
Key Takeaways
- Andaliman, atau merica batak, memberikan sensasi unik pada hidangan di tanah Toba.
- Senyawa hydroxy-alpha-sanshool dalam andaliman merangsang saraf di lidah dan meningkatkan nafsu makan.
- Andaliman kaya akan antioksidan, berfungsi sebagai pengawet alami, dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
- Kuliner Batak seperti ikan mas arsik dan saksang sangat bergantung pada andaliman untuk cita rasa khasnya.
- Andaliman kini mulai diekspor ke pasar global, meningkatkan permintaan internasional terhadap rempah khas Indonesia.
Andaliman adalah nyawa dari setiap hidangan di tanah Toba. Sobat JEI mungkin mengenalnya dengan sebutan merica batak. Rempah ini memberikan sensasi “mati rasa” yang unik dan menyegarkan di lidah.
Andaliman (Si Merica Batak) dan Karakteristiknya
Andaliman berasal dari kulit buah tanaman Zanthoxylum acanthopodium. Masyarakat lokal menjulukinya merica batak karena bentuk buahnya kecil, bulat, dan bergerombol seperti lada. Tanaman ini tumbuh liar di semak belukar dataran tinggi Sumatera Utara.
Sensasi getir andaliman muncul karena senyawa hydroxy-alpha-sanshool. Senyawa ini merangsang saraf sensorik di lidah, bukan saraf perasa panas seperti cabai. Hasilnya, Sobat JEI akan merasakan getaran halus yang meningkatkan nafsu makan.
Manfaat Andaliman sebagai Antioksidan Alami
Manfaat andaliman ternyata melampaui sekadar penyedap rasa. Berdasarkan riset mendalam, merica batak ini mengandung senyawa bioaktif yang sangat tinggi.
Kandungan Nutrisi dan Senyawa Aktif
Andaliman kaya akan flavonoid, alkaloid, dan esensial oil. Dr. Kurniawan Sinaga, S.Pt. M.Si., pakar dari IPB, menjelaskan bahwa rempah khas Batak ini mengandung antioksidan alami yang kuat. Senyawa ini efektif melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan sel tubuh.
Sifat Antimikroba Alami
Andaliman juga berfungsi sebagai pengawet alami. Sifat antimikrobanya menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada makanan. Hal ini menjelaskan mengapa masakan tradisional yang menggunakan merica batak cenderung lebih tahan lama.
Kuliner Batak yang Menggunakan Andaliman
Kuliner Batak tidak akan lengkap tanpa kehadiran rempah Toba ini. Beberapa hidangan ikonik yang wajib Sobat JEI coba antara lain:
- Ikan mas arsik: Hidangan ikan mas berbumbu kuning yang kaya andaliman.
- Naniura: “Sashimi” ala Batak yang menggunakan asam jungga dan merica batak untuk mematangkan ikan.
- Saksang: Masakan daging berempah yang mengandalkan aroma kuat andaliman.
Sobat JEI sebaiknya menghaluskan andaliman sesaat sebelum memasak. Cara ini memastikan minyak atsiri tidak menguap sehingga aroma jeruknya tetap tajam.
Cara Menyimpan Andaliman agar Tetap Awet
Masalah utama andaliman segar adalah warnanya yang cepat menghitam dan aromanya memudar. Sobat JEI bisa mengikuti saran dari Dr. Florensia Irena R. Napitupulu (Peneliti IPB).
Tips menyimpan andaliman:
- Gunakan wadah kedap udara.
- Simpan di dalam freezer untuk mempertahankan warna hijau dan rasa getirnya.
- Keringkan dengan suhu rendah jika ingin menyimpannya dalam jangka waktu bulanan sebagai andaliman kering.
Potensi Ekspor Andaliman ke Pasar Global
Andaliman kini mulai naik kelas. Data Balai Karantina Pertanian menunjukkan bahwa merica batak ini sudah menembus pasar Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya. Permintaan internasional terhadap rempah khas Indonesia ini terus meningkat seiring populernya tren fusion food di dunia.
Sobat JEI, mari kita lestarikan kekayaan kuliner nusantara ini. Dengan mengonsumsi andaliman, kita juga mendukung petani lokal di sekitar Danau Toba.
Apakah Sobat JEI sudah pernah mencoba memasak dengan merica batak ini? Bagikan pengalaman Sobat JEI di kolom komentar ya!
Sobat JEI bisa menonton video berikut untuk melihat keunikan ekosistem tempat rempah ini tumbuh:
Menjelajahi Hutan Andaliman di Sumatera Utara
Video ini sangat menarik karena memperlihatkan betapa sulitnya memanen andaliman di antara duri-duri tajam batangnya.
