
Key Takeaways:
- Destinasi Wajib & Bersejarah: Wat Pho bukan hanya rumah bagi patung Reclining Buddha (Buddha Tidur) emas sepanjang 46 meter, tetapi juga kuil tertua dan universitas pertama di Thailand.
- Akses Transportasi Termudah: Lupakan kemacetan, cara terbaik ke sini di tahun 2026 adalah menggunakan MRT Blue Line turun di stasiun Sanam Chai (Exit 1).
- Pusat Pijat Tradisional: Tempat ini adalah tempat kelahiran Nuad Thai (pijat tradisional Thailand), pengunjung bisa mencoba pijat asli langsung di sekolah pijat dalam kompleks kuil.
- Informasi Tiket Terbaru: Tiket masuk wisatawan asing saat ini adalah 300 Baht, sudah termasuk air mineral gratis.
- Tips Penting: Terapkan dress code sopan (bahu dan lutut tertutup) dan siapkan uang receh untuk pengalaman spiritual menjatuhkan koin di 108 mangkuk perunggu.
Travel Blog Indonesia – Teman-teman, jika ada satu tempat di Bangkok yang membuat saya merasa kecil sekaligus takjub luar biasa, itu adalah Wat Pho.
Rasanya belum sah menginjakkan kaki di Bangkok kalau belum menyapa sang Reclining Buddha. Dulu, saat kunjungan terakhir saya ke sini, dunia pariwisata baru saja bangkit dari pandemi. Namun kini, di tahun 2026, Wat Pho kembali bersinar dengan segala kemegahannya, menyambut peziarah dan pelancong dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan salah satu patung Buddha terbesar dan tertua di Thailand.
Bagi teman-teman yang sedang merencanakan itinerary ke Negeri Gajah Putih, mari duduk sejenak. Saya akan bercerita mengapa kuil ini wajib masuk dalam daftar kunjungan kalian, lengkap dengan cara termudah untuk mencapainya.
Baca juga: Ngong Ping 360 Lantau Island Hongkong
Jejak Sejarah: Lebih dari Sekadar Patung Emas

Sebelum kita masuk ke dalam kemegahan visualnya, ada baiknya kita menengok sedikit ke masa lalu. Jujur saja, saya menyukai tempat penuh sejarah seperti ini. Aura ketenangan yang terpancar dari tembok dan benda-benda suci di sini membuat pikiran pun ikutan tenang.
Wat Pho sebenarnya bernama resmi Wat Phra Chetuphon. Tahukah teman-teman? Kuil ini adalah yang tertua di Bangkok, bahkan sudah ada jauh sebelum Bangkok ditetapkan sebagai ibu kota oleh Raja Rama I.
Universitas Pertama di Thailand
Selain menjadi rumah bagi Patung Buddha Tidur, Wat Pho memegang gelar prestisius sebagai universitas negeri pertama di Thailand. Dulu, tempat ini adalah pusat ilmu pengetahuan. Di dinding-dinding kuil, terdapat ribuan prasasti marmer yang mengajarkan sejarah, sastra, dan—yang paling terkenal—ilmu pengobatan tradisional.
Jadi, jangan heran jika Wat Pho disebut sebagai tempat lahirnya pijat tradisional Thailand (Nuad Thai). Hingga hari ini, sekolah pijat di dalam kompleks kuil masih aktif melahirkan terapis-terapis andal.
Baca juga: Main ke Ladang Bunga Matahari Lopburi
Bertatap Muka dengan Sang Buddha Tidur

Melangkah masuk ke viharn utama, teman-teman akan langsung disambut oleh pemandangan yang membuat napas tertahan. Di sebelah kiri koridor, terbaring patung raksasa Sang Buddha dengan wajah yang begitu welas asih.
Ukuran yang Mencengangkan
Patung ini menggambarkan Sang Buddha di detik-detik terakhirnya sebelum mencapai Nirwana (Parinirvana). Posisi tidurnya disebut sihasaiyas—postur singa yang sedang berbaring.
Ukurannya? Sungguh masif! Tingginya mencapai 15 meter dengan panjang 46 meter. Bayangkan sebuah gedung tingkat tiga yang dibaringkan memanjang, itulah kira-kira besarnya. Seluruh tubuhnya dilapisi emas yang berkilauan, menciptakan nuansa agung yang sulit dilukiskan kata-kata.
Keajaiban di Telapak Kaki
Jangan lupa berjalan ke arah kaki patung. Di sini, teman-teman bisa melihat telapak kaki Buddha yang tingginya setara kepala manusia dewasa. Telapak kaki ini dihiasi dengan 108 lakshana (tanda-tanda keberuntungan) yang dibuat dari mother-of-pearl (induk mutiara) yang berkilau. Detail ukirannya begitu rumit dan indah, perpaduan seni Thailand, India, dan Cina yang harmonis.
Denting 108 Koin Keberuntungan
Saat menyusuri koridor panjang di belakang patung, telinga teman-teman pasti akan menangkap suara denting logam yang ritmis. Kling… kling… kling…
Di sepanjang dinding, terdapat 108 mangkuk perunggu. Pengunjung biasanya menukar uang kertas dengan semangkuk koin receh, lalu menjatuhkan satu koin ke dalam setiap mangkuk sambil memanjatkan doa. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Suara koin yang jatuh satu per satu menciptakan semacam terapi suara yang menenangkan di tengah keramaian turis.
Baca juga : Keagungan Patung Budha Raksasa Leshan
Cara Menuju Wat Pho (Update 2026)

Dulu, mencapai Wat Pho mungkin butuh sedikit perjuangan dengan taksi yang macet atau tawar-menawar tuk-tuk. Tapi sekarang, aksesnya jauh lebih mudah dan nyaman bagi teman-teman wisatawan mandiri.
1. Naik MRT (Paling Praktis)
Ini adalah cara favorit saya. Teman-teman cukup naik MRT Blue Line dan turun di Stasiun Sanam Chai.
- Ambil Exit 1 (Pintu Keluar 1).
- Begitu keluar, teman-teman akan langsung melihat Museum Siam.
- Dari sana, cukup berjalan kaki santai sekitar 5-7 menit menuju pintu gerbang Wat Pho. Stasiun Sanam Chai sendiri dinobatkan sebagai stasiun MRT terindah di Thailand dengan dekorasi merah-emas khas istana, jadi jangan lupa foto-foto di sana ya!
2. Naik Perahu (Chao Phraya Express Boat)
Jika ingin menikmati angin sungai, naiklah perahu berbendera oranye (Orange Flag) ke Dermaga Tha Tien (N8). Namun, perhatikan bahwa dermaga ini sering mengalami renovasi. Jika dermaga Tha Tien ditutup, perahu biasanya akan menurunkan penumpang di dermaga Wat Arun, lalu teman-teman perlu naik kapal penyeberangan (ferry) kecil seharga 5 Baht untuk menyeberang ke sisi Wat Pho.
Informasi Praktis: Tiket & Jam Buka (Update 2026)
Agar rencana perjalanan teman-teman lancar, catat informasi terbaru ini karena ada beberapa perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya:
- Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 – 18.30. (Saran saya: datanglah pagi-pagi sekali sekitar jam 8 atau sore hari jam 4 untuk menghindari panas terik dan kerumunan grup tur).
- Harga Tiket Masuk: Saat ini tiket untuk wisatawan asing adalah 300 Baht (sekitar Rp135.000 – Rp140.000, tergantung kurs). Tiket ini biasanya sudah termasuk air mineral gratis yang bisa diambil di kios dalam area kuil.
- Anak-anak: Gratis untuk tinggi badan di bawah 120 cm.
- Dress Code: Ini sangat penting! Wat Pho adalah tempat suci yang aktif. Teman-teman wajib berpakaian sopan. Bahu dan lutut harus tertutup. Hindari memakai celana pendek di atas lutut, rok mini, atau baju tanpa lengan (tank top). Jika lupa, teman-teman terpaksa harus menyewa atau membeli kain sarung di depan pintu masuk.
- Pijat Tradisional: Jika kaki pegal setelah berkeliling, teman-teman bisa mencoba pijat asli di sekolah pijat Wat Pho dengan tarif mulai dari 480 Baht per jam (harga bisa berubah sewaktu-waktu).
Nah, teman-teman, itulah sedikit cerita dan panduan terbaru ke Wat Pho. Keagungan patung Buddha tidur ini tak kalah dari pesona Grand Palace di sebelahnya. Semoga tulisan ini membantu kalian yang sedang rindu jalan-jalan atau menyusun rencana ke Bangkok.
Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya!
Salam, Evi
Baca juga:
