Torehan Rindu di Bawah Hujan

Sesorean tadi lingkungan tempat tinggal saya diguyur hujan. Lebat,agak berkabut dan sepanjang mata memandang tak terlihat tanda-tanda kehidupan dari rumah para tetangga.Mereka pasti lebih suka berakitvitas di dalam dan membiarkan langit menunaikan kewajiban, melepas beban untuk menyuburkan bumi.

Saya menarik diri dari tugas dan memutuskan duduk di beranda. Bahkan tidak ditemani secangkir kopi, hanya ingin bertemu kesendirian, melepaskan angan bersama rintik yang mengalir dari atas. Kalau lah tak memikirkan badan tua yang pasti demam habis hujan-hujanan pasti sudah melangkah ke luar. Pengen mandi hujan sambil menengadahkan muka ke atas, merentangkan tangan seperti adegan klasik di film-film atau meniru kelakuan burung pipit di bawah hujan. Tapi tidak lah! Ogah menerima tatapan kecurigaan pada kewarasan saya dari  karyawan dan tetangga.

 

Hujan selalu mendatangkan rindu. Menarik berbagai kenangan yang pernah dilalui bersamanya. Mungkin ada hubungan antara hujan dan depresi, atmosfirnya yang dingin membuat orang lebih suka menarik diri. Jadi diantara kenangan yang bangkit diantara yang manis juga terselip rasa sendu. Yang manis itu ketika ingat saat jalan-jalan bersama keluarga, menerobos cucuran air  yang deras dalam obrolan yang akrab, menumpahkan rasa tanpa perlu takut dinilai.  Yang pahit itu ketika ingat rumah masa kecil  di gang padat yang selalu terendam tiap hujan  datang. Airnya keruh sekeruh wajah bunda. Dan menatap kekuatiran di wajah beliau tak pernah menyenangkan.

pemandangan hujan
Hujan yang turun di sawah

Mengemas hujan dalam puisi mestinya jadi sesuatu yang patut dicoba. Moodnya tepat yaitu sendu. Pasti bisa membuat serangkai kata-kata lebay dalam mengapresiasi hujan. Maka saya ambil sehelai kertas dan mulai mencari kata-kata yang tepat dalam pikiran. Sayang sekali. Tampaknya otak kanan  jarang di latih. Sampai hujan berakhir puisi itu tak kunjung lahir. Tenggelam saja dalam kabut emosi abu-abu, merahasiakan banyak kisah yang mestinya saya akrabi. Ya sudah lah tak semua orang harus jadi penyair kan yah..

19 thoughts on “Torehan Rindu di Bawah Hujan

  1. Habis hujan terbitlah foto he he ….
    Suka banget tuh Bu sama foto2 yang ada tetesan air hujannya … cepat tanggab banget motretnya. 🙂

  2. Membaca tulisan ini teringat kenangan di Surabaya Bu. ketika hujan deras kami anak-anak berdiri di emperan melihat genangan air yang semakin tinggi dan bersiap-siap menaikkan karung beras di dalam toko kalau sampai air masuk. Saat itu terasa sedih fdan nelangsa tapi sekarang terasa indah kenangannya

  3. ketika hujan turun, di rumah senyap anak2 sudah terlelap, kadang saya mendadak mellow sambil mandangin air hujan yang tumpah ke tanah… ntah knapa? mungkin ini krn hormonal… sindrom pms yang hendak berkunjung memang mudah skali membolakbalikkan mood *nyengir lebar* 😀

  4. aku juga suka menikmati hujan mba, malah terkadang masih suka mencoba untuk berbasah-basahan dengan hujan, soalnya jadi inget masa kecil kembali ke kenangan lama 🙂

  5. Puisi hanyalah salah satu media untuk mencurahkan isi hati dengan aroma seni…
    Masih bisa diganti cara lain, lewat gambar juga lewat cerita…
    Saya malah nggak bisa bikin puisi sama sekali Bu

  6. Sebuah inspirasi kreative itu datang dalam suasana yang sangat mendukung ya Mba. Namun dalam penuangkan suatu kata dalam menyusun aksara menjadi suatu yang bermakna namun tidak menjadi suatu yang objektive itu membutuhkan asa yang tepat. (sok tahu aku ya Mba) he…x9

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  7. membaca postingan soal hujan, gambaran saya selera seni mbak evi dalam mengurai kata-kata gimanaaaa rasanya gitu, apalagi di akhir kata penutup saya senyum-senyum sendiri.. iya kali yah haha

  8. hujan selalu membuat saya tenang..entah kok aneh yah….terutama setelah tinggal di bintan ini…tenang karena nggak takut pasokan air bersih buat sumur dirumah kami…eh tapi lepas dari itu….hujan penuh misteri…entahlah….sesuatu rahasia Tuhan dibalik ciptaannya….saya paling suka bau tanah basahkarena kena hujan pertama

  9. Aduuuh Uni, foto hujan yang black and white itu indah sekali Uni.
    Romantis……kayaknya akan lebih terasa kalau ditemani dengan secangkir kopi pahit (bukan kopi instan)

  10. Foto hujannya bagus banget. Aku selalu suka sama foto – foto bu evi. and I like rain too :), entah, perasaan jadi tenang aja kalau hujan.
    =====================
    Terima kasih Mbak Lia…Mungkin karena sejak kecil kita melihat hujan dan suasana langsung teduh kali ya..:)

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?