Pesona Uang Dalam Kehidupan

Pesona Uang – Dan Ketertikatan Kita Kepadanya.

Uang Peradaban Yunani Kuno. Financeologist.com

Suatu hari saat berada di belakang truk besar saya membaca tulisan ini: ada uang abang sayang, tidak ada uang abang ditendang. Para seniman pengukir badan truk memang punya cara sendiri mengekspresikan perasaan terhadap dunia. Banyak sekali yang membuat tertawa saat dibaca. Seperti “Kutunggu jandamu, 2 anak cukup, 2 istri bangkrut, Cinta abang untuk Eneng seorang..”. Biasanya juga disertai berbagai gambar perempuan berpose seronok.

Balik ke pesona uang. Tulisan di belakang truk tadi ditujukan untuk perempuan, tak selalu benar namun mungkin ada benarnya.  Di jaman serba matre begini bagi sebagian wanita tak terhindarkan bahwa cinta itu ada korelasinya dengan uang. Sikap pragmatisnya adalah : Emang sukar bersayang-sayang dalam kondisi kekurangan uang? Emang cinta bisa dimakan? Eh mati juga butuh uang..dll.

Peradaban Ekonomi Uang.

Ilmu ekonomi tradisional (sistem barter) mendefinikan uang sebagai alat tukar. Jadi bisa berupa benda apa saja, tak selalu kertas atau logam seperti yang dikenal sekarang. Asal terjadi kesepakatan bahwa suatu benda syah dijadikan  alat tukar barang atau jasa, maka benda itu disebut uang.Roti, kambing, bahkan kerang-kerangan pernah digunakan  sebagai uang. Contohnya 1 liter susu bisa ditukar dengan 5 potong roti.

Benda ini pernah berfungsi sebagai uang. janeresture.com

Dalam ilmu ekonomi moderen dimana sistem keuangan sudah berlaku, definisi tentang uang  lebih kompleks. Uang tak sekedar alat pembayaran. Uang juga mewakili nilai dan tingkat kekayaan seseoran selain sebagai alat pembayaran utang. Bahkan ada yang bercanda mengatakan bahwa uang juga berfungsi sebagai alat penunda pembayaran.

Tak masalah bagaimana tingginya pesona uang, sejatinya fungsinya cuma tiga: alat tukar, satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.

Pesona Uang Moderen Sebagai Alat Tukar

Sebagai alat tukar atau medium of exchange, uang modern mempermudah kegiatan pertukaran. Bayangkan repotnya bila yang dibutuhkan sehelai baju tapi harus menghela segoni gula semut ke pasar? Terjadi pula ketidak singkronan.  Baju yang dibutuhkan cuma katun sederhana yang nilainya tak lebih dari Rp. 100.000,- sementara segoni gula semut bernilai 4 kali lipatnya.  Atau si penjual baju tidak membutuhkan gula semut melainkan beras. Yah ekonomi barter memang merepotkan

Pesona Uang Sebagai Satuan Hitung

Fungsi uang selanjutnya sebagai satuan hitung (unit of account). Ia digunakan sebagai penunjuk nilai atas berbagai barang/jasa yang diperjual belikan. Menunjukkan besarnya kekayaan, menghitung besar kecilnya utang, dan alat penunjuk harga atau satuan hitung.

Pesona Uang Sebagai Penyimpan Nilai

Fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika saya menerima  pembayaran atas gula semut, maka uang tersebut bisa disimpan untuk membeli barang dan jasa di masa mendatang.

Uang yang Tak Mempunyai Jati Diri.

Satu lagi pesona uang adalah ia tidak mempunyai jati diri. Tidak punya silsilah dan keterikatan dengan penggunanya. Ketika orang punya seratus ribu di dompet dan menggunakan dalam pertukaran, secara absolute uang akan terlepas ikatannya dari kita sebagai pemilik terdahulu.

Maksudnya coba periksa  uang yang berada dalam dompet atau bank account teman-teman sekalian. Selain tahu sumbernya dari mana apakah diketahui dulu pemiliknya siapa? Tidak! Uang yang telah atau dibelanjakan atau diberikan tidak menyisakan jati diri si pemiliknya terdahulu.

Uang Sebagai Pengubah Nilai

Uang juga berlaku sebagai faktor perubah nilai . Merubah nilai kualitatif menjadi nilai  kuantitatif. Saya pernah terkesima pada nilai yangditawarkan seorang kolektor pada lukisan Afandi yang tergantung di tembok rumah salah seorang kerabat saya. Hampir 1 M rupiah. Sampai bengong, coretan awut-awutan yang diberi judul sebagai Teratai oleh pelukisnya ditawar IM dan pemiliknya belum mau melepas karena beranggapan nilainya lebih dari itu.

Grazy kan?!

