
Key Takeaways
- Gula aren dan gula merah berasal dari pohon yang berbeda, yaitu pohon enau dan pohon kelapa.
- Dari segi warna, gula aren lebih pekat dan cerah, sedangkan gula merah cenderung lebih pudar dan keras.
- Aroma gula aren khas dengan sentuhan smoky, sementara gula merah lebih mendekati wangi kelapa.
- Gula aren cocok untuk kopi dan baking, sedangkan gula merah lebih tepat untuk masakan tradisional seperti gudeg.
- Memilih jenis gula berpengaruh pada cita rasa dan manfaat kesehatan dalam masakan.
Travel Blog Indonesia – Pernahkah Teman-teman merasa ada yang kurang pas saat menyeduh kopi kekinian atau membuat cuko pempek, padahal resepnya sudah benar? Masalahnya mungkin bukan pada takaran bumbu, melainkan pada jenis pemanis yang digunakan. Masih banyak dari kita yang menganggap gula merah (gula jawa/kelapa) dan gula aren adalah dua hal yang sama. Padahal, di mata ahli pangan dan lidah para foodie, keduanya bagaikan langit dan bumi—berbeda asal usul, beda aroma, dan tentu saja beda khasiatnya untuk kesehatan. Sebelum Teman-teman salah beli lagi, mari kita bedah tuntas perbedaan keduanya berdasarkan sains dan kuliner.
1. Asal Usul: Beda Pohon, Beda Kasta Seringkali di pasar tradisional, semua gula berwarna cokelat disebut “gula merah”. Namun, secara botani mereka berasal dari keluarga yang berbeda:
- Gula Aren (Arenga pinnata) Gula aren murni diambil dari nira pohon enau atau aren (Arenga pinnata). Pohon ini tumbuh liar di hutan pegunungan dan sulit dibudidayakan secara massal layaknya perkebunan, menjadikannya lebih eksklusif dan alami. Nira disadap dari tangkai bunga jantan pohon enau.
- Gula Merah/Gula Jawa (Cocos nucifera) Umumnya, istilah “gula merah” atau “gula jawa” merujuk pada gula yang dibuat dari nira pohon kelapa (Cocos nucifera). Nira ini disadap dari bunga pohon kelapa (manggar).
2. Karakteristik Fisik: Warna dan Tekstur Jika dilihat sekilas memang mirip, tapi coba perhatikan lebih jeli:
- Warna: Gula aren biasanya memiliki warna cokelat yang lebih pekat namun cerah (kemerahan hingga cokelat gelap), sedangkan gula merah kelapa cenderung berwarna cokelat kemerahan yang agak pudar atau kusam, kadang kekuningan tergantung proses masaknya.
- Tekstur: Ini cara termudah membedakannya. Gula aren murni memiliki tekstur yang lebih “kering” namun mudah lumer di mulut. Jika dipatahkan, remahannya terasa kristal namun empuk. Sebaliknya, gula merah kelapa seringkali lebih keras, padat, dan terkadang sedikit berminyak atau lengket di tangan.
Baca juga : 5 Manfaat Gula Aren Bagi Kesehatan
3. Aroma dan Rasa: Kunci Kelezatan Masakan Mengapa kopi susu kekinian lebih memilih gula aren ketimbang gula jawa?
- Gula Aren: Memiliki aroma smoky (asap) yang khas dan kuat karena proses pemasakan nira enau yang tradisional. Rasanya manis legit namun tidak membuat eneg (giung), dengan sentuhan rasa karamel alami yang elegan.
- Gula Merah: Aromanya lebih mendekati wangi kelapa atau legit biasa. Rasa manisnya cenderung lebih sederhana. Cocok untuk masakan seperti gudeg atau semur, tapi kurang menonjol untuk minuman.
4. Kandungan Gizi dan Indeks Glikemik (Kata Ahli) Ini bagian terpenting bagi Anda yang peduli kesehatan. Di era modern, Glycemic Index (GI) menjadi tolak ukur kualitas gula.
Berdasarkan data dari berbagai jurnal teknologi pangan, gula aren murni (Arenga sugar) memiliki Indeks Glikemik (IG) yang tergolong rendah, yaitu di kisaran 35-45. Bandingkan dengan gula pasir yang memiliki IG di atas 65.
Sebuah studi dalam Jurnal Teknologi Pertanian (Vol. 11, No. 2) juga mencatat bahwa gula aren organik mengandung sukrosa alami yang tinggi namun disertai dengan serat inulin yang membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah. Inilah alasan mengapa gula aren sering direkomendasikan sebagai alternatif pemanis yang lebih aman bagi mereka yang menjaga kadar gula darah, asalkan dikonsumsi dalam batas wajar.
Referensi: Jurnal Teknologi Pertanian, Universitas Islam Indragiri.
5. Penggunaan dalam Kuliner: Mana yang Harus Dipilih? Agar masakan Anda maksimal, gunakan panduan ini:
- Pilih Gula Aren Untuk: Kopi susu (kopi gula aren), baking (kue bolu, cookies), bubur sumsum, dan minuman herbal/jamu. Aroma smoky-nya akan memperkaya rasa minuman tanpa merusak profil rasa aslinya.
- Pilih Gula Merah (Kelapa) Untuk: Sambal rujak, cuko pempek (meski beberapa resep premium cuko kini beralih ke aren untuk warna lebih pekat), gudeg, dan semur daging.
Baca juga:
Penutup
Membedakan gula merah dan gula aren bukan sekadar soal nama, tetapi soal kualitas rasa dan manfaat kesehatan yang Teman-teman masukkan ke dalam tubuh. Bagi Teman-teman penikmat kuliner sejati atau pelaku bisnis makanan, beralih ke Gula Aren murni bisa menjadi investasi kecil yang mengubah total cita rasa produk.
Foto-Foto

- Baca juga : Sumber Bahan Baku Gula Organik
Bahan Baku

- Baca juga : Warna Coklat Gula Aren
Baca juga  Beda Palm Sugar dan Brown Sugar

- Baca juga : Gula Aren Bubuk Palm Sugar 1 Kg
Untuk pengolahan nira menjadi gula cetak atau gula aren cetak bisa disebut sama.
Salam,Evi
Arenga Indonesia
Rasa Manis Nusantara
Kontak: Phone 0819 3241 8190
