
Halo Sobat JEI! Pernahkah kalian membayangkan rasanya direngkuh oleh cakrawala, terbangun oleh sapaan mentari pagi dari ketinggian, dan diakhiri dengan pemandangan kerlap-kerlip lampu kota yang bersahutan? Jika belum, maka bersiaplah. Kali ini saya akan membagikan pengalaman menginap di Grand Mercure Lampung, sebuah petualangan seru di tengah kota yang sukses membuat kami sekeluarga enggan pulang.
Bagi kalian yang sedang mencari rekomendasi hotel terbaik di Bandar Lampung, siapkan segelas teh hangat, dan mari kita mulai tur virtual ini!
Pergi ke Lampung Ibarat Pulang Kampung
Bagi kami sekeluarga, Lampung itu sudah ibarat kampung halaman kedua. Selain karena ada famili yang menetap di sini, jarak Bandar Lampung yang relatif dekat dari rumah kami di Tangerang membuatnya selalu menjadi destinasi pelarian yang tak pernah membosankan. Jadi, kalau kami mendadak butuh wisata alam singkat selama 2-3 hari, negeri dengan mahkota siger ini selalu menjadi pilihan terbaik. Pesona alamnya sungguh lengkap dan memanjakan jiwa; mulai dari asyiknya snorkeling menyapa ikan-ikan kecil di perairan bening Pulau Pahawang, mengagumi eksotisme magis gugusan karang tajam di Pantai Gigi Hiu, hingga merasakan ketenangan dan udara segar saat menyusuri rimbunnya alam di Taman Nasional Way Kambas, semuanya sukses menjadi penawar rindu yang sempurna dari hiruk-pikuk rutinitas kota.
Namun untuk perjalanan kali ini adalah kondangan. Kami memilih Grand Mercure Lampung Hotel, semata lokasi pesta diselenggarakan di sana. Selain itu banyak juga kerabat yang menginap sehingga merasa sekalian reuni keluarga besar dari pihak suami.
Terpesona pada Pandangan Pertama di Lobi Utama

Saat pertama kali tiba di hotel, Sobat JEI akan disambut di area drop-off atau lobi kedatangan di lantai dasar (LG/GF). Dari sana, petugas biasanya akan mengarahkan dan membantu membawakan barang bawaan menuju lift untuk naik ke lantai 5. Di lantai 5 yang megah ini jugalah terdapat Lounge Lobby dan Flamboyant Resto tempat tamu biasa bersantai atau menunggu.
Kesan pertama menentukan segalanya, bukan? Begitu kaki melangkah masuk area check-in, lobi hotelnya sukses mencuri hati saya. Desainnya sangat cantik dan memanjakan mata dengan pilar-pilar marmer yang gagah, jendela kaca raksasa yang menangkap cahaya mentari dengan sempurna, serta hiasan lampu gantung biru menyerupai rintik hujan kristal yang seakan membeku saat turun dari surga. Belum apa-apa, serasa mood liburan sudah langsung naik drastis!
Sensasi Lantai 25: Kasur Super King Size yang Bikin Tersesat
@bulu.kaki.rontok Ranjang super king size di Grand Mercure Lampung
♬ suara asli – Bulu Kaki Rontok di Jalan – Bulu Kaki Rontok di Jalan
Anak kami, yang sepertinya punya bakat terpendam menjadi kurator penginapan keluarga, memilihkan tipe kamar Superior Room untuk kami. Begitu pintu kamar di lantai 25 dibuka, hal pertama yang membuat suami saya terkesima adalah kasurnya.
Bayangkan, sebuah tempat tidur super king size yang membentang menantang! Saking luasnya, rasanya kasur ini bisa muat untuk tidur empat orang. Kalau posisi tidur kalian terbiasa di pinggir, mau berguling untuk memeluk guling di tengah kasur saja rasanya butuh waktu ekstra dan kompas (bercanda sedikit, tapi ini sungguhan luas!).
Pemandangan Kota Bandar Lampung yang Puitis

Dari balik jendela kamar lantai 25 kami, hamparan pusat kota Bandar Lampung terpampang nyata layaknya lukisan kanvas raksasa. Nah kalau kami sedang bermalas-malasan di sofanya yang cukup empuk, kamu bisa memperlajari pusat kota Bandar Lampung sejenak.
Karena mata kita akan dihibur oleh pemandangan ikonik: ritme kesibukan kendaraan di bundaran Tugu Adipura, serta menara bersejarah Masjid Agung Al-Furqon yang menjulang anggun bagai tiang doa yang menghubungkan bumi dan langit.
Pengalaman menginap di Grand Mercur Lampung ini akan bertambah seru. Kamu akan melihat hamparan air laut di kejauhan. Itu adalah perairan teluk yang relatif tenang karena letaknya yang menjorok ke daratan Kota Bandar Lampung. Perairan Teluk Lampung ini nantinya akan bermuara dan terhubung langsung dengan Selat Sunda, jalur laut yang biasa Sobat lewati saat menyeberang menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.
Pemandangan laut ini dipadukan dengan lanskap perbukitan dan tata kota Bandar Lampung memang menjadi salah satu daya tarik utama dari gedung tertinggi di Sumatera ini.
Begitu pun ketika sore menyapa, pemandangan indah itu berganti peran. Senja tak pernah ingkar janji di ibu kota Provinsi Lampung ini. Ia pamit dengan semburat jingga keemasan yang perlahan melebur menjadi pekat malam. Gedung-gedung dan jalanan mulai menyalakan lampunya, menciptakan lautan kunang-kunang di bawah sana. Benar-benar syahdu.
Menjelajah Fasilitas di Bangunan Tertinggi se-Sumatera