@eviindrawanto

Sumber : Wikipedia

29 thoughts on “Pesona Uang Dalam Kehidupan

  1. iya juga un, bisa jadi uang lima ribuan yang aku pegang sekarang adalah uang lima ribu yang uni belanjakan minggu kemarin. Uang itu melanglang buana dari sabang sampai merauke, tak peduli siapa yang memilikinya. ia terus berpindah.

    1. Sayangnya uang tak boleh ditulisi ya, May..Kalau boleh kan bisa dijadikan papan pesan, seperti mengirim pesan dalam botol, terus dihanyutkan di lautan. Kalau boleh ditulis dan tetap laku, bayangkan apa saja yang akan ditulis orang di atasnya? Hehehe..

  2. Walau uang tidak menyisakan jadi diri seorang pemiliknya, namun dia dapat menunjukan suatu jadi diri bagi orang tersebut. Namun, bukan berarti suatu jati diri dapat di beli atau dihargai dengan uang.

    Sederhana namun bermakna. Nice…..

    Salam wisata

  3. Dari beberapa jenis bahan pembuat uang, Nabi Muhammad hanya mensahkan emas dan perak sebagai materinya. Yakni, antara materi uang dengan nilai yang dilekatkan itu sama. Sehingga, prinsip barter seperti yang dulu itu, tetap berjalan. Dan inilah prinsip jual beli dalam pandangan Islam, yakni kesetaraan antara benda yang dibeli dengan alat tukarnya.

    Kalau uang kertas ataupun logam yang saat ini kita gunakan, sesungguhnya nilai materinya tidaklah sama dengan benda yang ditukar. Misal uang kertas pecahan Rp. 100.000. Harga kertas yang digunakan, tentulah sangat jauh di bawah Rp. 100.000. Kertas ukuran kecil tersebut menjadi mahal, lantaran nilai yang dilekatkan kepadanya.

    Kayaknya asyik juga kalau kita kembali menggunakan uang emas dan perak (dinar dan dirham) ya Uni, sebagaimana pernah dilakukan oleh nenek moyang kita dahulu… Oya, ibu saya masih menyimpan rupiah emas peninggalan nenek, walaupun cuma satu, hehe..

    1. Asal ada pecahan kecil utk membeli barang2 remeh temeh seperti garam, emang lebih adil kalau duitnya balik ke dinar dan dirham ya, Nyiak. Asal emas dan peraknya gak digumpil2 utk mengurangi beratnya hehehe…

  4. wah..baru saja menulis tentang uang, mampir ke sini..kok tulisannya tentang uang juga ya ? walaupun dari pojok yang berbeda…ha ha ha… kapan janjiannya ya kita?
    tapi bener banget tuh… pemilik uang tak pernah bisa meninggalkan jejaknya pada uang, sehingga tak pernah ketahuan bahwa ia pernah menjadi tuannya di masa lalu ya.. Andai saja bisa dipasangin chip… jadi dia bisa berkisah kepada kita,sudah pernah menclok di mana saja selama ini..

  5. Uang Tak Punya Jati Diri …

    Saya dua tiga kali membaca paragraf yang satu ini …
    dan kemudian … pikiranpun menerawang kemana-mana …

    hahaha

    Salam saya Bu Evi

  6. Saya menjadi ingat pelajaran saya tentang ekonomi dulu sewaktu SMP dan SMK.

    Uang sebagai alat tukar menukar barang dan jasa.

    Terimakasih Mbk Evi, sudah kembali mengingatkan saya tentang pelajaran rumit, yang selalu ku nantikan itu. (masalahnya gurunya cantik) Hehehheehe

    1. Nah itu yang bikin aku terheran dan gak habis pikir, Ko. Mungkin itu yg disebut duit udah gak berseri kali ya..Gak masalah jumlahnya lagi tapi gengsi yang akan didapat setelah membeli 🙂

  7. Kalo saya .. lepas saja lukisannya, kak.
    *ilangfokus*

    TUlisan yang apik, kak Evi. Uang memang mempesona karena fungsi2 itu ya.

  8. He3x saya juga sering senyum2 sendiri jika baca tulisan di belakang truk, lain lagi klo supirnya orang padang. Klo disurabaya ada ‘arek arek suroboyo’, klo mereka ‘arek arek lungga’ 😀

    1. Itu semacam pelepas rasa bosan kali ya, Pakded..Dan coret-coret di belakang truk itu membentuk komunitas sendiri di dalam area transportasi..

    1. Iyah truk di negeri kita punya kreativitas sendiri dalam mengungkap derita Mbak Nella..Kalau di Germany orang mungkin sudah malu curhat di depan publik kali ya hehehehe,,

  9. Mbak Evi selalu menuliskan hal-hal penting yang kadang luput dai perhatian saya. Masalah uang. Bagi saya uang adalah alat tukar. Tapi sayangnya, uang sekarang juga dibuat sebagai pengelompokan kelas dalam masyarakat. Memang semuanya butuh uang, tapi tak semuanya dapat diselesaikan dengan uang.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?