
Key Takeaways
- Bunga tembelekan atau Lantana camara tumbuh subur di tempat tak terduga, seperti dekat tempat pembuangan sampah.
- Morfologi bunga tembelekan menarik dengan bunga yang berubah warna dan tumbuh dalam gugusan membulat.
- Manfaat herbal bunga tembelekan luas, mulai dari daun hingga akar, dapat digunakan dalam pengobatan tradisional.
- Daun bunga tembelekan mengandung senyawa yang berfungsi sebagai penawar racun, penurun demam, dan pereda nyeri.
- Bunga tembelekan mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu hanya dari tempat tumbuhnya, karena mengandung potensi obat yang berharga.
Pernahkah Sobat JEI menemukan tanaman cantik di tempat yang tidak terduga? Kemarin, saya melihat tanaman berbunga indah tumbuh subur di semak dekat pembuangan sampah.
Awalnya saya tidak tahu namanya. Namun, sahabat saya, Mbak Prih, memberi tahu bahwa ini adalah bunga tembelekan atau Lantana camara. Tanaman ini memang dikenal memiliki bau langu yang khas jika daunnya diremas.
Meski tumbuh di lingkungan buruk dan dekat sampah, bunga tembelekan ini tetap memancarkan pesona. Warnanya cerah dan sangat cantik saat tertimpa cahaya sore. Siapa sangka, di balik keindahannya, tanaman liar ini menyimpan rahasia sains dan kesehatan yang menakjubkan.
Morfologi Bunga Tembelekan yang Unik
Mari kita bedah sedikit tentang fisik tanaman ini. Morfologi bunga tembelekan sangat menarik untuk diamati. Tanaman ini tumbuh dalam bentuk semak tegak atau setengah merambat.
Sobat JEI bisa melihat ciri khasnya pada batangnya yang berduri halus dan berambut. Daunnya berbentuk oval dengan pinggiran bergerigi dan permukaan kasar.
Yang paling ajaib adalah bunganya. Bunga ini tumbuh dalam gugusan membulat (payung). Uniknya, warna bunga bisa berubah seiring waktu. Kuncup mungkin berwarna kuning, lalu berubah menjadi oranye, dan akhirnya memerah saat tua.
Fakta Sains : Perubahan warna pada bunga tembelekan bukan tanpa alasan. Fenomena ini terjadi karena perubahan kandungan antosianin paska penyerbukan. Perubahan warna ini berfungsi sebagai sinyal bagi polinator (serangga penyerbuk). Bunga akan memberi tahu serangga mana yang masih memiliki nektar dan mana yang sudah tidak perlu dikunjungi. Cerdas, bukan?
Baca juga:
Manfaat Herbal Bunga Tembelekan bagi Kesehatan
Jangan remehkan tanaman yang sering dianggap gulma ini. Ternyata, manfaat herbal bunga tembelekan cukup luas. Pengobatan tradisional di berbagai negara, termasuk Indonesia, telah lama memanfaatkannya.
Mulai dari daun hingga akar, tanaman ini memiliki potensi medis. Akar tembelekan sering dipercaya ampuh untuk meredakan panas dalam. Sifat pendinginnya membantu menstabilkan suhu tubuh.
Kandungan Fitokimia dan Potensi Obat
Daun bunga tembelekan juga memiliki khasiat luar biasa. Daunnya mengandung senyawa yang berfungsi sebagai penawar racun (antitoksik), penurun demam (antipiretik), dan pereda nyeri (analgesik).
Namun, penggunaan herbal ini harus hati-hati. Manfaat herbal bunga tembelekan memang ada, tetapi tanaman ini juga menyimpan senyawa toksik jika pengolahannya salah.
Menurut riset ilmiah, Lantana camara mengandung senyawa triterpenoid pentasiklik bernama Lantadene A dan Lantadene B. Senyawa ini bisa bersifat hepatotoksik (merusak hati) pada ternak jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Namun, dalam dosis terukur dan pengolahan farmasi yang tepat, senyawa ini justru memiliki aktivitas antimikroba, fungisida, dan insektisida alami yang kuat.
Keindahan di Tempat Tak Terduga
Siapa menyangka tempat sampah bisa menyimpan potensi pengobatan ya, Sobat JEI? Bunga tembelekan mengajarkan kita satu hal: jangan menilai sesuatu hanya dari tempatnya tumbuh.
Di balik statusnya sebagai tanaman liar—bahkan dianggap invasif di beberapa negara—ia menyimpan kekayaan hayati. Alam selalu menyediakan obat, bahkan di semak-semak dan dekat tempat pembuangan sampah yang sering kita abaikan.
Jadi, saat Sobat JEI melihat tanaman ini di pinggir jalan, ingatlah ketangguhannya. Ia bertahan hidup, memberi makan serangga, dan menyediakan obat bagi manusia yang mengerti cara mengolahnya.
eviindrawanto.com
