Key Takeaways
- Wisata Yangon Myanmar masih memiliki pesona meski situasi politik berubah sejak 2021.
- Keamanan saat traveling ke Myanmar 2026 tetap berisiko; beberapa daerah seperti Yangon dianggap lebih aman.
- Shwedagon Pagoda buka untuk turis dan menawarkan pengalaman spiritual yang lebih tenang.
- Bogyoke Aung San Market masih beroperasi, namun sepi dan banyak toko tutup lebih awal.
- Penting untuk memiliki asuransi perjalanan dan mematuhi aturan serta tips lokal saat mengunjungi.
Teman-teman, masih ingatkah kalian dengan cerita tentang Myanmar? Negeri yang dulu membuat aku terpana karena keajaiban pagoda emasnya, kini sering muncul di berita dengan wajah berbeda. Banyak dari kalian yang bertanya, “Kak Evi, apakah Wisata Yangon masih seindah dulu? Apakah aman ke Myanmar 2026 ini?”
Jujur, menulis ulang pengalaman ini membangkitkan rindu sekaligus rasa was-was. Dulu, Myanmar bagiku adalah “Asia Tenggara yang hilang”, sebuah negeri yang polos dan penuh senyum. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa sejak 2021, banyak hal berubah. Di tahun 2026 ini, traveling ke Myanmar bukan lagi sekadar jalan-jalan santai, tapi sebuah petualangan yang butuh persiapan matang.
Artikel ini adalah update besar-besaran dari catatanku sebelumnya. Aku akan membagikan kenangan manis yang (kabar baiknya) masih bisa kalian temui, sekaligus fakta pahit dan tips traveling Myanmar 2026 yang wajib kalian tahu sebelum nekat membeli tiket.
Pesona Yangon yang Tak Pudar Oleh Waktu
Sekalipun badai politik menerpa, kecantikan Yangon tidak serta merta luntur. Kota ini masih memegang status sebagai gerbang utama bagi para pejalan yang ingin mengintip kehidupan negeri Burma.
Kesan Pertama: Bandara dan Kota Tua
Dulu aku sempat berpikir Myanmar itu “gelap gulita” dan menyeramkan. Ternyata? Yangon International Airport masih menjadi salah satu bandara yang efisien dan cantik. Di tahun 2026 ini, meski pemeriksaan keamanan jauh lebih ketat (siapkan dokumen lengkap!), keramahan petugas imigrasi seringkali masih terasa hangat.
Pusat kota Yangon masih dihiasi bangunan kolonial yang fotogenik. Namun, perbedaannya kini terasa di jalanan. Jika dulu kita bisa bebas keluyuran hingga larut, sekarang kalian harus sadar dengan jam malam (curfew) yang mungkin diberlakukan di beberapa distrik, terutama saat masa pemilu Januari 2026 ini.
Shwedagon Pagoda: Emas yang Tetap Bersinar
Konon, belum sah ke Wisata Yangon Myanmar tanpa menginjakkan kaki di Shwedagon Pagoda. Kabar baiknya: Shwedagon Pagoda buka untuk turis di tahun 2026!
Tempat ini masih menjadi magnet utama. Pagoda berumur 2.500 tahun ini dipercaya menyimpan helai rambut Siddhartha Gautama. Saat aku ke sana, kilaunya benar-benar bikin merinding. Bayangkan, pucuk stupanya bertahtakan ribuan berlian, dengan yang terbesar mencapai 72 karat!
Bagi teman-teman yang ingin ke sini di tahun 2026, suasananya mungkin lebih sepi dari turis dibanding satu dekade lalu, yang justru memberikan ketenangan spiritual lebih dalam. Tiket masuknya kini sekitar 20.000 – 30.000 Kyat (karena inflasi, harga dalam Kyat melonjak, tapi dalam USD relatif stabil sekitar $10).
Pro Tip: Datanglah saat sore menjelang matahari terbenam. Lantai marmernya mulai dingin, dan cahaya emas pagoda akan berpendar magis bertemu langit senja.
Menepi di Danau Kandawgyi
Tak jauh dari Shwedagon, ada Danau Kandawgyi atau Royal Lake. Dulu aku menghabiskan sore di sini, berjalan di jembatan kayu panjang yang membelah danau.
Di tahun 2026, tempat ini masih menjadi safe haven atau zona hijau yang relatif aman di Yangon. Kalian bisa melihat refleksi Shwedagon yang berkilauan di air danau yang tenang. Jika kalian membawa kamera, spot dari sisi timur danau masih menjadi spot foto terbaik di Yangon.
Bogyoke Aung San Market: Masihkah Ramai?
Dulu, Bogyoke Aung San Market adalah surga belanja kain Longyi dan batu giok. Di era new normal Myanmar 2026, pasar ini masih beroperasi meski tidak sepadat dulu. Banyak toko yang mungkin tutup lebih awal.
Jika kalian ke sini, tips belanja di Myanmar yang paling utama adalah: tawar dengan sopan dan gunakan uang tunai. Kartu kredit seringkali offline atau tidak diterima.
Update Penting: Informasi Wisata Myanmar 2026
Ini adalah bagian terpenting. Jangan skip bagian ini karena travel advisory Myanmar berubah dengan cepat.
1. Keamanan dan “Tourist Kite”
Apakah aman liburan ke Myanmar? Jawabannya: Relatif, tapi berisiko. Pemerintah dan agensi wisata mempromosikan konsep “Tourist Kite” atau zona wisata aman yang meliputi Yangon, Mandalay, Bagan, dan Inle Lake. Di kota-kota ini, situasi cenderung lebih terkendali dibandingkan daerah perbatasan. Namun, hindari demonstrasi sekecil apa pun. Jika melihat kerumunan, berbalik arahlah. Cek selalu travel advice dari kedutaan sebelum berangkat.
2. Visa Turis Myanmar 2026
Kabar gembiranya, Myanmar Tourist e-Visa sudah beroperasi kembali sepenuhnya.
- Biaya: USD 50.
- Proses: Sekitar 3 hari kerja secara online.
- Syarat: Paspor valid 6 bulan, foto berwarna, dan wajib memiliki Asuransi Perjalanan Inbound (seringkali harus beli dari asuransi negara setempat, Myanma Insurance).
3. Uang Tunai adalah Raja (Cash is King)
Lupakan kartu kredit. ATM di Yangon sering kosong atau limit penarikannya kecil. Wajib bawa: Uang USD (Dolar Amerika) pecahan $50 atau $100 keluaran terbaru (seri “kepala besar”). Penting: Uang dolar kalian harus mulus, licin, tanpa tekukan, tanpa noda tinta, dan tanpa cap. Sedikit saja lecek, money changer di Yangon akan menolaknya. Ini serius!
4. Koneksi Internet
Akses internet di Myanmar kadang dibatasi. Beberapa media sosial mungkin tidak bisa diakses tanpa VPN. Pastikan kalian membeli SIM Card lokal (seperti MPT atau Telenor/Atom) di bandara dan segera unduh peta offline di Google Maps.
Cara Menuju ke Sana (Update 2026)
Dulu banyak opsi penerbangan, namun di tahun 2026 rutenya lebih terbatas.
- Terbang via Bangkok: Ini rute paling populer dan reliabel. Maskapai seperti AirAsia, Thai Airways, atau MAI (Myanmar Airways International) melayani rute Bangkok (BKK/DMK) ke Yangon (RGN).
- Penerbangan Langsung: Cek ketersediaan dari Jakarta. Seringkali penerbangan harus transit, jadi siapkan waktu ekstra.
- Booking Tiket: Gunakan aplikasi seperti Traveloka untuk memantau harga. Fitur Price Alerts-nya masih sangat membantu untuk mencari tiket termurah di tengah fluktuasi harga bahan bakar pesawat saat ini.
Tips Evi untuk Teman-teman (Edisi 2026)
- Asuransi Wajib: Jangan coba-coba masuk tanpa asuransi perjalanan yang mencakup COVID-19 (jika masih diminta) dan evakuasi medis.
- Daftar di KBRI: Segera setelah sampai, lakukan lapor diri secara online di portal Peduli WNI atau hubungi KBRI Yangon. Ini vital untuk keselamatan.
- Pakaian Sopan: Myanmar adalah negeri religius. Selalu bawa sarung atau pakai celana panjang. Di Shwedagon Pagoda, kalian wajib lepas alas kaki (termasuk kaus kaki) dari gerbang depan. Bawa tisu basah untuk membersihkan kaki setelahnya.
- Jaga Bicara: Hindari membicarakan politik dengan warga lokal di tempat umum. Biarkan mereka yang bercerita jika mereka merasa aman, tapi jangan memancing topik sensitif.
Wisata Yangon mungkin tidak lagi sesederhana dulu, tapi pesonanyaโsenyum tulus warganya, denting lonceng pagoda, dan matahari senja yang menyepuh emas Shwedagonโmasih ada di sana, menunggu waktu yang tepat untuk kembali bersinar sepenuhnya.
Stay safe, travelers!
Tulisan ini diperbarui pada Januari 2026. Situasi di Myanmar dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek informasi resmi sebelum berangkat.
Foto-Foto Kenangan di Myanmar
Baca cerita lainya di Myanmar:







