Key Takeaways
- Kuching, Sarawak menawarkan kombinasi warisan sejarah, suasana romantis, dan surga kuliner yang menarik.
- Tempat wisata di Kuching Malaysia termasuk Kuching Waterfront, Jembatan Darul Hana, dan Kampung Boyan yang kaya akan budaya.
- Topspot Food Court Kuching adalah destinasi seafood yang wajib dikunjungi, terkenal dengan Midin dan Umai yang lezat.
- Siniawan Old Town menyuguhkan suasana malam yang klasik dengan pasar malam yang ramai dan makanan kaki lima yang menggoda.
- Tips berwisata hemat ke Kuching termasuk menggunakan aplikasi Grab, siapakan uang tunai, dan menjelajahi saat musim kemarau.
Apakah Teman-teman mencari destinasi liburan yang menawarkan perpaduan sempurna antara warisan sejarah, suasana romantis, dan surga kuliner? Kuching, Sarawak adalah jawabannya. Kota yang dijuluki “Kota Kucing” ini menyimpan pesona tak terduga yang siap memikat hati siapa saja.
Cerita perjalanan ini bermula sesaat pesawat mendarat mulus di Kuching International Airport. Hanya berjarak sekitar satu jam perbedaan waktu dengan Jakarta, Kuching menyambut dengan hangat. Bagi Teman-teman yang merencanakan liburan ke sini, bersiaplah untuk jatuh cinta pada tempat wisata di Kuching Malaysia yang autentik, mulai dari tepian sungai yang memukau hingga pasar malam legendaris.
Berikut adalah rekomendasi destinasi wisata dan kuliner yang wajib Teman-teman kunjungi di Kuching, berdasarkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.
1. Kuching Waterfront dan Jembatan Darul Hana
Perjalanan dimulai dari Kuching Waterfront, ikon wisata yang paling populer di kota ini. Jika dulu moda transportasi seperti Uber menjadi andalan, kini Teman-teman bisa dengan mudah menggunakan Grab dari bandara menuju pusat kota dengan tarif yang terjangkau (sekitar 20-30 MYR).
Kuching Waterfront adalah ruang publik terbaik untuk menikmati suasana santai. Dahulu kawasan ini adalah pusat perdagangan tua yang sibuk, namun kini telah disulap menjadi esplanade yang cantik sepanjang 1,3 km.
Menikmati Sunset dan Keindahan Jembatan Darul Hana
Daya tarik utama kawasan ini sekarang bukan hanya sungai, tetapi kehadiran Jembatan Darul Hana. Jembatan penyeberangan ikonik berbentuk huruf “S” ini menghubungkan bagian utara dan selatan kota. Berbeda dengan beberapa tahun lalu saat masih dalam konstruksi, kini Teman-teman bisa bebas berjalan di atasnya, menikmati panorama Sungai Sarawak yang spektakuler, terutama saat matahari terbenam.
Sunset di sini terasa begitu magis, seolah menyempurnakan sajak-sajak para penyair. Saat senja tiba, lampu-lampu kota mulai menyala, memantul indah di permukaan air. Jangan lupa untuk mencoba Sarawak River Cruise jika ingin menikmati pemandangan kota dari sudut pandang yang berbeda.
Baca di sini tentang:ย ย Melukis Kenangan di Kota Kuching
2. Kampung Boyan: Pesona Kampung Melayu di Seberang Sungai
Dari Waterfront, arahkan pandangan ke seberang sungai. Di sana terdapat Kampung Boyan atau Kampung Melayu yang terkenal. Lokasinya persis berhadapan dengan hotel-hotel besar di tepi sungai.
Untuk menuju ke sana, Teman-teman tidak perlu berenang. Cukup naik perahu tradisional yang disebut Penambang dari dermaga. Tarifnya sangat murah, sekitar 1 MYR hingga 2 MYR per orang. Pengalaman menyeberangi sungai dengan perahu kecil yang dikayuh atau bermesin tempel ini memberikan nuansa nostalgia yang kental.
Kuliner dan Arsitektur Tradisional
Sesampainya di Kampung Boyan, Teman-teman akan disambut oleh deretan rumah panggung dengan arsitektur tradisional Melayu modern. Ini adalah tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh khas Sarawak, seperti Kue Lapis Sarawak yang legendaris.
