
Bogyoke Aung San Market Yangon memanggil para petualang! Halo, Sobat JEI, selamat datang di panduan lengkap menyusuri pasar bersejarah ini. Jika kalian mencari tempat belanja sovenir khas Myanmar, inilah destinasi utamanya. Artikel ini merangkum semuanya, mulai dari Daya Tarik Bogyoke Aung San Market Yangon yang memukau, trik menawar harga kain Longyi incaran turis, hingga tips berburu batu akik Myanmar yang legendaris. Tentu saja, kita juga akan membahas tuntas kondisi terkini di 2026 agar perjalanan kalian tetap aman. Siapkan diri kalian untuk menjelajahi surga belanja yang siap bikin dompet kebat-kebit ini!
Kondisi Terkini di 2026: Masihkah Aman Berkunjung?
Sobat JEI mungkin bertanya-tanya, bagaimana situasi pariwisata Myanmar hari ini? Sejak gejolak politik junta militer tahun 2021, banyak hal berubah. Namun, kondisi terkini di 2026 menunjukkan Yangon perlahan kembali menata diri.
Peneliti dari ASEAN Studies Centre (2025) mencatat bahwa kota-kota besar seperti Yangon mulai melonggarkan akses untuk turis mancanegara demi memulihkan roda ekonomi lokal. Wisatawan memang harus lebih peka terhadap jam malam dan aturan setempat.
Sisi positifnya? Dulu pasar ini sesak sampai kalian susah napas. Sekarang, Sobat JEI bisa tawar-menawar barang antik dengan lebih santai. Berasa punya pasar pribadi, kan?
Daya Tarik Bogyoke Aung San Market Yangon

Tak dikepung mal mewah bukan berarti Yangon membosankan. Tempat ini dulunya bernama Scott Market. Bentuk bangunannya mungkin mengingatkan kita pada ITC Mangga Dua, tapi versi kolonial Inggris.
Dr. Thant Myint-U, seorang sejarawan terkemuka Myanmar, menyebut bangunan era 1926 ini sebagai mahakarya. Bangunan ini memadukan megahnya arsitektur kolonial dengan dinamisnya fungsi komersial lokal. Jalanan berbatu di bagian dalamnya sangat estetik!
Ada sekitar 2000 toko yang siap menguras isi dompet kalian. Bagi pecinta fotografi, pasar ini adalah spot hunting human interest terbaik. Bangunan kuno berpadu dengan kesibukan warga lokal adalah komposisi visual yang juara.
Menjelajahi Surga Belanja Khas Burma
Lalu, apa saja yang bisa kita beli di sini? Hampir semuanya! Mulai dari galeri seni, perhiasan, ukiran kayu, hingga kerajinan tangan.
Banyak turis awalnya mengaku tidak suka belanja. Tapi begitu menginjakkan kaki di sini, pertahanan diri biasanya langsung runtuh. Pesonanya terlalu kuat!
Mengintip Harga Kain Longyi yang Cantik
Mumpung ke Myanmar, kalian wajib beli Longyi. Pakaian tradisional ini mirip sarung di Indonesia, panjangnya sekitar 2 meter dan lebar 80 cm.
Desainer lokal Myanmar sering menyebut Longyi sebagai “busana egalitarian”. Mengapa? Karena semua orang memakainya, dari menteri sampai abang becak jalanan.
Kami para perempuan dalam trip ini langsung kalap beli Longyi untuk foto-foto. Pilihan warna dan coraknya sangat banyak. Kalian harus pintar menawar harga kain Longyi di sini. Ingat, pedagang sering menaikkan harga untuk turis asing. Oh ya, pastikan ikatan Longyi kalian kuat ya, jangan sampai melorot saat asyik berfoto!
Berburu Batu Akik Myanmar dan Barang Antik
Myanmar punya sejarah panjang soal batu mulia. Gemological Institute of America (GIA) bahkan mencatat Myanmar sebagai penghasil 90% rubi berkualitas tinggi di dunia! Tambang batu berharga ini sudah eksis sejak tahun 1500-an.
Di pasar ini, kilauan perhiasan akan mengalahkan pesona aktor drakor kesayangan kalian. Ribuan butir batu alam dirangkai menjadi anting, kalung, dan gelang. Namun, kalian wajib waspada saat membeli batu akik Myanmar.
Tidak semua pedagang jujur. Banyak batu asli tapi banyak juga yang palsu. Bagi pecinta barang kuno, meja pajangan antik di sini akan memuaskan dahaga kalian.
Saya sendiri sempat membeli sebuah gelang giok bekas karena kasihan melihat wajah pedagangnya yang memelas. Banyak yang bilang barang antik bekas menyimpan aura pemilik lamanya. Sebaiknya tidak dibeli. Ah, saya tepis saja rasa ngeri itu. Anggap saja kita sedang menyelamatkan barang bersejarah!
Yang membuat saya lama tercenung. Kebisaan diam-diam menyelam ke bawah permukaan, tak pelak membawa angan melayang ke masa lalu.“Suatu masa batu akik dan semua benda seni itu pernah jadi milik seseorang. Lalu kisah apa yang membawa mereka sampai ke sini? “ Pikir saya.
Baca juga:
Cara Menuju ke Bogyoke Aung San Market Yangon
Lokasi pasar ini sangat strategis di kotapraja Pabedan, pusat kota Yangon. Cara menuju ke sana sangat mudah:
- Jalan Kaki: Jika Sobat JEI menginap di sekitar City Hall atau Sule Pagoda, kalian cukup berjalan kaki. Lumayan buat bakar kalori sebelum makan enak!
- Rute Menyusuri Trotoar: Jalan raya Yangon lebar dan trotoarnya bersih dari gerobak kaki lima.
- Kejutan di Jalan: Selama berjalan menyusuri trotoar menuju Jalan Bogyoke Aung San, mata kalian akan disapa gedung-gedung tua yang indah. Saya bahkan sempat melihat logo Bank BNI di salah satu dinding gedung. Hati rasanya langsung hangat melihat “kepingan Indonesia” di negeri orang.
Tips Belanja Sovenir Khas Myanmar (Update 2026)
Agar pengalaman belanja kalian maksimal, perhatikan tips jitu berikut ini:
- Perhatikan Hari Buka: Pasar Bogyoke Aung San tutup setiap hari Senin dan hari libur nasional Myanmar. Jangan sampai kecele!
- Sistem Pembayaran: Bawa uang tunai (Kyat) dalam pecahan kecil. Sejak fluktuasi ekonomi, banyak toko lebih suka transaksi tunai. Pasar ini juga terkenal sebagai tempat penukaran mata uang (black market), tapi sebaiknya kalian tukar uang di tempat resmi agar lebih aman.
- Jurus Menawar: Tawar barang setengah harga dari penawaran awal. Tetap tersenyum dan jadilah pembeli yang ramah.
Mengunjungi dan belanja sovenir khas Myanmar di sini bukan sekadar buang uang. Secara tidak langsung, Sobat JEI turut membantu menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat lokal pasca-krisis. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui! Yuk, jadwalkan petualangan kalian ke Myanmar!



Baca juga  Belanja di Kampung Batik Pesindon
Baca juga  Foto Sunrise dari Popa Mountain Resort
Pemakaian Longyi Orang Myanmar
Baca juga : Wisata Sentra Batu Akik Lampung
eviindrawanto.com











