelah. Bayangkan adegan lucu ini terjadi di tengah kafe!
Pilihan Menu yang Fleksibel
Old Town White Coffee Alam Sutera menyediakan dua gaya penyajian: Ala Carte dan Set Menu. Pilihan Ala Carte sangat membebaskan Sobat JEI yang datang berombongan.
Kita bebas bereksplorasi memilih Ipoh Chicken Hor Fun yang lembut, Mee Rojak, atau aneka Kaya Toast yang renyah. Sementara untuk acara keluarga yang lebih resmi, Set Menu siap melayani secara elegan mulai dari hidangan pembuka hingga penutup.
Dinamika Menu Peranakan yang Selalu Segar
Agar pelanggan selalu rindu untuk kembali, manajemen rutin mengganti menu mereka setiap tiga bulan sekali. Mbak Agusnur Lase, Marketing Manager, membocorkan sedikit prosesnya. Gerai lokal akan mengajukan daftar menu, lalu kantor pusat di Malaysia menyeleksi dan memvalidasinya secara ketat.
Rotasi menu seperti ini merupakan strategi jitu dalam industri kuliner untuk merawat rasa penasaran pelanggan setia.
Pihak manajemen mendatangkan sebagian besar bumbu utama langsung dari Malaysia demi menjaga otentisitas rasa. Namun, mereka juga sangat pintar merangkul kearifan lokal. Bahan-bahan segar yang mudah rusak di jalan mereka ambil dari pasokan lokal terbaik agar pas dengan lidah Indonesia. Perpaduan ini sangat halus, sampai-sampai dulu saya sempat mengira resto ini lahir murni di Indonesia (tolong abaikan pemikiran norak saya yang satu ini!).
Dari Ipoh, sayap bisnis mereka kini telah membentang ke Singapura, Tiongkok, dan Indonesia. Saat ini terdapat 15 gerai yang beroperasi dan 10 gerai baru sedang bersiap menyapa para penikmat kuliner di tanah air.
Mari kita rayakan indahnya pertemanan bersama makanan yang enak, Sobat JEI!
Ini sebagian contoh hidangan Ala Carte yang dipesan teman-teman 🙂

Alamat OldTown White Coffee – Living World Alam Sutera Ground Floor G-19 & 19A, Alam Sutera Tangerang Telepon: 021 5312 5502
eviindrawanto.com

