
Key Takeaways
- Makam Keramat Panjang di Pulau Angso Duo menyimpan sejarah penting penyebaran Islam di Ranah Minang.
- Syekh Katik Sangko, sahabat Syekh Burhanuddin Ulakan, diyakini beristirahat di makam ini, yang memiliki ukuran unik dan penuh mitos.
- Pulau Angso Duo tidak hanya mengundang peziarah, tetapi juga menawarkan panorama alam yang indah dengan pasir putih dan laut biru.
- Pulau ini telah dibuka kembali setelah perbaikan pasca cuaca ekstrem, sehingga aman untuk dikunjungi.
- Untuk menuju ke Pulau Angso Duo, pengunjung dapat menggunakan kereta api dari Padang dan menyeberang dengan perahu motor.
Teman-teman, pernahkah mendengar tentang sebuah pulau kecil di Wisata Sumatera Barat yang menyimpan cerita mistis sekaligus keindahan alam yang memukau? Jika sedang mencari pengalaman spiritual yang berpadu dengan deburan ombak, Makam Keramat di Pulau Angso Duo adalah jawabannya. Pulau ini bukan sekadar destinasi liburan biasa; ia adalah saksi bisu sejarah penyebaran Islam di Ranah Minang yang masih memikat hati para peziarah hingga hari ini.
Jejak Syekh Katik Sangko di Makam Panjang

Daya tarik utama pulau ini tentu saja adalah Makam Panjang yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Syekh Katik Sangko. Siapakah beliau? Berdasarkan tutur lisan yang diwariskan turun-temurun, beliau adalah kerabat sekaligus sahabat dekat Syekh Burhanuddin Ulakan, ulama besar yang menyebarkan Islam di Minangkabau.
Saat teman-teman tiba di lokasi, suasana magis langsung terasa. Makam ini memiliki ukuran yang tidak lazim, yakni sekitar 4,5 meter (bahkan ada versi cerita rakyat yang menyebut hingga 7 meter). Mengapa makamnya begitu panjang? Legenda mengatakan ini karena postur tubuh Syekh Katik Sangko yang memang jangkung, namun ada pula tafsir yang menyebutnya sebagai simbol kebesaran ilmu beliau.
Makam ini terletak persis di belakang sebuah surau kecil. Suasananya teduh, dinaungi pepohonan kelapa yang tinggi menjulang. Kain kelambu putih yang menutupi pusara sering kali bergelombang pelan ditiup angin laut, seolah menyapa siapa saja yang datang mengirimkan Al-Fatihah. Bagi masyarakat setempat, berziarah ke sini dianggap sebagai “pembuka” sebelum melanjutkan ziarah ke Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan.
Pesona Pulau Angso Duo: Lebih dari Sekadar Ziarah ke Makam Keramat Panjang

Selain wisata religi, Pulau Angso Duo menawarkan panorama yang memanjakan mata. Pasir putihnya lembut, kontras dengan air laut yang berwarna biru toska. Nama “Angso Duo” sendiri konon berasal dari kisah kedatangan Syekh Burhanuddin dan Syekh Katik Sangko yang mengenakan jubah putih, sehingga dari kejauhan tampak seperti dua ekor angsa yang mengapung di lautan.
Namun, teman-teman perlu memperhatikan kondisi terkini. Pasca cuaca ekstrem hidrometeorologi yang melanda pesisir Pariaman pada akhir 2025 lalu, beberapa fasilitas sempat mengalami kerusakan. Kabar baiknya, Pemerintah Kota Pariaman telah bergerak cepat melakukan pembenahan. Objek wisata ini telah dibuka kembali secara resmi sejak libur Natal dan Tahun Baru 2026 kemarin, sehingga teman-teman sudah bisa berkunjung dengan aman.
Panduan Perjalanan: Cara Menuju dan Biaya
Agar perjalanan teman-teman lebih lancar, berikut adalah panduan teknis yang sudah saya rangkum berdasarkan situasi terbaru di tahun 2026.
1. Cara ke Pulau Angso Duo
Pintu gerbang utama menuju pulau ini adalah Pantai Gandoriah.
- Dari Padang/Bandara: Teman-teman bisa naik Kereta Api Sibinuang dari Stasiun Padang menuju Stasiun Pariaman. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan tiket yang sangat terjangkau (sekitar Rp5.000).
- Jalan Kaki: Dari Stasiun Pariaman, teman-teman cukup berjalan kaki sebentar karena stasiun ini terletak persis di depan Pantai Gandoriah.
2. Penyeberangan Kapal
Di bibir pantai, teman-teman akan menemukan banyak perahu motor nelayan yang siap mengantar.
- Waktu Tempuh: Penyeberangan memakan waktu sekitar 10-15 menit. Meskipun singkat, ombak di sini bisa cukup menantang, jadi pastikan mengenakan pelampung yang disediakan.
- Jadwal Operasional: Kapal biasanya mulai beroperasi pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Saran saya, datanglah pagi hari agar bisa puas mengeksplorasi pulau sebelum ombak sore meninggi.
3. Harga Tiket Pulau Angso Duo (Estimasi 2026)
Berdasarkan update terbaru, berikut kisaran biaya yang perlu teman-teman siapkan:
- Tiket Kapal PP + Retribusi Pulau: Berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per orang. Paket ini biasanya sudah mencakup biaya antar-jemput kapal dan tiket masuk pulau (retribusi wisata).
- Wahana Tambahan: Jika ingin mencoba banana boat atau menyewa alat snorkeling, siapkan dana tambahan sekitar Rp25.000 – Rp30.000 per wahana.
Tips Penting untuk Peziarah dan Wisatawan
- Cek Cuaca: Ini hukum wajib. Jangan memaksakan menyeberang jika cuaca mendung gelap atau angin kencang. Ingat kejadian wisatawan yang sempat terjebak karena cuaca buruk.
- Pakaian Sopan: Karena tujuan utama adalah Makam Keramat, kenakanlah pakaian yang sopan dan menutup aurat untuk menghormati adab ziarah.
- Bawa Bekal: Meskipun ada warung, pilihannya mungkin terbatas. Membawa air minum sendiri adalah ide yang bijak untuk menghindari dehidrasi.
- Kuliner Wajib: Sebelum atau sesudah menyeberang, jangan lupa mencicipi “Nasi Sek” (Saratuih Kanyang) di sekitar Pantai Gandoriah. Nasi bungkus daun pisang dengan lauk gulai jengkol atau ikan ini adalah penutup perjalanan yang sempurna.
Baca juga:
Menikmati Nasi Sek Sebelum Menyebrang ke Pulau Angso Duo
Sudah sampai di Pariaman tentu saja sayang jika tak mencoba mencoba kuliner khas tempat ini yaitu Nasi Sek. Berakhiran K ya bukan X. Kalau yang terakhir lain lagi ceritanya.
Nah Nasi Sek sebetulnya nasi biasa. Dibungkus daun pisang dengan porsi kecil. Mungkin kalau di Bali atau di Jawa disebut Nasi Kucing. Ternyata ada sejarah dibalik penamaan istimewa ini.
Sek singkatan dari Saratuih Kanyang. Atau dalam bahasa Indonesia, Seratus Kenyang. Iya dulu harga per bungkus nasi ini hanya Rp100. Sejumput nasi dibungkus daun pisang ditambah gulai jengkol, sambal dan daun singkong rebus. Selesai!
Kalau dilihat dari harga sekarang Nasi Sek memang super murah. Jadi tak heran bila sangat digemari oleh masyarakat Pariaman.
Sekarang walaupun namanya masih sama harga nasi menyesuaikan keadaan. Apalagi bila teman makannya adalah gula kepala ikan kakap batu, gulai jengkol, rendang, ikan balado, sala lauak yang menjadi ciri khas masakan Pariaman.
Teman-teman tinggal memesan di warung dan minta diantar ke balai balai di dekat teman-teman duduk. Rasanya tambah enak menikmati makanan, menghadap Pantai Gondoriah, sambil dibelai sepoi angin laut.
Jadi, tunggu apa lagi? Wisata Pariaman selalu punya cerita untuk dibawa pulang. Mari kita rawat warisan sejarah ini dengan menjadi peziarah yang bijak dan wisatawan yang bertanggung jawab.
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya!
Video piknik ke Padang dan Makam Keramat di Pulau Angso Duo
Gimana tertarik datang ke Pulau Angso Duo? Ayo datang ke Pariaman.



