Untuk pos pembuka tahun 2019 ingin berbagi cerita piknik ke Ngong Ping 360 di Pulau Lantau kepada teman-teman sekalian. Karena tempat ini salah satu tujuan wisata paling populer se Hong Kong. Atraksi utamanya naik kereta gantung Tung Chung menuju Ngong Ping Village. Nah saat melintasi Teluk Tung Chung itu, dari udara kesempatan melihat panorama terbuka360 derajat ke arah Laut Cina Selatan. Melewati Hongkong International Airport yang sibuk, hamparan panorama hijau dari air laut dan pengunung di taman negara Lantau Utara dengan sudut 360°. Sambil bergerak perlahan dalam kabin kereta gantung dari jauh mata di sapa Tian Tan atau Big Buddha dan Biara Po Lin. Jadi siapa tahu pos ini dapat sedikit membantu teman-teman yang belum pernah ke sana.
Selama di Hongkong kami tinggal di Kowloon. Dari sini kami menggunakan MRT menuju Li King Stasiun, turun ganti kereta ke stasiun Tung Chung. Sampai di sini ambil Exit B, berjalan beberapa block (tak sampai 20 menit) kami pun sampai di Cable Car Ngong Ping 360 Station. Sudah baca sebelumnya bahwa perjalanan ke Ngong Ping Village bisa juga dilukan dengan bus. Namun bagi wisatawan yang di kotanya sendiri selalu dihadang macet membayangkan naik bus turun naik bukit, berkelok-kelok dan kemungkinan macet itu sangat tak menarik. Ada juga kapal laut, ah lebih menarik naik Kapal Roro dari Merak-Bakauheni. Cerita Piknik ke Ngong Ping 360 tidak akan sempurna tanpa naik kereta gantung.
- Baca juga di sini tentang atraksi wisata di Batu Malang Berdecak Kagum di Batu Secret Zoo
Harga Tiket Untuk Cerita Piknik ke Ngong Ping 360
Waktu kecil pernah naik kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah. Sampai detik ini masih suka aktivitas wisata semacam ini. Selain membuat dada berdesir, telapak kaki jadi ngilu, melihat pemandangan alam seperti seekor burung menempatkan kita sedikit istimewa di jajaran makhluk hidup. So saya suka naik kereta gantung. Cerita Piknik ke Ngong Ping 360 ini mengingatkan juga pernah naik kereta gantung di Genting Malaysia dan naik ke Mount Titlis di Swiss. Belum ditulis di blog ini (berniat menuliskan suatu saat nanti).
Tiket cable car ke Ngong Ping Village terbagi dua: Kabin Kristal dan Kabin Standar. Satu-satunya perbedaan mereka adalah kabin kristal punya lantai kaca.
- Baca juga di sini tentang :Â Jalan-Jalan ke Anyer
Harga Tiket Kabin Standar
- Dewasa $235.
- Anak-anak usia 3-11, $110
- Senior usia 65 tahun ke atas $155.
Harga Tiket Kabin Krital
- Dewasa $315
- Anak-anak $190
- Senior $235.
- Bayi 0-2 tahun tidak dikenai biaya.
Catatan Penting : Untuk anak-anak dibawah 12 tahun harus ditemani seseorang berusia 15 tahun ke atas. Oh ya tarif senior hanya berlaku untuk penduduk Hong Kong berusia 65 tahun ke atas. Keistimewaan lain dari membeli tiket kabin kristal adalah antriannya pendek.  Untuk menghindari antrian yang panjang bisa membeli tiket online sebelumnya. Untuk pembelian tiket sebelumnya tersedia antrian khusus, di sana kita akan diberi gelang saat menukar voucher.
Dari Kabin Standar yang Kami Pilih
Jadi kami memilih kabin standar. Tapi itupun sudah lebih dari lumayan. Sebetulnya bisa membeli, misalnya, pergi naik kabin kristal, pulang kabin standar. Sayangnya waktu itu tidak kepikiran. Tak apa lah, selama 25 menit, sepanjang 5,7 km, dari kabin standar pun pemandangan hijau 360° sudah bikin mata terbuka. Dari jalan tol sampai bangunan pencakar langit Hongkong terlihat semua. Ditambah bukit dengan lantai pepohonan, air laut hijau , patung raksasa Buddha di kejauhan sungguh memanjakan mata. Dari kabin yang merambat pelan kita pun bisa melihat kesibukan di Bandara Internasional Hong Kong. Sempat melihat kapal terbang landing dan take off seperti mainan saja kesannya.
Perjalanan 25 menit di lintas kereta gantung terpanjang di Asia itu tidak begitu terasa. Mungkin karena terpukau oleh panorama, tahu-tahu kami sudah sampai di stasiun Ngong Ping. Di sini langsung disambut oleh deretan toko-toko souvenir, toko pakaian, toko cemilan, sampai restoran. Bagi yang muslim ada restoran India dengan menu beragam. Tapi ciri Indianya tidak ketinggalan, nasi goreng dengan bumbu kari yang terasa tajam.
Aktivitas di Ngong Ping Village
saya berusaha jujur dalam Cerita Piknik ke Ngong Ping 360 ini. Sebetulnya kurang tepat kalau menyebut Ngong Ping sebagai desa. Kalau sebagai desa wisata pun atraksi budayanya terasa minimal. Memang sih menurut brosur ada atraksi atau pertunjukan di waktu waktu tertentu. Ada pula pentas yang kebutulan tidak saya longok karena tak punya waktu. Tapi selama hampir 7 jam saya kurang menemukan virabsi sebagai desa budaya. Desa ini sudah sangat turistik. Jadi bisa disebut bahwa Ngong Ping Village berisi sekelompok toko-toko dan restoran di atas pegunungan. Kesannya sebagai Desa budaya terselamatkan dengan Patung Buddha Raksasa dan Wihara Po Lin.
Video Cerita Piknik ke Ngong Ping 360
Tian Tan Buddha atau Big Buddha
Sejak dari dalam gondola, patung Tian Tan Buddha seolah sudah memberi salam. Pintu masuk Ngong ping Village juga didesain sedemikian rupa. Begitu kaki melangkah keluar dari Cable Car Station jalan lurus langsung membuka ke arah Tian Tan Buddha.
Sebetulnya Tian Tan Budha tidak sepenuhnya jadi bagian sejarah tempat ini. Ia baru didirikan tahun 1993, tinggi 34 m menghadap ke Utara, melihat kearah Tiongkok. Dan sejak itu sudah jadi daya tarik utama tempat ini. Patung yang terbuat dari perunggu ini sudah dikunjungi para peziarah dari seluruh Asia.
Untuk saya sendiri, naik ke Big Budha ini cukup menguras tenaga. Untuk mendaki sekitaran 268 anak tangga berhenti beberapa kali, pura-pura motret. Sayang dengkul dan nafas. Alon asal ke lakon. Yang penting akhirnya sampai juga pelataran seperti orang-orang. Menikmati panorama di bawah Buddha Raksasa sambil memperhatikan umat yang melakukan sembah dan beribadat.
Big Budha di mata saya seperti selalu tersenyum. Padahal kalau diperhatikan seksama wajahnya ya biasa-biasa saja, menggambarkan ketenangan. Ia duduk di atas kelopak teratai. Dan posisi duduk mensyaratkan semua simbol tentang dharma yang jadi inti agama Buddha. Mata, bibir, kemiringan kepala, dan tangan kanan yang diangkat itu simbol Budha sedang memberi berkah bagi semua. Butuh 12 tahun untuk membangun patung ini.
Dari atas pelataran itu pemandangan ke laut terbuka. Sayang waktu itu terlalu banyak angin dan mungkin juga hendak turun hujan. Tanpa singgah dulu ke musem tepat di bawah pantat Budha, sudah buru-buru turun lagi. Untuk naik ke atas Tian Tan Buddha tidak dikenakan biaya alias gratis. Tapi untuk masuk ke museum baru berbayar.
Biara Po Lin
 Cerita Piknik ke Ngong Ping 360 di teruskan ke Biara Po Lin. Terletak di sebelah barat daya posisi duduk the Big Budha.
Biara ini dikenal juga sebagai Big Thatced Hut, Pondok Jerami Besar. Di mulai tahun 1906, ketika 3 orang Bhiksu dari Cina datang ke Pulau Lantau. Di sini mereka menemukan tanah luas di tengah-tengah pegunungan dengan suasana tenang. Sekalipun ditumbuhi semak belukar saat itu mereka yakin di sini lah tempat ideal untuk praktek keagamaan dan menyebarkan Dharma ke seluruh antero Hong Kong.
Sejak itu biara ini terus berkembang. Dari pondok jerami hingga bangunan bergaya istana saat ini. Po Lin telah berkontribusi terhadap pembangunan 280 sekolah di daratan Cina.
Bangunan biara Po Lin sendiri menarik untuk diamati atau difoto karena detail hiasannya. Arsitektur dan seni Buddha lanskap kebun yang cantik, dan seni pahat lama dan kontemporer jadi tempat istimewa untuk merenung sejenak. Saya duduk di bawah sebatang pohon dan membayangkan Sang Budha dulu bertapa di bawah Pohon Bodhi. Banyak juga turis yang melakukan hal serupa. Sebab sekalipun Ngong Ping Village sedang terik, udara sejuk yang berhembus dari balik dedaunan sempat membuat saya mengantuk. Apa lagi sayup-sayup terdengar biksu sedang melantunkan pujian dan wangi dupa semerbak di udara. Aneh, asing, tapi saya menyukainya.
Upaya menyebarkan agama Budha secara globalisasi juga terlihat dari bentuk bangunan biara. Konon dulu gaya arsitekturnya kental dengan arsitektural Cina Selatan. Sekarang lebih mirip istana di Beijing.
Saya melongok ke dalamnya. Kemegahan memang sangat membangkitkan rasa kagum. Mereka punya masa lalu yang hebat, san sekarang melangkah ke depan dengan citra identitas nasional yang baru.
Makanan Halal di Ngong Ping Village
Jalan-jalan di Hong Kong satu masalah memang dalam mendapatkan makanan no pork. Tapi jangan kuatir di sini ada resto India yang menyediakan makanan halal. Karinya memang tajam. Tapi rasa sih lumayan lah..
Tips untuk Ke Ngong Ping 360
Ambil MTR kereta bawah tanah ke stasiun Tung Chung. Ambil exit B. Berjalan lah ke arah stasiun kereta gantung Ngong Ping 360 , melewati taman, dan beberapa bangunan. Sekitar 20 menit saja kok.
Kalau memutuskan menggunakan bus, pergilah ke Tung Chung Town Center. Ambil New Nantao Bus 23. Perjalanan dengan bus sekitar 40 menit untuk sampai di Ngong Ping Village. Kita akan melewati jalan mendaki yang penuh belokan.
Tapi bagian pergi dengan anak-anak saya tak menyarankan naik Bus. Naik cable car saja, jauh lebih nyaman.
Tips selanjutnya dari Cerita Piknik ke Ngong Ping 360 adalah :
- Berangkat lebih awal sebaiknya di pagi hari.
Hindari jam sibuk.
Pilih Kabin Kristal untuk antrian yang lebih pendek.
Tentu saja jangan lupa bawa kamera.
Selamat jalan-jalan
33 comments
Wah aku naru sekali ini sepertinya mampir, ternyata artikelnya menarik, gambarnya bagus2..tfs ya
Iya Mbak Uli. Kalau ke Hongkong sempatkan mampir ke ngong ping ini
Aiiish keren jalur kereta gantungnya …, ngeri-ngeri sedap sebenarnya buat naikinnya ya, kak.
Takutnya tiba-tiba angin kencang dan kelihatan air dibawahnya bergejolak …
Wwkkwkkk lebay deh aku 😀
Tampilan biara Po Lin …, cantik banget !
Kalau sedang angin topan atau badai keretanya sendiri Memang juga dihentikan kok, Mas Himawan..
Mba Eviiiii aku mupeng lihat poto2nya..
Btw seru banget perjlanannya ya, pake MRT, bus.. ahh ngebayanginnya aja exicited
Kalo jalan2 lagi aku ikut di koper yaaa..
Kalo masukin Nchie ke koper artinya harus ada tempat tidurnya di dalam ya
Masya Allah…pemandangannya cakep banget, mbak. Favorit saya tuh yang latar bukit-bukit gitu.
Iya memandangi bukit bukit yang hijau itu menumbuhkan rasa adem di hati ya Mbak Andy
Walaupun mahal, tapi rasanya nggak lengkap ya ke Hong Kong tanpa naik kereta gantung di Ngong Ping.
Mungkin disebut Ngong Ping Village karena dulunya memang desa, mbak. Dan namanya tetap dipertahankan sampai sekarang.
Mungkin krn sekarang sudah ramai banget jadi “desanya” menyesuaikan kali ya mbak? #sokteu 😀
Duh happy banget piknik ke sana, naik kereta gantung/ cable car bisa liat hampir semua pemandangannya ya 😀
Komenku td masuk gak ya mbak? Pas leptop ngeheng jd aku restart. Intinya td komen kalau naik mobil car enak ya bisa liat pemandangan sekitar.
Trus aku bilang kemungkinan “desa”-nya agak lenyap krn mungkin makin banyak wisatawan berkunjung ke sana, jd org sana mulai bangun banyak fasilitas buat meanjakan turis 😀
Saat kerja di HK, saya juga pernah kerja tinggal di Palau Lantau. Kalau liburan mainnya ke patung ini dan lokasi sekitar.
Sayang saat itu belum ada kamera digital. Hp pun masih Nokia jadul. Foto2 kenangan semuanya versi cetak dan Udah pada rusak
Cukup mahal juga tiketnya. Namun sebanding dengan pengalaman yg didapatkan. Wow! Pasti deg2an yah di atas sana
waaaa serunyaaa bisa naik kereta gantung.. aku belum. pernah ke hongkomg semoga suatu saat bisa kesini jugaaa
Seru sekali jalan2nya. Harga tiketnya lumayan banget yaaa kalau bawa rombongan sirkus, hahaha..
Tapi emang lebih enak naik cable car yaa kalo sama anak2 ☺
Kalau lihat tips liburan ke luar negeri kek gini jadi serasa lagi pergi juga . Pingin banget ngerasain ala backpackeran gitu
wah, seru banget yang jalan2 ngong ping. jadi banyak tahu dr tulisan ini ttg desa ngong ping.
Di kereta gantung ini bisa meikmati pemandangan indah, hasil fotonya juga cakep. Adem lihatnya ya mba. Selama wisata disana macet ga mba.
Udah terkesan komersil ya, Mbak. Bayangan tentang desa kan biasanya tradisional. Tetapi, naik kereta gantungnya menarik 🙂
Wah beruntung banget cuacanya cerah. Pas aku ke sana blass semuanya ketutup kabut ga bisa liat apa-apa
25 menit di kereta gantung lumayan lama ya mba aku dulu naik kereta gantung di TMII udah pengen turun aja wkwk jadi pengen cobain deh kesini 🙂 seru pastinya ya mba
Indah banged ya Mba liat pemandangan dari atas kereta gantungnya, selama 25 menit ini lumayan juga.
Meskipun harus menaiki 268 anak tangga tapi setelah sampai atas terbayarkan ya lelahnya. Suka liat fotonya, keren2 Mba.
Bagus ya. Sepertinya obyek wisatanya juga tertata rapi dan bersih. Jauh dari gambaran film2 mafia Hongkong.
naik kereta gantung di tmii aja aku dah seneng bngt. wah kalo ke ngong ping apalagi ya… pas nyampe disuguhi bangunan2 dg arsitektur indah 🙂
ttipsnya dicatat kalo kapan2 ke sana. makasi mbaa :*
Cantik sekali foto-fotonya, Kak. Berasa pengin ke sana aja biar bisa jeprat-jepret kayak gini. Btw ini lumayan lama, donk, aku kebayangnya pasti ngeri-ngeri sedep gitu, hehehehe, dasar takut ketinggian. Tapi pasti berkesan banget ya. Secara, nggak cuma obyeknya yang luar biasa, tapi cerita-cerita di balik bangunannya juga pasti menakjubkan.
Wah anakku pasti seneng nih kalau diajakin ke sini..ada cable car. Pernah naik cable car di TMII dan Sentosa Island. Tapi Ngong Ping beneran viewnya ajiib. Butuh berapa hari nih di sini untuk mengagumi masing-masing bangunan kerennya nih..Mupeng jadinya
Wah asyik sekali bs jalan2 ke sini jd pada dasarnya di sini lbh banyak buat kulineran ya..xixxixi…itu patung budha nya sampai 12 thn ngebangunnya…gede banget keliatannya…
Jauh banget perbandingan harga tiket kabin krital sama yang standar.
Pengen banget jalan jalan keluar negeri. Lagi coba ngumpulin duit juga.
Waah mba Evi travel blogger banget yah. btw namanya unik yah oakai angka gtu. Mskipun agak sulit diingat oleh aku yg pelupa hehe.
Gambar dan ceritanya selalu bagus menarik banget, serasa pengen bikin wishlist jalan-jalan terus nih aku jadinya, hehe
ajakaku mba idolaaa kesayangan aku
aaah aku suka naik kereta gantung. Deg deg serr tapi menarik! Btw, itu dollar hongkong kan ya? bukan USD.
Biaranya bagus banget,Mbak. Saya selalu suka mengunjungi biara. Arsitekturnya selalu megah dan artistik.