Travel Blog Indonesia – Teman-teman, masih ingat cerita saya waktu ke Taman Nasional Lorentz di Papua? Nah, kali ini saya mau ajak teman-teman melipir ke tetangga kita, Malaysia. Tepatnya ke Bako National Park Sarawak, sebuah cagar alam tertua di Sarawak yang pesonanya nggak kalah magis!
Terletak sekitar 37 km dari Kuching, Taman Negara Bako ini unik banget. Meskipun luasnya “cuma” sekitar 27 km persegi, isinya padat! Bayangkan, di sini ada tujuh ekosistem lengkap: mulai dari vegetasi pantai, tebing, hutan hujan, mangrove, hutan kerangas, padang rumput, sampai hutan rawa gambut. Paket komplit, kan?
Buat teman-teman yang berencana solo traveling ke Bako National Park, jangan khawatir. Artikel ini sudah saya update dengan info terbaru tahun 2025/2026 biar persiapan kalian makin matang. Yuk, simak!
Menuju Bako National Park: Petualangan Dimulai dari Jetty
Perjalanan dimulai dari Kota Kuching. Kalau dulu saya naik bus bareng rombongan, sekarang buat teman-teman yang jalan sendirian, opsi transportasi publik makin gampang. Kalian bisa naik Red Bus No. 1 dari Open Air Market di pusat kota Kuching.
Bus ini biasanya berangkat mulai jam 7 pagi. Harganya super terjangkau, teman-teman! Masih di kisaran RM 1 – RM 5 (tergantung kebijakan subsidi terbaru pemerintah Sarawak). Perjalanannya memakan waktu sekitar 45-60 menit sampai ke Bako Terminal Jetty.
Sampai di terminal, suasana biasanya sudah ramai. Di sini tantangan pertama buat solo traveler dimulai: urusan perahu!
Tips Hemat Sewa Perahu untuk Solo Traveler
Harga sewa boat resmi terbaru adalah RM 200 per perahu (pulang-pergi) dengan kapasitas maksimal 5 orang. Kalau sendirian, bayar RM 200 tentu “boncos” ya, teman-teman.
Triknya? Jangan malu-malu! Di loket tiket, biasanya banyak traveler lain yang juga lagi celingukan cari barengan. Sapa saja mereka, “Hi, want to share a boat?” Biasanya dengan mudah kita bisa kumpulkan 4-5 orang, jadi per orang cuma bayar sekitar RM 40. Hemat banget!
Pendaratan di Muara Tebas: Disambut Alam yang Dramatis
Perjalanan perahu sekitar 20 menit menyusuri Sungai Santubong menuju Laut China Selatan itu sendiri sudah sebuah atraksi. Kita akan mendarat di Telok Assam. Kalau air sedang surut, siap-siap ya teman-teman, kita harus “nyebur” sedikit ke air laut untuk sampai ke pantai. Jadi, pakai sandal gunung atau sepatu yang nyaman dan cepat kering itu wajib hukumnya.
Pemandangannya? Masya Allah, cakep! Bukit Batu Pasir (sandstones) dengan gradasi warna coklat, kuning gading, hingga kemerahan berdiri gagah menyambut kita. Formasi batuan ini hasil erosi jutaan tahun yang menyisakan keindahan surealis. Jangan lupa foto di sini, karena spot ini ikonik banget buat wisata alam Sarawak.
Menjelajah Jalur Trekking: Mencari Si Hidung Mancung
Bako National Park Sarawak punya 16 jalur trekking dengan tingkat kesulitan beragam. Ada yang santai cuma 30 menit (seperti Trek Tanjung Sapi), ada yang butuh seharian penuh.
Primadona Bako: Bekantan (Proboscis Monkey)
Tujuan utama kebanyakan orang ke sini, termasuk saya, adalah bertemu Proboscis Monkey alias Bekantan atau Monyet Belanda. Hewan endemik Borneo ini memang agak tricky. Mereka suka malu-malu bersembunyi di kanopi pohon tinggi.
Tips dari saya: Pilih jalur Telok Paku atau Telok Delima dan berjalanlah dengan tenang. Jangan berisik. Kalau beruntung, teman-teman bisa melihat pejantan dengan hidung besarnya yang khas sedang duduk santai atau melompat antar dahan. Selain Bekantan, teman-teman juga bakal sering papasan sama Babi Berjenggot (Bearded Pig) yang seliweran santai di dekat kantin markas taman nasional, serta Monyet Ekor Panjang (Macaques) yang terkenal usil. Hati-hati sama barang bawaan ya!
Keunikan Flora: Dari Kantong Semar sampai Tongkat Ali
Buat pecinta tanaman, Bako itu surga. Sepanjang trekking, perhatikan kiri-kanan. Teman-teman bisa menemukan berbagai jenis Kantong Semar (Pitcher Plant) yang unik, rotan liar, dan tentu saja pasak bumi atau Tongkat Ali yang terkenal itu.
Menginap di Dalam Hutan: Berani Coba?
Kalau merasa seharian kurang puas, menginaplah! Taman Negara Bako menyediakan penginapan berupa lodge dan asrama.
Tapi ingat, ini bukan hotel bintang lima ya. Fasilitasnya basic tapi bersih dan dikelilingi hutan hujan sungguhan. Sensasi mendengar suara-suara hutan di malam hari itu pengalaman yang nggak akan terlupakan.
Cara Booking Penginapan (Update): Sekarang booking harus dilakukan secara online melalui website resmi eBooking Sarawak Forestry (ebooking.sarawak.gov.my). Sebaiknya book jauh-jauh hari karena kamarnya terbatas dan sering penuh, terutama di musim liburan.
Catatan penting: Bawa handuk dan perlengkapan mandi sendiri, karena pihak taman nasional tidak lagi menyediakannya untuk mengurangi limbah lho.
Tips Pamungkas Buat Teman-teman (Terutama Solo Traveler)
- Datang Pagi: Bus pertama dari Kuching jam 7 pagi. Usahakan sampai di Jetty sebelum jam 9 biar gampang cari barengan perahu dan punya banyak waktu trekking.
- Perahu Terakhir: Ingat, perahu terakhir kembali ke terminal biasanya jam 3 sore (kecuali menginap). Jangan sampai ketinggalan!
- Logistik: Bawa air minum yang CUKUP (minimal 1.5 liter). Di dalam trek panas dan lembap banget, gampang dehidrasi. Kantin cuma ada di HQ (Headquarters).
- Uang Tunai: Siapkan uang tunai (Ringgit) secukupnya untuk tiket masuk (RM 20 untuk WNA, RM 10 untuk WN Malaysia), bayar perahu, dan jajan di kantin. Sinyal kadang susah buat pembayaran digital.
- Pakaian: Pakai baju yang menyerap keringat, topi, kacamata hitam, dan wajib pakai sunblock. Nyamuk hutan juga lumayan ganas, jadi bawa lotion anti nyamuk.
Gimana, teman-teman? Sudah siap memasukkan Bako National Park ke dalam bucket list liburan kalian selanjutnya? Alam Borneo yang liar dan autentik sudah menunggu! Selamat bertualang!
Video di Bako National Park Sarawak
Activities – Trekking di Taman Nasional Bako
Keragaman Isi Cagar Alam Sarawak
Sungai di Dalam TN Bako yang Sedang Surut Airnya
Baca juga:







