Ayah dan Dua Jagoannya

 

Dia ayah sederhana tapi tukang beresin masalah bagi dua jagoan cilik dalam foto ini. Kalau ada persoalan yang harus diputuskan segera mereka jarang datang ke ibu tapi lebih suka mencari ayah. Karena toh akhirnya  ibu akan membawa rundingan juga ke ayah. Jadi gak perlu repot buang ludah dua kali. Boleh dibilang mereka bertiga kawan akrab. Namun pertemanan belum jaminan bagi kesejahteraan hari tua si ayah. Sebab dua bocah ini pernah berkata : ” Papa jangan galak-galak deh, emang tuanya nanti gak mau diurus kita?!” Hahaha..

Ibu masuk adegan jika mereka  membutuhkan stategy taktis seperti beli HP atau game yang harganya di luar  akal sehat ayah. Disini perannya sebagai kepala pasukan berani mati.

— Ibu


Ikutan ngontes di : Potret laki-laki dan dunia anak. Hajatan dariIbu Fauzan,  Mama Olive, Papanya Cintya-Agas.

68 thoughts on “Ayah dan Dua Jagoannya

  1. … Ayah jangan galak-galak deh … emang tuanya nanti gak mau diurus kita ??

    hahahah …
    saya ngakak membaca kalimat ini
    dan kalau boleh saya menebak … ini sepertinya kalimat si Bungsu nih …

    (jadi ingat postingan kegiatan di panti asuhan itu (?) )

    Nice Bu Evi

    Salam saya

    1. Om NH menebaknya denga tepat. Ide2 aneh memang sering datang dari si bungsu. Tapi kakaknya juga ikutan kok Om, tapi dlm kalimat yg lbh diplomatis hehehe…

  2. Papa jangan galak2 ya, emang tuany ananti ga di urus sam kita ??
    pesan yang sangat mendalam , dan menyindier kaum bapa2 😀

    sukses ngontesnya Mba

  3. Aaaaah…
    manis banget mba Evi 🙂

    Berarti secara terselubung dan tersirat kedua jagoan sudah meniatkan untuk mengurus orang tuanya ketika sudah tua nanti 🙂

    Salam sayang untuk kedua jagoan yah mba 🙂

    1. Hahaha..ayolah ikut Pak Mars…Tiap keluarga punya foto unik antara lelaki dewasa dng anak2. Aku kagum banget pada kreativitas sohibul kontes…

  4. suka dengan gaya komunikasi yang cair antara anak2 dan papanya. #pasti juga dengan sang mama.

    klo sudah begitu, apapun masalah yang muncul akan bisa dihadapi bersama.

    1. Kalau dengan mamanya duh kadang susah ngebedain May, mereka teman, bos atau anak sih hahaha..
      Yah walau kadang tak mudah punya level komunikasi yang sama, tapi alhamdulillah berkat ini setiap masalah yang ada bisa dipecahkan bersama…

  5. Hahahahaha….jadi ayah memang selalu jadi pahlawan buat anak-anak ya mbak. Suka sama foto-foto dan ceritanya, mbak. Sukses yaaa ^_^

    1. BEgitu kayaknya Mbak Mon..Karena merasa akrab, rasa sebel karena dibawelin mulu melahirkan ide bahwa Papa tak selamanya berkuasa lho..Suatu hari nanti kami lho yg akan ambil kendali kehidupan papa..Hehehe..kayaknya gitu deh Mbak…

  6. Dari awal saya perhatikan baik-baik semua foto di atas. Setelah lebih dari satu menit hati saya mengatakan ternyata ada semacam kemiripan antara Papa dengan Bu Evi, juga termasuk pada jagoan-jagoan. Ini mungkin yang dinamakan jodoh dunia akhirat. Amin

    1. Dari sisi orang tua, mereka selalu punya maksud baik. Galakpun maksudnya baik. Masalahnya adalah anak-anak tidak melihat seperti itu hahaha..

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Insya Allah, mbak. Anak-anak yang suka bercanda dengan kalimat-kalimat “maha dahsyat” di atas adalah anak-anak yang soleh dan mengambil berat. Penuturan lepas sebegini berimpak dari akrabnya hubungan antara mereka. Mamanya juga tentu mendapat “bahagian” dari kata-kata seperti itu. Selalulah mendoakan mereka untuk kesejahteraan akhirat.

    Semoga sukses dalam GA nya mbak.
    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 😀

  8. Shortcut yang sangat baik! Daripada menempuh jalan berliku, lebih baik langsung ke sumbernya.. ha ha ha..pemikiran yang sangat jenius dari anak-anak Mbak Evi….

    Wah.. mau komen di sini kok aku mengalami kesulitan lagi ya…. Ditanyain data lagi sama blognya Mbak Evi..

    1. Alhamdulillah ya Mbak Dani, mereka berhasil menyerhanakan masalah hehehe..
      Yah kenapa atuh gak bisa komen lagi yah, padahal gak ada yang berubah tuh settingannya..

  9. Dimana-mana bertebaran keakraban ayah dan anak, kalau sudah begini siapa bilang kalau anak lebih dekat dengan ibunya!

    Kontest Blogging Kartunet 2013 – Keyword: Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa batas

  10. Mbaaak, disitulah pembagian tugas suami istei ya…saya kebalikannya, mungkin karena anak saya perempuan, hal-hal apapun dia selalu mencari saya.
    Tapi kalo berhubungan dengan budget yang besar, sang ayahlah tempat curhatnya 😉

    1. Kata orang emang gitu sih Mbak Irma, anak perempuan kalau curhat lebih dekat ke mamanya. Tapi terkadang tergantung keunikan keluarga masing-masing juga sih Mbak 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?