Sobat JEI, jika kamu sedang berkeliling di Bandar Lampung, mudah sekali menandai Hotel Grand Mercur Lampung ini. Karena tahukah Sobat JEI? Grand Mercure Lampung dinobatkan sebagai bangunan tertinggi di Pulau Sumatera. Gak heran dia menjulang gagah dengan total 39 lantai!
Hotel ini memiliki total 344 kamar yang terbagi dalam 12 tipe, mulai dari Superior, Deluxe, Premier, hingga kelas sultan seperti Pool Suite (dengan kolam renang pribadi) dan Penthouse Residence.Benaran deh, membaca saja sudah berasa mewahnya ya?
Bersantai di Tepi Kolam Renang Estetik Lantai 8
Mumpung sudah di tempat menginap dengan fasilitas bintang 5 di Bandar Lampung, kami tak menyia-nyiakan kesempatan menelisik fasilitas publiknya. Jadi, sepulang kondangan menyempatkan diri untuk turun ke area kolam renang yang terletak di lantai 8.
Di sini pemandangan juga keren. Terdapat deretan bangku-bangku santai di pinggir kolam yang menggoda siapa saja untuk bermalas-malasan. Duduk di sini sambil menatap birunya air berlatar belakang garis kota—ditemani semilir angin dan cantiknya bunga kertas (bougainvillea) yang sedang mekar—membuat waktu seolah berjalan lebih lambat.
Di lantai yang sama, terdapat juga fasilitas Fitness Center, Spa, dan Sauna. Sangat cocok untuk melemaskan otot setelah lelah menyetir menyeberangi Selat Sunda!
Sarapan Juara di Restoran Super Luas: Ada Gulai Taboh!

Pengalaman menginap di Grand Mercure Lampung tentu tidak lengkap tanpa membahas sarapannya. Restoran tempat kami sarapan luar biasa luas, dengan jarak antar meja yang lega sehingga privasi tetap terjaga.
Saat pesta nikahan kami sudah reuni dengan keluarga besar. Nah saat sarapan reuni diteruskan sampai akhirnya kami berpisah siang harinya, kembali ke kota masing-masing.
Pilihan makanannya sangat beragam, memadukan menu Western dan Nusantara. Namun, bintang utamanya bagi kami adalah sajian khas lokal seperti Gulai Taboh, hidangan ikan nila montok berkuah santan khas Lampung yang gurihnya kaya rempah. Rasanya lebih enak dari Gulai Taboh yang pernah saya nikmati di salah satu resto Lampung.
Jangan lupa juga mampir ke area pencuci mulut untuk mencicipi aneka bubur manisnya, seperti bubur ketan hitam dan kacang hijau yang legit, sangat pas untuk menghangatkan pagi!
Informasi Praktis & Panduan Menginap
Untuk melengkapi rencana liburan kalian, perhatikan beberapa detail berikut:
- Harga Kamar: Untuk kamar tipe Superior seperti yang kami tempati, harga per malamnya dibanderol mulai dari Rp 1.300.000 hingga Rp 1.500.000-an. Sangat sepadan dengan fasilitas mewah yang didapat.
- Waktu Check-in/Check-out: Waktu check-in standar adalah pukul 15.00 WIB, dan check-out pukul 12.00 WIB. Jika datang lebih awal, titipkan saja koper di resepsionis lalu bersantai di lounge lobi.
- Tambahan Sarapan: Jika kalian memesan kamar tanpa sarapan (room only) dan tiba-tiba ingin ikut sarapan buffet, biayanya sekitar Rp250.000 per orang dewasa.
- Lokasi Strategis & Parkir: Terletak di Jalan Raden Intan, hotel ini sangat dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Mall Kartini dan Boemi Kedaton Mall. Area parkirnya pun luas dengan tarif flat harian yang sangat terjangkau (sekitar Rp10.000/hari, cukup pastikan tiket kalian divalidasi oleh pihak hotel).
Cara Menuju Hotel dari Pelabuhan Bakauheni
Aksesnya sangat mudah. Dari pelabuhan:
- Masuk ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) arah Terbanggi Besar.
- Keluar di Gerbang Tol Lematang atau Gerbang Tol Kota Baru.
- Arahkan kendaraan menuju pusat kota Bandar Lampung di Jalan Raden Intan. Total waktu tempuh berkendara santai hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam saja.
eviindrawanto.com
Baca juga:
