Key Takeaways
- Pengalaman mendebarkan membawa saya ke Malam di pelelangan ikan Pelabuhan Ratu, menawarkan suasana dan kuliner unik.
- Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu jadi pusat wisata kuliner malam dan bersejarah sejak 1991.
- Fotografi low light di dermaga memberikan momen magis saat mempelajari teknik dan menikmati keindahan malam.
- Wisata kuliner hadir dengan ikan segar, pilihan jasa bakar ikan, dan pemandangan laut yang memesona.
- Tips penting seperti datang saat senja dan menyiapkan uang tunai membuat kunjungan semakin seru.
Pernahkah Teman-teman merasakan dorongan tiba-tiba untuk pergi ke pantai saat matahari mulai terbenam? Itulah yang saya alami. Tanpa rencana matang, hanya bermodal nekat dan kerinduan akan debur ombak, perjalanan ini membawa saya menemukan sisi lain dari Pelabuhan Ratu. Bukan hanya tentang Nyi Roro Kidul, tapi tentang kehidupan malam yang berdenyut di Dermaga Pelelangan Ikan Pelabuhan Ratu.
Bagi banyak orang, wisata Pelabuhan Ratu mungkin identik dengan bermain pasir di siang hari. Namun, percayalah, menikmati malam di dermaga pelelangan ikan menawarkan romansa dan pengalaman kuliner yang tak kalah memikat.
Sejarah dan Peran Penting TPI Palabuhanratu
Sebelum kita masuk ke cerita perjalanan, ada baiknya kita mengenal sedikit sejarah tempat ini agar kunjungan Teman-teman lebih bermakna. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu atau yang secara resmi berada di bawah naungan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, mulai dibangun sekitar tahun 1991 hingga 1993.
Terletak strategis di Teluk Palabuhanratu yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, pelabuhan ini merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan berskala “Nusantara” di selatan Pulau Jawa. Dulu, tempat ini hanyalah pangkalan pendaratan sederhana. Kini, ia telah bertransformasi menjadi pusat ekonomi nelayan sekaligus destinasi wisata kuliner malam yang ikonik di Sukabumi. Keberadaannya vital, tidak hanya sebagai tempat transaksi hasil laut, tapi juga sebagai saksi bisu perjuangan para nelayan menaklukkan ombak pantai selatan.
Baca juga:Â Menikmati Sejumput Siang di Pantai Karang Hawu
Pesona Malam di Dermaga: Antara Fotografi dan Kontemplasi
Magrib hampir tiba kala saya dan suami menjejakkan kaki di Pelabuhan Ratu. Perjalanan ini benar-benar impulsif. Siang itu terbetik saja keinginan berangkat ke Sukabumi. Setelah membereskan keperluan anak-anak, kami berangkat dari Serpong sekitar pukul dua siang.
Mendekati beduk Magrib, kami berhenti tepat di dermaga pelelangan ikan. Suasana di sini sangat berbeda dibandingkan siang hari. Jika Teman-teman mencari spot foto malam di Pelabuhan Ratu, inilah tempatnya.
Baca juga Tempat Pelelangan Ikan Kotaagung Tanggamus
Belajar Fotografi Low Light
Duduklah agak jauh dari keramaian. Dengan memberi jarak, tempat yang tadinya hiruk-pikuk berubah menjadi surga visual. Cahaya berpendar dari mercusuar, jukung, dan perahu nelayan yang sedang bersandar menciptakan komposisi warna yang magis.
Saya teringat momen saat belajar fotografi malam (low light photography) di sini. Dermaga Pelelangan Ikan Pelabuhan Ratu menjadi “ruang kelas” dadakan. Kerlip lampu dari empat buah jukung membantu saya memahami karakter cahaya. Asalkan kamera stabil dan cahaya petromaks di perahu tidak bergeser, citra yang indah pun tercipta.
Ada kedamaian saat melihat perahu-perahu itu menanti subuh. Besok pagi buta, mereka akan kembali ke tengah laut, mencari rezeki untuk mengasapi dapur tuannya. Pemandangan ini mengajarkan saya tentang kesabaran—seperti sabarnya saya menunggu shutter kamera menutup untuk mendapatkan exposure yang pas.
Wisata Kuliner: Berburu Ikan Segar di TPI
Salah satu daya tarik utama wisata malam Pelabuhan Ratu tentu saja kulinernya. Tidak lengkap rasanya ke dermaga tanpa mencicipi seafood segar.
Di area TPI Palabuhanratu, aktivitas jual beli ikan tidak hanya terjadi di pagi buta. Malam hari pun Teman-teman bisa menemukan pedagang yang menjajakan hasil tangkapan sore.
- Pilih Ikan Sendiri: Mulai dari ikan kue, kakap merah, cumi-cumi, hingga lobster, semua tersedia dalam kondisi segar.
- Jasa Bakar Ikan: Di sekitar dermaga, banyak warung yang menyediakan jasa bakar ikan. Kita tinggal beli ikannya, lalu minta tolong dibakarkan dengan bumbu kecap atau bumbu kuning khas Sukabumi. Harganya sangat terjangkau dibandingkan restoran seafood mewah.
Menikmati ikan bakar hangat, ditemani nasi liwet dan sambal terasi, sambil dibuai angin laut malam? Nikmat mana lagi yang kau dustakan!
Cara Menuju Ke Dermaga Pelelangan Ikan Pelabuhan Ratu
Bagi Teman-teman yang ingin berkunjung, akses menuju Pelabuhan Ratu kini semakin bervariasi. Berikut adalah rute menuju Pelabuhan Ratu yang bisa dipilih:
1. Rute Via Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi)
Ini adalah jalur favorit wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya.
- Masuk Tol Jagorawi, lanjut ke Tol Bocimi.
- Keluar di pintu tol Cigombong atau Parungkuda (cek status operasional seksi terbaru karena sering ada perbaikan).
- Dari Parungkuda, ambil arah ke Cikidang atau Cibadak.
2. Jalur Cikidang (Jalur Pintas)
Jika Teman-teman menyukai tantangan dan ingin cepat sampai, jalur Cikidang adalah opsinya.
- Jalannya berkelok-kelok membelah perkebunan kelapa sawit dan karet.
- Pemandangannya indah dan udaranya sejuk.
- Peringatan: Pastikan kondisi rem kendaraan prima dan pengemudi ahli di medan curam.
3. Jalur Cikembar/Warung Kiara
Jalur ini lebih landai dan lebar, cocok untuk bus atau pengemudi santai, meski jarak tempuhnya sedikit lebih jauh dan sering padat oleh kendaraan pabrik di jam tertentu.
Lokasi TPI Palabuhanratu berada tepat di jantung kota, dekat dengan pasar ikan dan tidak jauh dari Pantai Citepus. Tinggal ikuti Google Maps ke arah “Dermaga Palabuhanratu”.
Tips Berkunjung Agar Makin Seru
Agar pengalaman Teman-teman menikmati malam di dermaga semakin maksimal, berikut beberapa tips dari saya:
- Datanglah Saat Senja: Pemandangan sunset di dermaga sangat memukau sebelum berganti menjadi gemerlap lampu malam.
- Bawa Jaket: Angin laut di malam hari bisa cukup kencang dan dingin.
- Tawar Harga Ikan: Saat membeli ikan di pasar pelelangan, jangan ragu untuk menawar harga dengan sopan, terutama jika beli dalam jumlah banyak.
- Siapkan Uang Tunai: Sebagian besar transaksi di pasar ikan dan jasa bakar masih menggunakan uang tunai (cash).
- Hati-hati Saat Memotret: Dermaga bisa licin dan gelap di beberapa sudut. Perhatikan langkah saat mencari angle foto.
Yah, begitulah sekelumit cerita perjalanan dadakan saya di Dermaga Pelelangan Ikan Pelabuhan Ratu. Terkadang, perjalanan tanpa rencana justru membawa kenangan yang paling membekas. Sukakah dirimu pergi jalan-jalan mendadak, Temans?
Salam,
Evi Indrawanto
Baca juga:
- Situs Tugu Gede Cengkuk Wisata Sejarah Sukabumi
- Geopark Ciletuh Sukabumi
- Hotel Nyi Roro Kidul di Pelabuhan Ratu
- Jalan-Jalan ke Petilasan Nyi Roro Kidul
Foto-foto sederhana di Dermaga pelelangan ikan Pelabuhan Ratu . Saya belum bisa mengedit menggunakan software. Jadi ini beberapa diantaranya :
Baca juga: Wisata Kuliner Palabuhan Ratu
Empat buah jukung itu membantu saya memahami cahaya. Asalkan camera di tangan saya dan petromaks di jukung tak bergeser cahaya yang membentuk citra mudah dipahami.
Sejak tadi dua orang bapak itu asyik saja mengobrol. Entah mancing atau semata bertukar cakap, sampai saya meninggalkan tempat itu mereka masih asyik dengan konferensinya.
Malam di Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Ratu. Masih sepi. Nanti subuh baru berdenyut.
Aslinya pemandangan musholla di dermaga pelelangan ikan ini lebih romatis. Hanya karena belum bisa handle tehnik lebih advance jadinya ya cuma segitu. Tapi musholla ini sendiri merupakan representasi dari masyarakat Sukabumi yang relijius.
Main di Pantai Pelabuhan Ratu
Baca juga:



