
Sobat JEI, ini hasil rontgen lutut kiri terakhirku. Kabar baiknya, kaki ini masih kuat diajak jalan jauh. Tidak ada rasa nyeri yang mengganggu saat melangkah. Namun, cerita sedikit berbeda saat kaki harus ditekuk. Ada rasa “cekit” yang mulai terasa.
Dokter membaca hasil foto tersebut dengan teliti. Meski fungsinya masih baik, rontgen lutut kiri ini sudah memperlihatkan tanda-tanda “menyimpang” dari lutut sehat. Dalam istilah medis, kondisi ini sering merujuk pada osteoarthritis grade awal. Ada sedikit penyempitan pada celah sendi yang membuat bantalan tulang tidak lagi sempurna.
Mengapa Hasil Rontgen Lutut Kiri Berkata Demikian?

Kita mungkin merasa sehat, tapi rontgen lutut kiri tidak bisa berbohong. Para ahli ortopedi sering menyebutkan bahwa nyeri saat menekuk lutut adalah sinyal mekanis. Ini menandakan adanya gesekan antar tulang karena cairan sendi mulai berkurang.
Menurut Arthritis Foundation, pengapuran sendi memang proses alami penuaan. Namun, kita bisa memperlambat lajunya. Kuncinya adalah “tahu diri” dan mendengarkan sinyal tubuh lebih awal. Jika kita memaksakan diri, kerusakan pada tulang rawan bisa semakin parah.
Selamat Tinggal Aerobik, Halo Kolam Renang
Perubahan itu menyedihkan, tapi perlu. Dokter melarang keras olahraga high impact seperti aerobik yang selama ini saya gemari. Hentakan keras saat melompat memberi beban berlebih pada lutut yang mulai rapuh. Sebagai gantinya, saya harus beralih ke olahraga renang.
Mengapa renang? Riset medis menunjukkan bahwa air menopang hingga 90% berat badan kita. Berenang memungkinkan kita bergerak aktif tanpa membebani sendi lutut. Kita tetap membakar kalori dan menjaga kesehatan jantung, namun dengan cara yang jauh lebih lembut bagi rontgen lutut kiri kita di masa depan.
Menerima Siklus Kehidupan
Sedih rasanya memikirkan perubahan ini. Rasanya baru kemarin kita bisa berlari bebas tanpa rasa takut. Namun, apa boleh buat. Semua yang ada di dunia ini pasti berubah. Kita lahir, tumbuh muda, lalu menua. That’s a circle of life!
Menerima hasil rontgen lutut kiri ini adalah bentuk rasa syukur. Setidaknya, tubuh memberi peringatan dini agar kita bisa menjaganya lebih lama. Mari kita nikmati fase baru ini dengan cara yang lebih bijak.
eviindrawanto.com
Baca juga:
