
Key Takeaways
- Beras bunting, atau Germinated Brown Rice (GBR), adalah beras merah yang mengalami proses germinasi untuk meningkatkan nutrisi.
- Proses perkecambahan membuat beras bunting lebih lembut dan manis dibandingkan beras merah biasa.
- Beras bunting kaya akan GABA, antioksidan, dan asam amino esensial, memberikan manfaat kesehatan seperti menenangkan pikiran dan perlindungan jantung.
- Cara membuat beras bunting di rumah dapat dilakukan dengan merendam beras merah dan membiarkannya berkecambah.
- Beras bunting layak menjadi menu harian karena memberikan banyak manfaat nutrisi dan kesehatan.
Teman-teman, pernahkah mendengar istilah beras bunting? Namanya terdengar unik dan sedikit menggelitik, bukan?
Istilah ini pertama kali saya dengar dari Pak William Wongso, pakar kuliner legendaris Indonesia, saat beliau hadir dalam acara Organic, Green and Healthy Expo. Di sana, beliau mendemonstrasikan masakan berbahan organik seperti Arenga Indonesia gula aren organik dan memperkenalkan apa yang beliau sebut sebagai “Beras Bunting”.
Di dunia kesehatan internasional, beras ini dikenal sebagai Germinated Brown Rice (GBR). Dulu artikel ini sempat ramai dibaca, dan kini saya perbarui dengan fakta ilmiah terbaru agar Teman-teman semakin yakin untuk mencobanya.
Benarkah ia lebih sakti daripada beras merah biasa? Mari kita bedah lebih dalam.
Apa Itu Beras Bunting atau Germinated Brown Rice (GBR)?
Secara sederhana, beras bunting adalah beras merah pecah kulit yang dibiarkan berkecambah (mengalami germinasi). Proses ini bukan sekadar merendam beras, melainkan sebuah metode bioteknologi alami untuk membangunkan enzim-enzim yang “tidur” di dalam biji beras.
Jika beras merah biasa sering dikeluhkan karena teksturnya yang pera (keras) dan rasanya yang kurang nyaman di lidah, beras bunting adalah solusinya. Proses perkecambahan membuat teksturnya menjadi jauh lebih lembut, tidak terlalu kenyal, dan rasanya lebih manis alami. Ini membuatnya lebih mudah diterima oleh lidah siapa saja, termasuk anak-anak.
Baca juga:
Mengapa Disebut Lebih Kaya Nutrisi? (Hasil Deep Research)
Teman-teman, ini bukan sekadar klaim kosong. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa proses germinasi mengubah profil kimiawi beras secara drastis.
Saat beras merah direndam dalam air hangat (30โ40 ยฐC) selama 4โ20 jam, enzim-enzim di dalamnya aktif dan memecah kulit keras pelindung nutrisi. Hasilnya? Nutrisi yang tadinya terikat kini menjadi bioavailable (lebih mudah diserap tubuh).
Berikut adalah lonjakan nutrisi yang terjadi pada beras bunting berdasarkan riset teknologi pangan:
- Lonjakan GABA (Gamma-Aminobutyric Acid): Ini adalah bintang utamanya. Penelitian menunjukkan kandungan GABA pada beras berkecambah bisa meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan beras putih dan 2 kali lipat dibanding beras merah biasa.
- Kaya Antioksidan: Kandungan ferulic acid, gamma-oryzanol, dan tocotrienols (Vitamin E) meningkat tajam. Senyawa ini adalah tameng tubuh melawan radikal bebas.
- Asam Amino Esensial: Terjadi peningkatan lisin, asam amino yang penting untuk perbaikan jaringan tubuh dan produksi hormon.
Manfaat Kesehatan Beras Bunting Menurut Ahli
Berdasarkan literatur dari Journal of Functional Foods dan studi terkait lainnya, berikut adalah manfaat luar biasa yang bisa Teman-teman dapatkan:
1. Menenangkan Pikiran dan Mengurangi Stres
Tingginya kadar GABA pada beras bunting bekerja sebagai neurotransmitter yang menenangkan otak. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Michael T. Murray, ND:
“Penelitian menunjukkan bahwa GABA meningkatkan produksi gelombang otak alpha (kondisi rileks namun fokus) dan mengurangi gelombang beta (terkait kegelisahan dan hiperaktif).” Jadi, makan nasi ini bisa membantu Teman-teman merasa lebih zen!
2. Sahabat Penderita Diabetes
Riset menemukan adanya peningkatan senyawa Acylated Steryl Glycoside (ASG) selama proses germinasi. ASG bekerja membantu menormalkan enzim yang disfungsi pada penderita diabetes, sehingga membantu mengontrol kadar gula darah dengan lebih efektif dibandingkan beras biasa.
3. Perlindungan Jantung dan Syaraf
Kandungan Magnesium yang tinggi sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan saraf dan otot, serta membantu penyerapan kalsium. Selain itu, vitamin B kompleks (B1, B6, B12) yang aktif selama perkecambahan sangat ampuh untuk mengurangi gejala PMS dan kecemasan.
Cara Membuat Beras Bunting di Rumah
Teman-teman tidak perlu membelinya dengan harga mahal di toko organik eksklusif. Kita bisa membuatnya sendiri di dapur!
Bahan:
- Beras merah atau beras cokelat (Wajib yang masih punya kulit ari/pecah kulit. Jangan pakai beras putih karena embrionya sudah hilang, jadi tidak akan tumbuh).
- Air bersih (bebas klorin).
Langkah-langkah:
- Cuci & Rendam: Cuci beras, lalu rendam dengan air hangat (suhu kuku, sekitar 30-40ยฐC) selama 12-20 jam. Ganti airnya setiap 4-6 jam untuk mencegah bau fermentasi berlebih.
- Lembapkan: Tiriskan beras, letakkan di saringan atau wadah berlubang. Tutup dengan kain basah yang bersih. Simpan di tempat gelap dan hangat (hindari sinar matahari langsung).
- Tunggu Tunas: Bilas setiap 12 jam agar tetap lembap. Biasanya dalam 24 hingga 48 jam, Teman-teman akan melihat tunas kecil (kurang dari 1mm) muncul di ujung butiran beras. Itulah beras bunting!
- Masak: Segera masak beras ini. Karena sudah menyerap air saat perendaman, gunakan air lebih sedikit saat memasak (rasio kira-kira 1 gelas beras : 1,5 gelas air, sesuaikan selera). Sisa beras yang belum dimasak bisa disimpan di kulkas (tahan hingga seminggu).
Nah, Teman-teman, bagaimana? Ternyata “hamil” itu membawa berkah nutrisi, ya! Jika ingin hidup lebih sehat dan awet muda (berkat antioksidan dan lisin untuk kolagen), beras bunting ini layak jadi menu harian keluarga.
Ada yang sudah pernah mencoba membuatnya? Share pengalaman Teman-teman di kolom komentar, ya!
Berikut adalah video referensi tentang cara membuat beras berkecambah (Germinated Brown Rice) untuk memperjelas prosesnya:
Cara Membuat Germinated Brown Rice (GABA Rice)
Video ini relevan karena memberikan visualisasi langkah demi langkah bagaimana merendam dan membiarkan beras merah berkecambah untuk mendapatkan nutrisi maksimal seperti yang dijelaskan dalam artikel.
Baca juga:
Beras Merah Berkecambah Hadir di Indonesia
Baca juga:


