Key Takeaways
- Cuka aren adalah jenis cuka yang berasal dari nira pohon aren, memiliki rasa asam yang lebih lembut dibandingkan cuka dapur dan cuka apel.
- Cuka aren (cuka jawa) berbeda dari cuka apel dalam bahan dasar, rasa, dan penggunaan kuliner.
- Manfaat cuka aren termasuk kontrol gula darah, pencernaan yang lebih baik, dan bisa membantu mengatasi berbagai penyakit.
- Cuka aren umumnya halal jika proses fermentasi telah menghilangkan sifat memabukkan dari tuak.
- Mengenal cuka aren juga mencakup cara pembuatannya yang unik dan potensi manfaat kesehatannya.

EVIINDRAWANTO.com – Mengenal Cuka Aren – Cuka Jawa.
Kita mengenal cuka sebagai salah satu bumbu penyedap makanan. Memiliki rasa asam dan berbentuk cairan bening dan transparan. Secara umum cuka dikenal luas hanya dua jenis yaitu cuka makan dan cuka apel. Lantas apakah ada jenis cuka lain?
Tentu ada!
Jadi, dari keluarga tanaman aren atau Arenga Pinnata, mereka tidak hanya menghasilkan gula aren. Karena dari tanaman yang menyukai panas dan hujan sepanjang tahun ini, kita mengenal satu jenis cuka lagi.
Selain cuka aren, kita mengenal cuka dapur (sintetis) dan cuka apel. Perbedaan utamanya terletak pada bahan dasar dan rasa. Cuka aren memiliki aroma smoky yang khas dan rasa asam yang lebih lembut dibandingkan cuka dapur yang menyengat. Jika dibandingkan dengan cuka apel, cuka jawa ini memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah namun kaya akan rasa gurih alami yang cocok untuk masakan tradisional seperti pempek atau asinan Bogor
Tabel Perbandingan: Cuka Aren vs Cuka Apel
Banyak pembaca yang bingung membedakan antara cuka aren dan cuka apel. Meskipun sama-sama hasil fermentasi alami, keduanya memiliki karakter rasa yang sangat berbeda. Berikut perbandingan lengkapnya:
| Karakteristik | Cuka Aren (Cuka Jawa/Lahang) | Cuka Apel (Apple Cider Vinegar) |
| Bahan Dasar | Nira (lahang) pohon aren (Arenga pinnata) | Sari buah apel yang difermentasi |
| Rasa & Aroma | Asam segar, tidak terlalu menyengat, ada sentuhan aroma smoky atau woody khas aren | Asam tajam, aroma fermentasi buah yang kuat |
| Warna | Cenderung bening transparan hingga kekuningan alami | Kuning kecokelatan (amber) hingga keruh (jika ada mother) |
| Kandungan Utama | Asam asetat alami, probiotik (jika raw), mineral dari nira | Asam asetat, pektin, vitamin B & C, probiotik (the mother) |
| Penggunaan Kuliner | Makanan tradisional: Asinan Bogor, Cuko Pempek, Acar, Sie Reuboh (Aceh) | Makanan barat: Salad dressing, marinade, baking |
| Kelebihan Utama | Rasa asam lebih “bulat” (tidak menusuk), lebih aman di lambung bagi sebagian orang | Populer secara global untuk diet (metabolisme) dan kontrol gula darah |
| Status Halal | Halal (suci) jika telah berubah sempurna dari tuak menjadi cuka (sifat memabukkan hilang) | Umumnya halal, pastikan sertifikasi untuk menghindari alkohol sisa |
Mengenal Cuka Aren – Dari Lahang Jadi Tuak
Sebelum mengenal cuka aren lebih lanjut ada baiknya kita mengenal beberapa hal tentang bahan pembuatnya yaitu nira aren yang juga sebagai bahan dasar pembuatan palm sugar.
Nira yang dijadikan minuman disebut legen atau lahang. Mengandung banyak vitamin dan energi. Sayangnya belum ada inovasi berarti untuk membuat legen jadi minuman isotonik seperti dalam Menjual Legen secara moderen. Kalaupun ada masih skala laboraorium. Sementara perdagangannya pun tetap menggunakan gaya marketing Singosari. Dipikul dalam tabung-tabung bambu panjang yang disebut lodong atau bumbung lalu dijajakan keluar masuk kampung. Kalaupun ada sedikit kemajuan legen menggunakan botol bekas air mineral dan ditawarkan di tepi jalan.
Nira aren yang manis ini apa bila dibiarkan begitu saja akan meragi dan berubah jadi tuak dengan kadar etanol bisa mencapai 4%. Kadar ini kurang lebih sama dengan bir. Peragian terjadi karena di dalam nira terdapat sel ragi bernama Saccharomyces tuac. Ini lah minuman berakohol khas Indonesia. Bahkan tuak sudah dikonsumsi rakyat Indonesia sejak zaman Singosari.
Manfaat Air Lahang Untuk Kesehatan
Air Nira atau sering disebut juga air lahang sudah lama dimanfaatkan sebagai minuman tradisional. Karena rasanya enak, segar, manis dan juga gurih. Menikmati segelar air lahang dicampur es tatkala kemarau tak terkira enaknya.
Tak hanya sebagai minuman segar, air sadapan bunga pohon enau ini juga banyak manfaat untuk kesehatan. Khasiatnya dipercaya mampu mengatasi darah tinggi dan diabetis. Memasukan sedikit kapur sirih sebagai ramuan juga dipercaya mampu melancarkan air seni.
Khasiat air lahang juga bermanfaat melancarkan pencernaan. Bagi ibu menyusui disarankan mengkonsumsi bentuk segarnya karena dapat melancarkan ASI. Air lahang juga mampu meredakan demam.
Air lahang kaya nutrisi. Tidak heran ia cepat sekali jadi basi karena jadi sumber makanan bagi jamur dan bakteri. Nah bagi tubuh manusia air lahang bermanfaat menambah nutrisi. Ia mengandung vitamin A, vitamin C, protein, karbohidrat, hingga asam amino alami.
Selain banyak dimanfaatkan mengobati penyakit ginjal, perawatan paska operasi dengan meminum cairan lahang dianggap cepat menyembuhkan luka.
Membuat Alkohol dari Nira Aren
Agar terbentuk alkohol, nira memerlukan perlakuan khusus. Disekap dalam sebuah wadah dan selama proses tidak boleh kontak dengan oksigen( anaerob). Nira dimasukan dalam bumbung yang tertutup rapat. Tapi dalam pengolahan tradisional menutup rapat ini sering tidak berhasil. Maka proses peragian alkohol berjalan lebih lanjut dengan terbentuknya asam cuka. Lahang terasa asam dan kadar alkohol kembali turun.
Apakah Cuka Aren Halal?
Banyak yang bertanya mengenai status kehalalan cuka aren karena proses pembuatannya melewati fase menjadi tuak (alkohol). Secara umum dalam hukum Islam, jika tuak (khamr) berubah menjadi cuka (khal) secara alami atau melalui proses fermentasi lanjut hingga sifat memabukkannya hilang, maka hukumnya menjadi suci dan halal. Oleh karena itu, cuka jawa yang telah terfermentasi sempurna aman dikonsumsi.
Cara Membuat Cuka Aren
Kalau tujuannya memang membuat cuka aren, lahang justru harus dibiarkan terbuka. Kurang lebih 8 hari sejak di panen seluruh nira sudah berubah jadi asam cuka.
Di Ambon, untuk mempercepat pembentukan asam cuka, nira dibubuhi tumbukan biji galoba kusi, Hornstedtia rumphii, sejenis rempah-rempah Zingiberaceae, yang masih berkerabat dekat dengan kapulaga sabrang. Prosesnya diselenggarakan dalam wadah tertutup yang dijemur di matahari, atau dipanasi di dapur.
Setelah disaring dan dibersihkan dari semua kotoran yang mengendap di dasar wadah, cuka aren boleh dipakai sebagai bumbu masak. Sayang, kadar asam asetat (zat yang memberi rasa asam pada cuka itu) hanya 3% saja. Karena itu ia tidak tahan lama disimpan, lalu busuk, sehingga cuka tak bermutu ini dikata-katai orang sebagai “cuka jawa”. Walaupun demikian, cuka aren tetap laku keras di pasar, karena tidak membuat sakit perut seperti cuka sintetik yang lebih pekat itu (25% asam cukanya). Mungkin itulah sebab, selain dipertahankan sebagai bumbu dalam dapur masakan Jawa, perajin asinan bogor dan pembuat kue Bika Ambon lebih suka memakai Cuka Jawa ketimbang cuka-cuka lain.
Dulu penyaringan cuka aren dilakukan dengan kain mori saja yang ternyata kurang kedap rnenahan benih cacing renik Anguillula aceti. Cacing yang kalau dewasa hanya berukuran 1 mm terbawa benihnya oleh lahang yang bumbung penampungnya tidak bersih. Untuk meningkatkan mutu cuka jawa, penyaringan harus di¬lakukan dengan kapas bersih yang ditaruh padat-padat dalam corong. Maka cairan cuka yang dituang melalui corong berkapas, cairannya akan lolos tapi benih cacingnya tidak.
Baca juga Panen Nira Aren
Manfaat Cuka Aren Bagi Kesehatan
Meskipun penelitian spesifik tentang manfaat cuka aren masih terbatas, kandungan utamanya yakni asam asetat telah banyak diteliti. Asam asetat diketahui dapat membantu mengontrol kadar gula darah, membunuh bakteri berbahaya, dan membantu penurunan berat badan. Karena cuka aren organik diproses secara alami tanpa bahan kimia, ia juga membawa probiotik alami yang baik untuk pencernaan, mirip dengan khasiat pada cuka apel.
Namun banyak testimoni atau cerita dari mulut ke mulut mengenai manfaat cuka aren bagi kesehatan, banyak yang menghubungi Arenga Indonesia untuk membeli cuka aren untuk merawat kesehatan. Diantaranya ada yang percaya bahwa cuka aren manjur mengobati radang paru-paru, entah paru-paru basah atau TBC. Ada juga yang mengatakan sebagai campuran untuk pengobatan sakit perut.
Demikian sedikit seri mengenal cuka aren atau cuka jawa. Semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman sekalian
FAQ Mengenai Cuka Aren
Cuka aren paling sering digunakan sebagai penyedap rasa asam alami pada masakan seperti asinan, acar, kuah pempek, dan marinasi daging agar lebih empuk.
Ya, cuka aren sering juga disebut sebagai cuka lahang karena bahan bakunya berasal dari air nira (lahang) pohon aren (enau).
Jika diproses dan disaring dengan bersih, cuka aren bisa bertahan berbulan-bulan. Simpan dalam wadah kaca tertutup rapat di tempat sejuk.
Salam,
@eviindrawato
Disunting dari : Bertanam Aren karya Slamet Soeseno
Baca juga:

