Travel Blog Indonesia – Update 2026: Kabar gembira! Jika dulu saya menulis artikel ini saat perahu masih “berendam” di bawah terpal, kini restorasi telah rampung sepenuhnya. Situs ini sekarang telah memiliki museum yang layak dan menjadi destinasi wajib bagi pencinta sejarah.
Perjalanan tak terduga seringkali membawa kita pada penemuan paling berkesan. Ingatan saya melayang kembali ke masa ketika saya dan keluarga sedang sibuk mempersiapkan kepindahan Si Sulung koas ke Kudus. Di sela-sela kesibukan menjadi “emak rempong” yang browsing sana-sini, takdir digital mempertemukan saya dengan Mas Pop dari komunitas Lasem Heritage.
Siapa sangka, pertemuan di Rembang itu justru membuka mata saya tentang sebuah harta karun yang tersembunyi di balik hamparan ladang garam: Situs Perahu Kuno Punjulharjo.
Blogger mana yang tak akan berdiri bulu kuduknya mendengar cerita tentang perahu tertua di Indonesia yang masih utuh? Sebuah peninggalan yang usianya bahkan lebih tua dari Candi Borobudur!
Pertemuan Tak Sengaja di Tepi Ladang Garam
Awalnya, kami hanya berencana ke Lasem. Namun, Mas Pop bercerita dengan antusias tentang lokasi penemuan perahu kuno yang tak jauh dari jalan yang kami lewati.
Dulu, saat pertama kali saya mengunjunginya, yang terlihat hanyalah hamparan terpal biru di area pertambakan. Saat itu, perahu sedang dalam masa “perawatan intensif”โdirendam dalam larutan khusus untuk mengawetkan kayu yang sudah ribuan tahun terpendam lumpur. Mas Penjaga situs menjelaskan bahwa perahu sedang direndam air pegunungan untuk menetralkan kadar garam, sebelum masuk ke tahap pengawetan dengan bahan kimia Polyethylene Glycol (PEG).
Kini, di tahun 2026, pemandangannya sudah jauh berbeda. Tak ada lagi terpal biru yang misterius. Sebuah bangunan museum yang megah dan protektif kini menaungi Situs Perahu Kuno Punjulharjo. Kita akhirnya bisa melihat wujud aslinya dengan leluasa, berdiri gagah sebagai saksi bisu kejayaan bahari nusantara.
Mengapa Perahu Ini Begitu Istimewa?
Untuk teman-teman pembaca yang menyukai wisata sejarah Rembang, situs ini adalah “harta karun” yang sesungguhnya. Mari kita bedah lebih dalam kenapa situs ini begitu “berdaging” dan penting bagi dunia arkeologi.
1. Lebih Tua dari Borobudur
Berdasarkan uji penanggalan karbon (Carbon Dating), perahu ini diperkirakan berasal dari Abad ke-7 hingga ke-8 Masehi (sekitar tahun 660-780 M). Bayangkan, perahu ini sudah melaut ketika Kerajaan Mataram Kuno baru mulai menggeliat, dan jauh sebelum Candi Borobudur berdiri megah. Ia telah sukses melewati lorong waktu selama lebih dari 1.300 tahun!
2. Teknologi Nusantara yang Mengagumkan
Salah satu hal yang membuat Perahu Kuno Punjulharjo ini dikutip oleh banyak peneliti dunia adalah teknologinya. Perahu ini dibuat dengan teknik tambuku (teknik ikat) dan pasak kayu, tanpa menggunakan paku besi sama sekali. Ini membuktikan bahwa nenek moyang kita adalah pelaut ulung dengan teknologi perkapalan yang maju di zamannya.
3. Bukti Perdagangan Internasional
Lokasi penemuannya di pesisir Rembang mengindikasikan bahwa wilayah ini dulunya adalah pelabuhan atau dermaga kuno yang sibuk. Perahu ini kemungkinan besar digunakan untuk perdagangan rempah atau komoditas lainnya di jalur sutra maritim, menghubungkan Nusantara dengan dunia luar.
Wajah Baru: Museum dan Konservasi yang Selesai
Jika dulu saya bertanya-tanya, “Milik siapa perahu ini?” sambil memandang ladang garam, kini pertanyaan itu terjawab dengan narasi sejarah yang terpampang rapi di museum.
Setelah proses konservasi panjang yang memakan waktu bertahun-tahun (selesai sekitar tahun 2018-2019), kayu perahu kini sudah stabil. Balai Pelestarian Kebudayaan telah melakukan pekerjaan luar biasa. Bangunan pelindung kini dilengkapi dengan galeri informasi yang menceritakan kronologi penemuan hingga proses penyelamatan.
Kondisi perahu sepanjang kurang lebih 15 meter dan lebar 5 meter ini relatif utuh. Kita bisa melihat lunas perahu, gading-gading, dan papan kayu yang masih tersusun rapi. Suasana di dalam museum cukup sejuk dan tertata, membuat pengunjung betah berlama-lama mengagumi detail serat kayu ulin yang legendaris itu.
Lokasi dan Cara Menuju ke Sana
Situs Perahu Kuno Punjulharjo terletak di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau, searah dengan wisata populer Pantai Karang Jahe.
Rute Menuju Lokasi:
- Dari Alun-Alun Rembang: Arahkan kendaraan ke timur menyusuri Jalur Pantura sekitar 7-8 km.
- Patokan: Perhatikan plang penunjuk jalan ke arah “Pantai Karang Jahe” atau “Desa Wisata Punjulharjo”. Lokasi situs berada sekitar 400-500 meter dari bibir pantai, di tengah area yang dulunya tambak.
- Google Maps: Cukup ketik “Museum Situs Perahu Kuno Punjulharjo”, dan navigasi akan membawa Anda tepat ke depan gerbang.
Tips Berkunjung ala Evi Indrawanto
Agar kunjungan teman-teman makin berkesan, berikut beberapa tips dari saya:
- Gabungkan dengan Wisata Pantai: Karena lokasinya sangat dekat dengan Pantai Karang Jahe, sebaiknya kunjungi museum ini di pagi hari saat udara masih segar, lalu lanjutkan bersantai di pantai yang terkenal dengan pasir putih dan pohon cemaranya itu.
- Bawa Kamera Terbaik: Pencahayaan di dalam museum kini sudah cukup baik. Detail tekstur kayu kuno sangat eksotis untuk difoto.
- Tanya Pemandu: Di sana biasanya ada petugas atau pemandu lokal. Jangan ragu bertanya tentang cerita penemuan awal oleh petani garam. Cerita lisan mereka seringkali memberikan nuansa yang tidak tertulis di papan informasi.
- Beli Oleh-oleh Garam & Batik: Punjulharjo dikelilingi ladang garam dan dekat dengan Lasem. Jangan lupa beli garam beryodium asli petani setempat atau mampir beli Batik Lasem yang cantik.
Hebat ya? Rembang kini bukan hanya tentang RA Kartini atau Lasem saja, tapi juga rumah bagi salah satu bukti kejayaan maritim nusantara. Jika kalian lewat Jalur Pantura, sempatkanlah mampir. Rasakan sensasi menyentuh sejarah yang telah tidur seribu tahun lamanya.
Apakah teman-teman sudah pernah mampir ke sini setelah pemugaran selesai? Ceritakan pengalaman kalian di kolom komentar ya!
Foto-Foto Kenangan Semasa Masih di Bawah Tenda Biru

Baca juga : Situs Tugu Gede Cengkuk Sukabumi

Baca juga : Situs Payak Petirtaan Kuno di Bantul Yogyakarta


Baca juga:


