
Halo Sobat Arenga! Dalam industri makanan, kita tak bisa menghindari penggunaan pengawet. Makanan komersial membutuhkan rentang waktu distribusi panjang agar sampai ke tangan konsumen tanpa basi. Namun, ketergantungan pada pengawet sintetis berisiko bagi kesehatan jika kita mengonsumsinya secara berlebihan.
Alam sebenarnya telah menyediakan solusi cerdas. Salah satunya adalah akar kawao (Millettia sericea). Tumbuhan ini menjadi kunci bagi para petani dalam menghasilkan gula aren organik berkualitas tinggi tanpa sentuhan bahan kimia berbahaya.
Mari kita bedah sains di balik kehebatan tumbuhan ini.
Mengenal Akar Kawao dalam Sains Pangan
Sobat Arenga perlu tahu, akar kawao bukan sekadar tradisi turun-temurun. Secara ilmiah, tanaman ini mengandung senyawa bioaktif kuat. Riset fitokimia menunjukkan bahwa Millettia sericea kaya akan flavonoid, saponin, dan tanin.
Senyawa-senyawa ini bekerja sebagai agen antimikroba alami. Mereka merusak dinding sel bakteri perusak dan menghambat aktivitas enzim yang menyebabkan fermentasi. Riset mendalam menunjukkan bahwa ekstrak akar kawao dengan konsentrasi 0,2% – 0,5% saja sudah efektif menghambat bakteri Leuconostoc mesenteroides selama 8 hingga 12 jam.
Inilah alasan mengapa pengawet nira alami ini sangat efektif. Ia memberi waktu cukup bagi petani untuk membawa nira dari pohon ke dapur pengolahan tanpa takut basi.
Baca juga:
Pentingnya Pengawet Nira Alami untuk Kualitas Gula
Mengapa petani aren sangat bergantung pada akar kawao? Jawabannya terletak pada stabilitas pH dan kualitas organoleptik (rasa dan warna).
Nira aren sangat sensitif terhadap degradasi. Segera setelah menetes dari pohon, nira menjadi media favorit bagi mikroba Saccharomyces cerevisiae (ragi) dan bakteri Acetobacter. Tanpa pengawet, mikroba ini dengan cepat mengubah sukrosa menjadi alkohol dan asam asetat (cuka).
Penggunaan akar kawao membantu mempertahankan pH nira di angka krusial, yaitu 6,0 – 7,0. Para ahli pangan menegaskan bahwa rentang pH ini vital untuk mencegah inversi sukrosa. Jika pH turun (menjadi asam), nira tidak akan bisa mengkristal menjadi gula semut (granulated palm sugar).
Selain itu, keunggulan akar kawao dibandingkan pengawet lain (seperti kapur sirih berlebih) adalah sifatnya yang netral terhadap rasa. Ia menjaga nira tetap manis segar tanpa meninggalkan jejak rasa pahit atau getir (bitter aftertaste). Warna gula yang dihasilkan pun akan cantik, kuning kemerahan dan glowing, bukan cokelat kusam atau hitam.
Riset Ahli – Kawao vs Degradasi Sukrosa
Sebuah studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkuat kearifan lokal ini. Penelitian tersebut menyoroti bahwa akar kawao dan kulit batang manggis (Garcinia mangostana) adalah pengawet nira alami paling efektif.
Riset tersebut menemukan bahwa aplikasi kedua bahan ini mampu menghambat laju degradasi sukrosa secara signifikan. Zat aktif dalam kawao bekerja optimal menahan laju reaksi enzimatis yang biasanya merusak nira hanya dalam hitungan jam.
Menariknya, industri gula tebu juga mulai melirik potensi ini. Mereka menguji akar kawao untuk menekan kehilangan gula (rendemen) akibat aktivitas mikroba selama proses tebang-angkut-giling.
Cara Memakai Akar Kawao agar Optimal

Agar akar kawao bekerja maksimal sebagai pengawet nira alami, Sobat Arenga bisa mengikuti langkah teknis berikut:
- Persiapan Bahan: Ambil akar kawao segar. Bersihkan dari tanah yang menempel untuk mencegah kontaminasi bakteri tanah.
- Takaran Tepat: Potong atau cacah akar sepanjang kurang lebih 3 cm untuk setiap satu bumbung (lodong) nira. Pencacahan ini penting untuk memperluas permukaan akar sehingga zat bioaktif (tanin dan saponin) lebih cepat terlepas ke dalam nira.
- Wadah Steril: Masukkan cacahan ke dalam lodong yang sudah Anda cuci bersih. Ingat, wadah kotor akan membuat kerja pengawet menjadi sia-sia.
- Indikator Keberhasilan: Nira yang terawetkan dengan baik akan tetap bening kekuningan, berbau harum khas aren, dan terasa manis segar saat panen.
- Baca juga Prospek Emas Pohon Aren
Menjaga Hutan, Menjaga Kualitas
Menggunakan akar kawao juga berarti kita turut menjaga kelestarian hutan. Tanaman ini adalah tanaman rambat yang tumbuh liar di ekosistem hutan sehat. Agar stok selalu tersedia, petani mitra Arenga Indonesia memastikan habitat hutan tempat kawao tumbuh tetap terjaga. Ini menciptakan siklus saling menguntungkan antara produksi gula aren berkualitas dan konservasi alam.
FAQ: Pertanyaan Seputar Akar Kawao
Tidak. Berbeda dengan pengawet sintetik atau kapur berlebih, akar kawao tidak merusak profil rasa asli nira. Rasa manis legit tetap terjaga.
Sangat aman. Ini adalah bahan nabati 100% yang residunya akan tersaring dan terpisah saat proses pemasakan nira menjadi gula.
Tentu akar kawao. Pengawet kimia (seperti Natrium Bisulfit) berisiko menyisakan residu sulfit yang bisa memicu alergi. Kawao menawarkan keamanan pangan lebih tinggi.
Kesimpulan dari Akar Kawao Pengawet Nira Alami
Menggunakan akar kawao adalah langkah strategis dalam memproduksi gula aren sehat. Kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menerapkan prinsip keamanan pangan berbasis bahan nabati. Dengan pengawet nira alami ini, kita menjamin gula aren yang sampai ke meja konsumen adalah produk yang aman, lezat, dan berkualitas premium.
Salam — Evi