Sambil menikmati wisata kuliner Kuching di sini, cobalah berbagai jajanan lokal. Pemandangan dari Kampung Boyan ke arah kota Kuching saat malam hariโdengan cahaya lampu yang berkilauanโbenar-benar seperti lukisan hidup.
3. Topspot Food Court Kuching: Surga Seafood di Atas Gedung
Belum sah ke Sarawak kalau belum makan enak. Salah satu destinasi wisata Sarawak yang wajib dikunjungi bagi pecinta makanan adalah Topspot Food Court Kuching. Uniknya, pusat kuliner ini terletak di lantai 6 sebuah gedung parkir di Jalan Padungan.
Tempat ini selalu ramai, terutama di malam hari. Puluhan gerai seafood siap memanjakan lidah Teman-teman dengan bahan-bahan segar.
Menu Wajib Coba: Midin dan Umai
Apa yang harus dipesan? Jangan lewatkan Midin, sayuran pakis hutan khas Sarawak yang dimasak dengan terasi (belacan) atau bawang putih. Rasanya renyah dan gurih, sangat berbeda dengan pakis di tempat lain.
Menu lain yang wajib dicoba adalah Umai, hidangan khas suku Melanau. Ini adalah sashimi ala Sarawak yang terbuat dari irisan ikan mentah segar, dimarinasi dengan air jeruk nipis, bawang merah, dan cabai. Segar dan meledak di mulut!
Selain itu, Teman-teman bisa memesan kepiting asam manis, udang tepung, cumi kecap, sup asparagus, hingga pancake tiram (oyster omelette) berukuran raksasa. Topspot Food Court adalah definisi pesta seafood yang sesungguhnya dengan harga yang masih masuk akal.
4. Siniawan Old Town: Pasar Malam Bernuansa Klasik
Jika Teman-teman punya waktu lebih, luangkan malam Jumat, Sabtu, atau Minggu untuk berkunjung ke Siniawan Old Town. Terletak sekitar 30-45 menit berkendara dari pusat kota Kuching, kota tua ini menawarkan atmosfer yang sangat berbeda.
Siniawan Night Market beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 23.00. Di sini, deretan ruko kayu tua diterangi lampion merah yang menggantung di sepanjang jalan, menciptakan suasana romantis ala film-film klasik Tiongkok.
Dulu sempat mati suri, kawasan ini kini hidup kembali berkat Sarawak Tourism Board dan komunitas lokal. Teman-teman bisa menemukan berbagai makanan kaki lima yang lezat, menikmati live music dari warga lokal, dan merasakan keramahan penduduk yang hangat. Ini adalah hidden gem untuk wisata malam di Kuching.
Tips Liburan Hemat dan Nyaman ke Kuching (2025)
- Transportasi: Gunakan aplikasi Grab untuk keliling kota karena lebih murah dan transparan dibanding taksi konvensional. Untuk pengalaman lokal, coba naik bus umum atau berjalan kaki di area pusat kota.
- Mata Uang: Siapkan uang tunai (Ringgit Malaysia/MYR) dalam pecahan kecil untuk membayar perahu penambang dan jajanan kaki lima.
- Waktu Terbaik: Datanglah saat musim kemarau (April-September) untuk menghindari hujan tropis, atau sesuaikan dengan jadwal Siniawan Night Market (Jumat-Minggu).
- Konektivitas: Beli SIM Card lokal atau gunakan paket roaming data agar Teman-teman tetap eksis mengunggah foto di Jembatan Darul Hana.
- Makanan Halal: Kuching sangat ramah muslim. Sebagian besar gerai di Topspot Food Court (seperti Ling Loong atau Muslim Seafood) dan seluruh Kampung Boyan menyajikan makanan halal.
Kuching, Sarawak di akhir September memang manis, namun kota ini akan selalu cantik kapan pun Teman-teman mengunjunginya. Selamat menjelajah!
Foto-Foto Kenangan di Kuching
- Lihat di sini foto- Foto Jembatan Darul Hana Kuching Sarawak
Baca juga:











