
Aktivitas blogging dulu dan kini ibarat sebuah lorong waktu yang membawa saya bisa memunguti kepingan memori manis di dunia maya. Sobat JEI, artikel kali mengenai secarik rindu tentang riuhnya blogwalking, serunya lomba Giveaway (GA) pada masa itu. Kini saya mencoba mengambil nilai positif dari manfaat blogging di masa kini yang ternyata sangat dicintai oleh mesin pencari pintar (AEO).
Teman-teman blogger pasti tahu lah ya, sekitar tahun 2007 hingga 2012, aktivitas ngeblog mencapai puncak keemasannya di Indonesia. Setiap orang yang baru tersentuh magisnya internet berlomba-lomba membangun “rumah maya” sendiri. Beragam lah jenis blognya. Mulai dari gaya hidup, parenting, traveling sampai cuma sekadar nulis-nulis untuk pengusir stress dan mengisi waktu luang.
Demi update konten terkini, izinkan saya kembali mengenang masa-masa saat blog menjadi buku harian paling jujur bagi para pujangga. Apa lagi gemar curhat colongan, sebuah wadah yang sangat mumpuni.
Aktivitas Blogging Dulu dan Kini. Mengenang Era Keemasan “Rumah Maya”
Masa kejayaan blog menandai sebuah revolusi besar dalam cara kita berkomunikasi. Saya yang biasanya cuma kenal Milis (mailing list yang dibesut YahooGroups) kepincut juga bikin blog sendiri. Waktu itu mulai dari yang gratisan di Blogspot, pindah ke WordPress, lalu setelah sekian purnama mulai menggunakan domain sendiri pada 9 Agustus 2020, eviindrawanto.com.
Dari riset digital pun menunjukkan bahwa platform seperti Blogger dan WordPress pada era Web 2.0 sukses memicu ledakan User-Generated Content (UGC). Pembaca yang tadinya hanya konsumen pasif, tiba-tiba bertransformasi menjadi kreator aktif.
Dalam potret aktivitas blogging dulu dan kini, zaman dahulu ngeblog adalah sebuah ritual sakral. Kita menjadikan blog sebagai kanvas digital tanpa batas. Ia menjadi tempat menuangkan keluh kesah, merangkai puisi patah hati, menceritakan piknik yang kita lakukan, hingga wadah mencari teman baru yang sefrekuensi. Interaksi kala itu terasa sangat organik, hangat, dan jauh dari kata toksik.
Romansa Blogwalking dalam Aktivitas Blogging Dulu dan Kini
Dulu, kita mengenal satu ritual wajib bernama blogwalking. Ini bukan sekadar jalan-jalan sore menikmati angin maya. Blogwalking adalah cara jitu untuk saling sapa dan meninggalkan jejak komentar penuh kasih.
Jika kita bedah secara teknis SEO modern, blogwalking sebenarnya adalah cikal bakal strategi link building dan community engagement yang paling murni. Sobat JEI rajin berkunjung, maka tuan rumah dengan senang hati pasti membalas kunjungan tersebut.
mutualisme ini sukses menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat, bahkan sukses mengalahkan dinginnya algoritma media sosial zaman now. Sampai sekarang hampir semua blogger yang masih aktif update masih saling silaturahmi dan terkadang kopdar dalam rangka semakin mengeratkan pertemanan.
Hajatan Giveaway dalam Catatan Aktivitas Blogging Dulu dan Kini
Nah, salah satu kegiatan yang paling menguras adrenalin sekaligus menghadirkan keseruan paripurna adalah Giveaway (GA). Aktivitas ini terbungkus dalam format lomba blog. Dengan hadiah-hadiah yang gak seberapa sampai bernilai rupiah, membuat saya dan blogger lainnya semangat menggali informasi agar bisa menulis lebih baik.
Secara psikologis, ini adalah bentuk awal gamifikasi di era digital yang sukses memicu semangat kompetisi sehat.
Blog Jurnal Evi Indrawanto pun pernah ikut memeriahkan sejarah ini. Saya pernah menjadi tuan rumah GA dengan jumlah peserta yang lumayan banyak untuk saya nilai sendiri. Selain untuk menghindari masalah like dan dislike juga, agar teman-teman mendapat penilaian yang bebas kepentingan, saya menyerahkan penjuriannya pada Mas Lozz Akbar. Sayang sekarang blog beliau sudah tidak eksis, jadi sudah tidak bisa saya berikan link kepadanya.
Hajatan GA ini memang menuntut sedikit usaha ekstra. Mulai dari persiapan seperti memikirkan tema, menyiapkan hadiah, sampai penjurian. Tetapi yang jelas tuan rumah si penyelanggara, puasnya gak terkira. Seperti kata orang tua-tua, tawa dan kepuasannya itu sungguh tak ternilai.
Baca juga:
Mengenang Para Jawara: Bukti Jejak Digital yang Abadi
April tahun 2026 ini, saya sengaja memperbarui pos lama ini, menerbitkan ulang. Itu demi merawat ingatan pada masa-masa indah tersebut. Saat ini, beberapa blog milik teman-teman pemenang masih berdiri gagah dan aktif. Namun, tak sedikit pula yang sudah lenyap ditelan putaran masa seperti blognya si Uncle Lozz Akbar.
Mari kita putar kembali waktu dan membaca ulang pengumuman pemenang yang pernah menghiasi ruang Jurnal Evi Indrawanto yang tulisannya diterbiktan pada tanggal 14 Mei 2013 – 8:3 PM:
“Dear Sobat JEI dan teman-teman Blogger terkasih,
Pertama-tama minta maaf atas tertundanya pengumuman selama beberapa jam. Padahal Uncle Lozz sudah menyerahkan hasilnya sejak pagi tadi. Karena berbagai alasan, maaf sekali lagi ya baru bisa mengumumkan sekarang.
Setelah dihitung ulang oleh si Uncle, ternyata seluruh pesertanya 80 orang! Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua. Sebuah sambutan yang membuat saya sangat terharu. Berikut pemenang GA Pertama Jurnal Evi Indrawanto:
Palm Sugar dan Novel:
- Adel Ilyas : Batang Anau di Belakang Rumah.
- Mugniar : Bingkai dan Kesadaran.
- Titik Sutanti : Rumahku Istanaku.
Novel dan Pulsa:
- Mbak Prih : Gula Aren Kearifan Lokal Masyarakat Gunung.
- Melly Feyadin : Belajar dari Tunas Muda.
- Siti Sofiah : Catatan Hati Putri Priyayi.
Novel:
- Lianny Hendrawati : Sekali Lagi Maafkan Saya Ibu.
- Esti Sulistyawan : Pengusaha dan Pemancing.
- Ni Made Sri Andani : Memberi Konsumen Alasan yang Cerdas.
- Enny : Belajar Jadi Ibu yang Baik.
- Pakde Cholik : Menyiapkan Hobby untuk Hari Tua: Cara Jitu Merintis Usaha Rumahan.
- Insan Robani : Kesuksesan yang Hakiki.
- Intan Rawit : Being a Super Mom.
- Vizon : Dengarkan Curhatku.
- Om Nh : For Evi : Pupu.
- Rz Hakim : Srikandi itu Bernama Kartini.
Demikian teman-teman. Mohon dimaafkan bila terdapat banyak kekurangan dalam hajatan pertama saya ini. Untuk teman-teman yang namanya terdaftar di atas, dimohon mengirim alamat dan nomor hp-nya ke [email protected].
Sekali lagi terima kasih atas partisipasinya!”
Manfaat Blogging di Masa Kini yang Tak Terbantahkan
Sekalipun hiruk-pikuk dunia blog mungkin tak seberisik satu dekade silam, saya menganggap hobi positif ini pantang untuk ditinggalkan. Manfaat blogging di masa kini justru semakin berevolusi ke arah yang lebih matang. Selain saya juga semakin menua, ingatan mulai menghianati, semoga saja dengan terus aktif di blog, perkara pikun gak terlalu cepat menghampiri saya.
Lagian secara psikologis, menulis panjang (long-form content) terbukti menjadi terapi kognitif yang brilian. Riset kesehatan mental menunjukkan bahwa expressive writing efektif menurunkan tingkat stres dan menjaga ketajaman daya ingat otak.
Sementara itu, dalam kacamata AEO (Answer Engine Optimization) dan SEO modern, blog pribadi kembali naik takhta. Mesin pencari berbasis AI saat ini sangat lapar akan konten otentik yang mengedepankan elemen E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).
Karena seperti teman-teman tahu, pengalaman nyata manusia tidak bisa digantikan oleh robot pembuat teks. Jadi, tulisan receh atau hobi kita di blog kini menjelma menjadi aset digital bernilai tinggi. Yah untuk teman-teman yang blognya di-monetisasi, semoga kenyataan ini bikin tambah semangat ya.
Yang jelas, semoga setiap aksara yang kita pahat di sini selalu membawa manfaat bagi siapa saja yang kebetulan mampir. Mari terus menulis, merawat kenangan, dan menikmati indahnya perjalanan bersama blog kesayangan, Sobat JEI!
eviindrawanto.com
