Pantai Tanjung Setia – Resort, Surfing Menikmati Debur Ombak di Pesisir Barat Lampung
Key Takeaways
- Pantai Tanjung Setia merupakan destinasi surfing yang terkenal dengan ombak tipe reef break dan telah menjadi bagian dari kalender liga selancar internasional.
- Sejarahnya berawal dari desa nelayan yang mulai dikenal pada tahun 90-an berkat ombaknya yang luar biasa.
- Tempat ini menawarkan ketenangan, keindahan alam, dan akomodasi yang ramah bagi pengunjung lokal dan mancanegara.
- Waktu terbaik untuk surfing di Pantai Tanjung Setia adalah antara Mei hingga Oktober, saat ombak mencapai ketinggian 6-7 meter.
- Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti melihat sunset, bermain pasir, dan mencoba kuliner khas Pesisir Barat.
Pantai Tanjung Setia Lampung bukan sekadar destinasi wisata biasa. Bagi saya, ini adalah tempat di mana debur ombak Samudra Hindia bertemu dengan kehangatan “kampung halaman” kedua. Jika Teman-teman mencari wisata Krui Pesisir Barat yang menawarkan ketenangan sekaligus adrenalin, maka kalian berada di halaman yang tepat.
Propinsi Lampung memang istimewa bagi saya. Sebagai negeri kelahiran suami yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera, kami hampir setiap tahun mengunjunginya. Tentu saja, hal yang paling saya rindukan adalah wisata Lampung yang masih alami, terutama pantai-pantainya.
Dengan air membiru bak mutu manikam dan gulungan ombak putih yang pecah di bibir pantai, Pantai Tanjung Setia sungguh menggoda untuk diduduki berlama-lama. Namun, sebelum saya bercerita lebih jauh tentang pengalaman kami, mari kita selami mengapa tempat ini begitu mendunia.
Sejarah Singkat: Dari Desa Nelayan Menjadi Destinasi Surfing Dunia
Sebelum sepopuler sekarang, kawasan ini hanyalah desa nelayan yang sunyi yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Potensi Pantai Tanjung Setia mulai tercium dunia luar pada tahun 90-an. Para peselancar asing yang berpetualang mencari “ombak rahasia” menemukan bahwa laut di sini memiliki ombak tipe reef break yang legendaris. Ketinggian ombaknya bisa mencapai 6 hingga 7 meter dengan panjang lengkungan hingga 200 meter. Tak heran jika kini surfing Tanjung Setia masuk dalam kalender liga selancar internasional (WSL Krui Pro).
Keunikan tempat ini adalah ombaknya yang konsisten sepanjang tahun, menjadikannya primadona yang sejajar dengan ombak di Hawaii.
Pesona Pantai Tanjung Setia Krui: Lebih dari Sekadar Ombak
Kalau pulang ke Lampung, tujuannya selalu jalan-jalan. Agar anak-anak tak mati kebosanan dan kisah perjalanan lebih menarik, Bapaknya mengusahakan mengunjungi tempat-tempat berbeda. Nah, suatu sore kami mendamparkan diri di Krui – Pesisir Barat Lampung.
Sebetulnya, Pantai Tanjung Setia Krui Lampung menyimpan banyak pesona selain ombaknya. Lokasinya yang bersisian dengan hutan tropis memberikan nuansa sejuk yang jarang ditemukan di pantai lain.
Sebelumnya saya tak terlalu mengenal nama pantai ini secara mendalam. Memang pernah mendengar bahwa Lampung punya tempat bersilancar bagi turis asing. Bahwa yang dimaksud adalah Tanjung Setia, saya baru tahu setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan pemilik warung sembako di sana.
Menikmati Senja dan Pasir Putih
Sayangnya saat itu tidak dalam bulan-bulan ombak bagus untuk surfing (biasanya puncaknya di bulan Juni-Agustus). Namun, waktu terbaik berkunjung ke Tanjung Setia bukan hanya soal ombak.
Hari itu kami memutuskan bermain di pantai sambil menunggu kedatangan malam. Saya berdiri mengamati anak-anak yang berlarian kesana-kemari. Pasir putih nan lembut memeluk telapak kaki dengan nyaman. Saat mata menyapu laut lepas, sore semakin temaram ditandai merahnya matahari di kaki langit.
Untuk merayakan insting rasa syukur, saya bentangkan tangan lebar-lebar menyambut sapaan bayu berisi aroma laut. Deburan ombak serta bayang-bayang hitam dari orang-orang yang sedang mandi di laut membuat tempat itu seperti surga. Setidaknya dalam kepala saya. 🙂
Penginapan di Krui: Mitos Resort Tak Menerima Tamu Lokal?
Sekalipun Pantai Tanjung Setia relatif sepi pengunjung dibanding pantai di Jawa, wisatawan yang hendak bermalam tidak perlu khawatir. Di sepanjang garis pantai ini tersedia banyak pilihan resort Tanjung Setia dan penginapan di Krui. Mulai dari homestay ramah kantong hingga bungalow yang terbuka langsung ke arah laut.
Saat melihat-lihat barisan resort, mata saya tertumbuk pada tulisan unik di atas kardus bekas yang berbunyi: ”Menerima Tamu Lokal”.
Lah, maksudnya apa?
Selidik punya selidik, rupanya dulu ada gosip bahwa di Krui ada resort mewah milik orang asing yang eksklusif dan melarang turis lokal masuk. Entah gosip itu benar atau tidak, tulisan itu menggelitik saya. Namun, setelah saya amati, tak satupun dari resort itu berpenampilan “sombong”. Pondok-pondok dibangun artistik dari kayu menghadap laut.
Jadi, Teman-teman tidak perlu takut. Berdasarkan pengamatan saya, semua hotel di Tanjung Setia sangat terbuka dan ramah bagi siapa saja, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Cara Menuju Pantai Tanjung Setia (Update 2026)
Bagi Teman-teman yang bertanya-tanya rute ke Tanjung Setia dari Bandar Lampung, perjalanan menuju ke sini memang membutuhkan perjuangan, namun pemandangannya akan membayar lunas kelelahan kalian.
1. Jalur Darat (Paling Populer)
- Rute: Bandar Lampung – Pringsewu – Kota Agung – Masuk kawasan TNBBS (Jalan Lintas Barat Sumatera) – Krui – Tanjung Setia.
- Waktu Tempuh: Sekitar 5 hingga 7 jam perjalanan.
- Kondisi Jalan: Jalanan kini sudah beraspal mulus, berkelok-kelok membelah bukit dan hutan. Hati-hati karena sering ada kabut dan kawanan monyet di tepi jalan kawasan taman nasional.
2. Jalur Udara
Teman-teman bisa terbang dari Bandara Radin Inten II (TKG) menuju Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Krui. Namun, jadwal penerbangan seringkali tidak menentu (biasanya Susi Air), jadi pastikan cek jadwal jauh-jauh hari.
Tips Wisata ke Pantai Tanjung Setia
Agar liburan Teman-teman semakin nyaman, berikut beberapa tips tambahan:
- Waktu Terbaik Surfing: Datanglah antara bulan Mei hingga Oktober untuk mendapatkan ombak terbaik.
- Sedia Uang Tunai: Meskipun sudah ada ATM di pusat kota Krui, beberapa warung kecil dan tiket masuk Pantai Tanjung Setia (yang terkadang hanya biaya parkir sukarela) lebih mudah dibayar tunai.
- Bawa Lotion Anti Nyamuk: Karena dekat dengan alam dan hutan, nyamuk bisa cukup akrab di malam hari.
- Kuliner Wajib: Jangan lupa mencicipi Gulai Taboh (ikan kuah santan khas Pesisir Barat) di warung makan sekitar Krui.
FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Pantai Tanjung Setia
Pantai Tanjung Setia terletak di Desa Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Lokasinya berada tepat di jalur Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar), berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Waktu tempuh dari Kota Bandar Lampung menuju Pantai Tanjung Setia melalui jalur darat adalah sekitar 5 hingga 7 jam (sekitar 270 km). Perjalanan akan melewati rute Pringsewu – Kota Agung – Hutan TNBBS – Krui. Kondisi jalan kini sudah beraspal mulus namun berkelok-kelok.
Umumnya, tidak ada biaya tiket masuk resmi alias gratis untuk memasuki area pantai. Pengunjung biasanya hanya dikenakan biaya parkir kendaraan sekitar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil. Namun, jika Anda masuk melalui akses resort Tanjung Setia tertentu, mungkin ada kebijakan berbeda.
Bagi para pemburu ombak, waktu terbaik mengunjungi destinasi surfing dunia ini adalah pada musim kemarau, antara bulan Mei hingga Oktober. Pada periode ini, ketinggian ombak bisa mencapai 6 hingga 7 meter dengan konsistensi yang stabil.
Selain berselancar, wisatawan bisa menikmati sunset yang memukau, bermain pasir putih, memancing, atau sekadar bersantai di pinggir pantai. Anda juga bisa menjelajahi kuliner khas Pesisir Barat atau mengunjungi wisata Lampung terdekat lainnya seperti Pulau Pisang.
@eviindrawanto
