Key Takeaways
- Pangek ikan mas adalah masakan khas Minangkabau yang mengingatkan pada tradisi dan kenangan keluarga.
- Hidangan ini penting dalam acara adat dan sering disajikan utuh sebagai simbol kesatuan masyarakat.
- Proses memasak pangek mengajarkan kesabaran dan membutuhkan waktu untuk memastikan bumbu meresap dengan baik.
- Bahan utama pangek ikan mas adalah ikan segar dan santan kental, ditambah beberapa bumbu dan sayuran.
- Pangek ikan mas kaya akan gizi, dengan kandungan protein, lemak, dan nutrisi penting lainnya.
Setiap kali menyantap pangek ikan mas khas Minangkabau, kenangan saya langsung melayang pada almarhumah Nenek. Bagi lidah saya, kelezatannya belum tertandingi, bahkan oleh masakan Ibu sekalipun. Rahasianya mungkin terletak pada bahan baku; Nenek selalu menggunakan ikan segar dari kolam sendiri yang dibesarkan secara alami, sehingga tekstur dagingnya jauh lebih manis dibanding ikan pasar. Dalam tradisi kuliner Sumatera Barat, pangek ikan mas khas Minangkabau adalah teknik memasak ikan dengan cara merebusnya perlahan hingga kuah menyusut pekat (tanpa santan atau dengan santan kental) di atas api kecil. Meski tak setenar rendang di kancah global, hidangan ini memegang peranan penting sebagai lauk harian istimewa maupun menu wajib dalam berbagai perhelatan adat.
Pangek Ikan Dalam Acara Adat
Dalam tatanan adat Minangkabau, Pangek Ikan Mas bukan sekadar lauk pengerola selera, Sobat JEI. Ia sering didaulat menjadi ‘Kapalo Jamba’ atau penghulu hidangan.
Bayangkan suasana baralek (pesta pernikahan) atau acara batagak gala (pengangkatan datuk). Pangek Ikan Mas—khususnya yang dimasak utuh tanpa dipotong—biasanya diletakkan di piring besar di tengah-tengah jamba (dulang makan bersama). Filosofinya dalam sekali: ikan yang disajikan utuh melambangkan kebulatan tekad dan kesatuan masyarakat.
Uniknya, dalam tradisi makan bajamba tertentu, Kapalo Jamba ini sering kali hanya menjadi simbol kehormatan yang tidak boleh dimakan sembarangan sebelum dipersilakan oleh niniak mamak atau tetua adat. Ia hadir untuk memuliakan tamu, sebuah etika jamuan tingkat tinggi dalam budaya kita.
Pangek Ikan Tentang Cara Memasak
Pangek juga tentang cara memasak. Seperti cara meramu aneka masakan bernama Tandoori yang dimatangkan dalam wadah bernama Tandoor. Maka pangek adalah proses mengentalkan bumbu-bumbu terlebih dahulu baru kemudian memasukan bahan pokok yang akan dimasak. Wadahnya adalah periuk belanga (terbuat dari tanah liat), dijerangkan diatas tungku kayu. Namun jaman sekarang orang lebih banyak menggunakan panci biasa namun nama pangek tidak berubah.
Proses ‘memangek’ ini sebenarnya mengajarkan kita tentang kesabaran tingkat dewa, Sobat JEI. Berbeda dengan gulai yang masih ‘berkuah banjir’, pangek menuntut kita menunggu hingga kuah menyusut pekat dan bumbu benar-benar maraso (meresap) hingga ke tulang.
Baca juga tentang:
Para tetua Minang zaman dulu sering menjadikan pangek sebagai bekal perjalanan jauh, bahkan untuk bekal Ibadah Haji ke Tanah Suci sebelum adanya pesawat terbang. Mengapa? Karena teknik memasak pangek yang menghabiskan kadar air membuat masakan ini awet berhari-hari tanpa bahan pengawet. Ini adalah bukti kearifan lokal (local wisdom) nenek moyang kita dalam mengawetkan makanan secara alami untuk para perantau.
Maka bermacam jenis bahan akan jadi kata belakang dari nama Pangek. Mulai dari ikan laut sampai air tawar (pangek ikan mas) yang biasa disebut sebagai Pangek Masin atau Pangek Ikan saja. Ikan bilih asal danau maninjau akan disebut Pangek Sumpu. Dari telur ikan disebut Pangek Talua Ikan. Yang berbahan daging bebek atau ayam disebut Pangek Koto Gadang atau Pangek Itiak/Ayam Lado Mudo (cabe hijau). Bahkan sayuran pun bisa di pangek. Jadi lah Pangek Cubadak (nangka) atau Pangek Paku (pakis).
Bahan untuk membuat Pangek Ikan Mas
Untuk membuat pagek ikan mas seperti foto diatas, diperlukan kurang lebih satu kilo ikan mas dan dua gelas santan kentan dari satu butir kelapa. Terus sediakan juga 1 ikat kacang panjang yang di potong-potong sepanjang 7 cm untuk campuran. 5-7 butir asam kandis, satu lembar daun kunyit, 3 lembar daun jeruk purut.
Bumbu yang dihaluskan antara lain, jahe lengkuas, cabe merah keriting, kunyit, bawang merah dan bawang putih yang kalau sudah jadi masing-masing bahan kurang lebih sebanyak satu sendok makan.
Cara Membuat Pangek Ikan Mas:
Ikan yang sudah dibersihkan diolesi air jeruk nipis dan garam kemudian diamkan beberapa saat agar menyerap. Setelah itu didihkan santan dalam periuk belanga (kalau ada) yang ditambahkan daun jeruk purut, asam kandis, daun kunyit serta bumbum-bumbu yang dihaluskan tadi. Jangan lupa sering diaduk agar santannya tidak pecah.
Setelah santan tanak atau mengental baru masukan ikan mas. Tetap diaduk-aduk perlahan santannya tapi jangan sampai terkena ikan agar dagingnya tidak hancur. Setelah lunak baru masukan kacang panjang dan tunggu sampai empuk.
Tahukah Sobat JEI? Di beberapa nagari, ada tradisi menyajikan Pangek Ikan Mas khusus untuk acara Turun Mandi (syukuran bayi). Ikan mas yang hidup di air tawar yang tenang diharapkan menjadi doa agar sang anak kelak memiliki sifat yang tenang, ‘jinak’, dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya, namun tetap ‘bernilai emas’ (berharga) bagi keluarga dan masyarakatnya
Kandungan Gizi
Pangek ikan tentu saja memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Ikannya mas adalah sumber protein kelas satu. Ada lagi lemak, kalsium, fosfor dan zat besi. Dalam santan kelapa terdapat serat, protein, gula, karbohidrat, saturated fat, lemak, kalsium dll.
Cuma sayangnya jaman dulu pangek ikan sering dimasak terlalu lama, sampai-sampai tulang ikannya jadi empuk. Dan sering pula dipanaskan berkali-kali untuk membuat bumbunya semakin meresap ke daging ikan. Memang sih secara rasa pangek ikan yang sering dihangatkan kembali ini rasanya jauh lebih enak. Namun jika kandungan gizi adalah concern Anda sebaiknya pangek ikan dinikmati kala masih segar.
Selamat menikmati Pangek Ikan Mas, kawan 🙂
