
Ringkasan
- Cara Membuat tali dan menaikan nilai sampah. Selain dikenal dengan bawang merah dan telur asin, Brebes memiliki potensi ekonomi melalui industri daur ulang sampah.
- Masyarakat di Ketanggungan membuat tali dari limbah plastik menggunakan alat sederhana, mengubah sampah menjadi penghasilan.
- Grenjeng adalah bahan dasar tali, terbuat dari limbah sachet dan plastik bekas.
- Proses membuat tali meliputi pengumpulan, pemotongan, pemilinan, dan penyatuan limbah plastik.
- Warga Brebes menunjukkan bahwa kreativitas dapat mengubah masalah menjadi solusi dan meningkatkan nilai sampah.
Halo Sobat JEI! Jika mendengar nama Kabupaten Brebes, apa yang terlintas di pikiranmu? Pasti bawang merah dan telur asin, bukan? Kali ini kita juga akan membahas tentang Cara Membuat Tali yang bisa bermanfaat untuk berbagai keperluan.
Memang benar, kedua komoditas itu sudah menjadi branding kuat tetangga Kabupaten Tegal ini. Namun, siapa sangka? Di balik reputasi agrarisnya, Brebes menyimpan potensi ekonomi tersembunyi yang luar biasa: Industri daur ulang sampah.
Artikel ini akan mengajak Sobat JEI melihat bagaimana warga Brebes membuat tali dari limbah dan strategi cerdas mereka dalam menaikan nilai sampah menjadi cuan.
Pesona Industri Kreatif di Ketanggungan
Beberapa waktu lalu, saya melintas di Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Di sana, mata saya menangkap pemandangan yang tak biasa namun mengagumkan.
Sepanjang jalan, tampak kesibukan masyarakat yang sedang memintal tali. Bukan dengan mesin canggih, mereka menggunakan alat sederhana dari pelek roda bekas yang diputar manual.
Kreativitas Tanpa Batas
Pemandangan ini mengubah persepsi kita tentang limbah. Di tangan warga Ketanggungan, sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber penghasilan.
Rentangan tali antar pintalan bisa mencapai ratusan meter. Aktivitas ini membuktikan bahwa Kabupaten berpenduduk padat ini memiliki semangat kewirausahaan yang tangguh. Mereka tidak hanya mengandalkan hasil tani, tapi juga jeli melihat peluang dari pengolahan limbah plastik.
Baca juga:
Mengenal “Grenjeng” – Bahan Baku Emas Hitam
Apa sebenarnya bahan dasar tali-tali kuat tersebut? Warga setempat menyebutnya grenjeng.
Grenjeng sejatinya adalah sampah plastik atau limbah sachet. Bahannya berasal dari bekas pembungkus makanan ringan anak-anak, bungkus kopi, hingga sachet sampo yang sering kita buang sembarangan.
Proses Transformasi Sampah Jadi Tali
Bagaimana proses membuat tali yang kuat dari sampah recehan ini? Berikut alurnya:
- Pengumpulan Bahan: Warga mengumpulkan limbah kemasan plastik dari berbagai sumber.
- Pemotongan: Mereka memotong limbah tersebut secara memanjang.
- Pemilinan (Spinning): Potongan plastik dipilin menggunakan alat putar dari pelek bekas tadi.
- Penyatuan: Beberapa hasil pilinan disatukan kembali untuk membentuk tali tambang plastik dengan berbagai ukuran diameter.
Hasil akhirnya? Tali tambang yang sangat kuat, tahan air, dan awet untuk kebutuhan pertanian maupun perikanan.
Strategi Menaikan Nilai Sampah (Value Up)

Apa yang dilakukan warga Brebes adalah contoh nyata penerapan Ekonomi Sirkular. Ada pelajaran penting yang bisa Sobat JEI ambil di sini.
1. Ubah Masalah Jadi Solusi
Sampah sachet (multilayer) terkenal sulit didaur ulang. Namun, dengan mengubahnya menjadi tali, kita memperpanjang usia material tersebut dan mencegahnya berakhir di TPA atau laut.
2. Sentuhan Kerajinan Meningkatkan Harga
Jika dijual sebagai rongsok curah, plastik bekas harganya sangat murah. Namun, setelah diolah menjadi tali tambang atau produk kerajinan, nilainya melonjak berkali-kali lipat. Inilah inti dari menaikan nilai sampah.
Mulai dari Langkah Kecil
Semangat saudara-saudara kita di Brebes mengajarkan satu hal: Keterbatasan alat bukan penghalang untuk berkarya.
Sobat JEI pun bisa memulainya dari rumah. Kumpulkan sampah plastik, pelajari cara mengolahnya, dan ciptakan produk baru. Mari kita kurangi beban bumi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Salam, Evi
