
Silaturahmi membuka pintu rezeki, sebuah pepatah klasik yang selalu bergaung relevan. Apalagi saat kita merasakan langsung meriahnya kopdar dengan para wirausaha. Sobat JEI, izinkan saya memutar waktu sejenak ke perayaan tahun baru 2008. Aura optimisme selalu merekah manis setiap pergantian tahun. Harapan baru bersemi kembali. Mimpi lama yang sempat tertidur kini bangun menyegarkan diri.
Artikel ini merangkum kenangan hangat saat berkumpul bersama member milis PROFEC (Professional & Entrepreneur Club). Saya merekam gagasan visioner mendiang Bu Lies Sudianti, sesi motivasi puitis Pak Rusman Hakim, hingga perut yang bernyanyi rock n roll mencari pepes ikan.
Menyemai Mimpi dalam Meriahnya Kopdar dengan Para Wirausaha
Apakah teman-teman tahu mengenai Milis? Iya, Milis atau mailing list Yahoogroups pernah merajai jalur komunikasi digital ketika internet baru saja booming di Indonesia. Jauh sebelum grup WA obrolan masa kini berisik oleh notifikasi, Yahoogroups adalah ruang tamu virtual paling megah. Ribuan surel berseliweran merajut diskusi setiap hari.
Namun, interaksi dunia maya tentu memiliki batasan. Teks di layar monitor belum mampu menyalurkan kehangatan jabat tangan utuh.
Oleh karena itu, acara kopi darat (kopdar) jadi pilihan dan selalu memancarkan daya tarik magis. Sobat JEI pasti sepakat, bertemu tatap muka menghasilkan energi berbeda,bukan?
Ini dibuktikan oleh riset sosiologi modern bahkan mengonfirmasi bahwa interaksi langsung melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini membangun rasa saling percaya yang sangat krusial dalam dunia bisnis.
Kami merayakan tahun baru 2008 dengan gelak tawa. Atmosfer asri rumah Bu Lies Sudianti di Cibubur menjadi saksi bisu meriahnya kopdar dengan para wirausaha ini.
Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki Melalui Visi Bu Lies Sudianti
Bu Lies Sudianti adalah sosok perempuan tangguh nan membumi. Beliau memancarkan aura dinamis dengan segudang mimpi besar. Beliau menggagas acara bertajuk “The Profec: Welcoming 2008 With Love”.
Acara itu melampaui sekadar kumpul-kumpul perayaan tahun baru. Ini dibuat sebagai wadah strategis untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota, dan orang-orang yang berminat serius di dunia entrepreneurship..
Saya benar-benar melihat bukti bahwa silaturahmi membuka pintu rezeki. Kalian pasti setuju kan, bahwa rezeki di sini tidak melulu berwujud lembaran rupiah? Jejaring, sahabat baru, dan pencerahan ilmu juga merupakan rezeki nomplok.
Dalam pidato sambutannya, Bu Lies menyuntikkan semangat luar biasa. Beliau dan suami berdiri gagah di depan kami. Suara beliau lantang menjabarkan visi PROFEC ke depan. Beliau bermimpi membawa komunitas ini goes international pada tahun 2011. Sebuah lompatan keberanian indah dari seorang wirausahawan sejati.
Recharging Energi Meriahnya Kopdar dengan Para Wirausaha
Suasana makin hangat saat Pak Rusman Hakim mengambil alih panggung. Beliau membawakan tema apik tentang paduan cinta dan bisnis. Judul sesinya menggugah jiwa, “Welcoming 2008 With Love and What Love Can Do For You”. Sebelum memulai presentasi, Pak Rusman menyegarkan energi peserta terlebih dahulu. Tubuh yang letih langsung siaga kembali.
Materi beliau membedah tuntas anatomi komunitas PROFEC. Beliau menjelaskan visi-misi dan sel-sel komunitas yang telah terbentuk mantap.
Sains psikologi bisnis masa kini sangat mengamini konsep Pak Rusman. Pebisnis yang mengelola usaha dengan landasan cinta dan passion cenderung lebih kebal menghadapi krisis.
Kuliner Parung dan Bukti Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki
Waktu berlalu tanpa terasa memburu malam. Menjelang akhir acara, Mbak Marmi, Ibu Joyce, dan Mbak Henny Budi masih asyik bertukar cerita ringan. Kami akhirnya berpamitan pulang membawa segudang inspirasi. Perjalanan pulang kami mengarah lewat jalur Parung yang sejuk.
Tepat pukul tujuh malam, cacing di perut mulai menggelar konser rock n roll. Rasa lapar menyerang tanpa kenal ampun. Kami memutuskan mampir sebentar ke rumah makan Riries. Seporsi pepes ikan peda nan gurih sukses meredam amukan cacing tersebut. Kenangan manis perjalanan ini menyisakan jejak yang panjang.
Catatan Rindu Dari Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki Abadi. Edit 2026
Waktu terus mengalir bagai air sungai menuju muara. Enam tahun usai pertemuan netizen yang penuh gelak tawa itu, awan duka menyapa. Ibu Lies Sudianti binti Suwondo berpulang ke pangkuan Ilahi. Beliau wafat pada tanggal 28 November 2014 dalam usia 63 tahun.
Kami mengirimkan doa Al Fatihah tulus untuk beliau. Bu Lies adalah pionir yang tak kenal lelah menyebarkan virus entrepreneurship kepada para sahabat. Warisan semangat pantang menyerah beliau tetap berdetak hidup. Lewat beliau kita belajar makna sejati silaturahmi membuka pintu rezeki. Rezeki terindah itu bernama kenangan baik yang terus wangi meski raga telah lama pergi.
 eviindrawanto.com
Baca juga:



