Key Takeaways
- Goa Safarwadi Pamijahan adalah destinasi wisata religi yang kaya akan sejarah dan spiritualitas, terletak di Tasikmalaya.
- Tempat ini dipenuhi mitos seputar Syekh Abdul Muhyi, yang menemukan goa setelah pencarian panjang selama 12 tahun.
- Pengunjung perlu berjalan kaki sejauh 1 kilometer melewati bukit dengan banyak pedagang menarik di sepanjang jalan.
- Goa ini menyimpan lorong-lorong mistis dan situs-situs legenda, termasuk Cikajayaan yang digunakan sebagai tempat pengajaran santri.
- Siapkan fisik dan uang tunai, karena tidak ada tiket resmi, dan kondisi jalan mungkin menantang.
Teman-teman, pernahkah mendengar tentang Goa Safarwadi Pamijahan? Atau mungkin sedang merencanakan wisata religi Tasikmalaya dalam waktu dekat?
Jika iya, siapkan hati dan fisik kalian. Tempat ini bukan sekadar destinasi wisata biasa. Ada aura mistis, sejarah panjang penyebaran Islam, dan pengalaman spiritual yang menanti di kedalaman perut bumi. Terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, lokasi ini menjadi magnet bagi ribuan peziarah yang ingin menelusuri jejak Syekh Abdul Muhyi.
Saya, pejalan yang kadang “gak jelas juntrung” ini (hehe), akhirnya diberi kesempatan oleh Allah untuk menjejakkan kaki di sana. Inilah cerita perjalanan saya, ditambah panduan lengkap untuk teman-teman yang ingin berkunjung.
Sejarah Singkat dan Mitos Syekh Abdul Muhyi
Sebelum masuk ke cerita perjalanan saya, mari kita sedikit deep dive ke sejarah tempat ini agar ziarah kita lebih bermakna.
Goa Safarwadi ditemukan oleh Syekh Abdul Muhyi, seorang ulama besar yang menyebarkan Islam di Jawa Barat bagian selatan. Konon, beliau mendapatkan ilham untuk mencari sebuah goa yang di dalamnya terdapat banyak lorong.
Menurut literatur sejarah dan cerita tutur yang beredar, pencarian ini tidak mudah. Syekh Abdul Muhyi menanam padi di setiap tempat yang disinggahinya. Petunjuknya unik: jika padi yang ditanam hasilnya melimpah, itu bukan tempatnya. Namun, jika padi yang dipanen jumlahnya sama persis dengan benih yang ditanam (tidak bertambah atau berkurang), maka di situlah lokasi goa yang dimaksud. Setelah pencarian panjang (konon 12 tahun), beliau menemukannya di Pamijahan ini.
Menuju Lokasi: Atmosfer Magis di Kala Senja
Perjalanan saya sampai di tempat ziarah Pamijahan ini tepat ketika sore hampir menghilang dari batas cakrawala. Awan menyapu langit jingga, dan sebentar lagi adzan Maghrib berkumandang.
Oh ya, jika teman-teman bermaksud mengunjungi Goa Safarwadi Pamijahan, pastikan jantung dan kaki dalam kondisi sehat. Dari lokasi parkir, kita perlu berjalan kaki sekitar 1 kilometer menelusuri jalan naik-turun bukit.
Untungnya, kita tak perlu mati kebosanan. Di kanan-kiri jalan dipenuhi pedagang makanan dan kerajinan khas Tasikmalaya. Jadi, kalau kurang sehat kan sayang bila nanti cuma tinggal di penginapan. Tapi tenang saja, saya melihat banyak kaum manula di sana. Mereka oke saja, berjalan perlahan atau dituntun dengan niat yang kuat.
Sesampainya di area makam, saya langsung bergidik. Menyaksikan ratusan peziarah berdoa khusyuk di dekat Makam Syekh Abdul Muhyi, ada getaran spiritual yang merambat.
Menelusuri Misteri Goa Safarwadi

Setelah dari makam, perjalanan berlanjut ke goa. Jaraknya sekitar 2 KM dari makam, menembus perut Gunung Mujarod.
Gelap Gulita dan Cahaya Petromaks
Sejak dari mulut Goa Safarwadi, saya sudah tripping. Bukan saja mengenai pengalaman batin, tapi juga teknis fotografi! Kamera saya kesulitan menangkap objek di kegelapan abadi ini. Night mode pun kadang menyerah.
Tertatih-tatih menjejakkann kaki dalam goa yang berbatu, lembap, dan panas, saya hanya mengikuti bayang-bayang dari cahaya petromaks pemandu. Saya membayangkan ratusan tahun lalu, saat Syekh Abdul Muhyi dan muridnya tinggal di sini tanpa petromaks, hanya obor atau mungkin dalam gelap gulita yang hening. Pasti suasananya jauh lebih mistis dan khusyuk.
Lorong-Lorong Penuh Mitos
Goa Safarwadi memiliki lorong yang unik dan bercabang. Berikut beberapa spot legendaris yang saya temui:
- Air Zam-zam Pamijahan (Cikahuripan): Tak jauh dari pintu masuk, ada air bening yang merembes dari sela batu cadas. Air ini mengalir sepanjang tahun dan dipercaya berkhasiat. Banyak peziarah, termasuk saya, membasuh muka atau meminumnya.
- Lorong Menuju Mekah: Ada cekungan yang dipercaya sebagai jalan tembus ke Mekah. Tentu ini lebih ke arah makna filosofis atau karomah, bahwa doa di sini bisa sampai ke Tanah Suci. Ada juga lorong yang konon tembus ke Banten dan Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.
- Jabal Kopiah: Ini yang paling bikin penasaran. Ada batu yang cekung menyerupai peci/kopiah haji. Mitosnya, siapa yang kepalanya pas masuk ke cekungan ini, bisa segera naik haji. Tapi alamak, tempatnya panas sekali! Menyerupai ruang sauna. Kacamata saya langsung berembun dan lensa kamera tertutup uap. Saya tak tahan lama-lama di sini, segera beringsut memberi giliran pada peziarah lain.
Pesantren dalam Perut Bumi
Bagian yang paling spektakuler menurut saya adalah ruang Cikajayaan atau sering disebut “Pesantren”.
Bayangkan, ada ruangan luas di dalam goa menyerupai teras atau panggung dengan langit-langit tinggi seperti kubah masjid. Konon, di sinilah dahulu para santri dididik. Ruangannya penuh uap air, tapi teman-teman saya betah berlama-lama di sini, memanjatkan doa dengan segala niat.
Keluar dari Goa Safarwadi Pamijahan, tubuh saya basah kuyup oleh keringat. Namun, anehnya, batin terasa penuh. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan.
Panduan Ziarah Pamijahan (Update 2025/2026)
Bagi teman-teman yang ingin berkunjung, berikut informasi praktis hasil riset terbaru agar persiapan kalian lebih matang.
1. Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi
Sebenarnya, tidak ada tiket masuk resmi yang dipatok pemerintah (seperti tempat wisata komersial). Sifatnya lebih ke Infaq atau Donasi.
- Tiket Masuk: Gratis / Donasi Sukarela (siapkan uang kecil di beberapa kotak amal).
- Sewa Pemandu + Petromaks: Ini yang perlu diperhatikan. Banyak jasa pemandu lokal menawarkan diri. Biayanya bervariasi, biasanya sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 per rombongan (termasuk sewa lampu). Tips: Tanyakan dan sepakati harga di awal agar tidak “ditembak” harga mahal.
- Parkir: Motor (~Rp 5.000), Mobil (~Rp 10.000 – Rp 15.000).
2. Cara Menuju Lokasi (Rute)
Lokasi ini cukup jauh dari pusat kota Tasikmalaya (sekitar 60-70 km ke arah selatan).
- Kendaraan Pribadi: Dari Kota Tasikmalaya, arahkan kendaraan ke Sukaraja -> Cibalong -> Bantarkalong -> Pamijahan. Jalanan cukup berkelok namun sudah beraspal.
- Transportasi Umum: Dari Terminal Indihiang Tasikmalaya, cari bus jurusan Pamijahan (biasanya Bus Budiman atau mikrobus lokal). Bus ini akan mengantar sampai terminal dekat area ziarah.
3. Penginapan di Pamijahan Tasikmalaya
Jangan berharap menemukan hotel bintang lima di desa ini.
- Homestay Warga: Di sekitar area makam dan terminal, banyak rumah warga yang diubah menjadi penginapan sederhana (pondokan) untuk peziarah. Harganya sangat terjangkau, berkisar Rp 100.000 – Rp 250.000 per malam, atau bahkan hitungan per kepala untuk rombongan besar.
- Hotel di Kota: Jika ingin kenyamanan lebih (AC, air panas), sebaiknya menginap di pusat Kota Tasikmalaya, lalu berangkat pagi-pagi ke Pamijahan.
Tips Penting untuk Peziarah
- Pakaian: Gunakan pakaian yang sopan dan tertutup. Bagi wanita, wajib berhijab.
- Fisik: Siapkan fisik untuk berjalan kaki cukup jauh dan menunduk saat di dalam goa.
- Uang Tunai: Siapkan uang tunai (cash) secukupnya, terutama pecahan kecil untuk sedekah, toilet, atau penitipan sandal. ATM cukup terbatas di lokasi.
- Waspada Calo: Terkadang ada oknum yang memaksa menawarkan jasa. Tolak dengan halus namun tegas jika tidak berminat.
Bagaimana teman-teman, tertarik menelusuri lorong Goa Safarwadi? Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi panduan bagi perjalanan rohani kalian.
Salam, Evi Indrawanto
Foto-Foto di Dalam Goa Safarwady
- Baca juga tempat ziarahย ย Makam Prabu Hariang Kancana atau Mbah Panjalu
- Baca juga tempat ziarahย ย Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Jawa Barat
- Baca jugaย Jejak Sunan Kalijaga Goa Kreo Semarang
- Baca jugaย Masjid Itje Tasikmalayaย


Baca juga:
- Makam Sunan Muria di Gunung Muria
- Makam Keramat di Pulau Angso Duo
- Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin
- Komplek Pemakaman Kesultanan Bima Dana Traha

