
Intisari: Pesona & Fakta Tenun Ikat Troso
- Lokasi & Asal Usul: Tenun Ikat Troso merupakan kerajinan asli dari Desa Wisata Troso, Jepara, yang berevolusi dari teknik tenun gedok tradisional menjadi tenun ikat modern sejak tahun 1960-an.
- Proses Manual (Handmade): Keunikan utamanya terletak pada penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), di mana motif dibuat melalui proses pengikatan benang yang rumit sebelum pewarnaan, bukan dicetak atau dibatik.
- Filosofi Motif: Setiap lembar kain memiliki cerita, mulai dari motif klasik seperti Cemara dan Lompong yang penuh makna, hingga motif kontemporer yang adaptif untuk busana modern.
- Wisata Belanja: Harga Tenun Troso sangat bervariasi, mulai dari Rp150.000 untuk bahan katun hingga jutaan rupiah untuk sutra, dengan harga terbaik bisa didapatkan langsung dari pengrajin di Desa Troso Kecamatan Pecangaan.
EviIndrawanto.com – Jepara bukan hanya tentang seni ukir kayu yang mendunia. Saat saya melangkahkan kaki lebih dalam ke Kabupaten Jepara, tepatnya sekitar 15 kilometer dari pusat kota, saya menemukan denyut nadi seni lain yang tak kalah memukau: Tenun Ikat Troso.
Artikel ini adalah catatan perjalanan saya menyaksikan langsung bagaimana sehelai benang bertransformasi menjadi Kain Tenun Jepara yang bernilai seni tinggi. Mari kita telusuri lebih dalam sejarah, proses rumit, hingga motif-motif filosofis yang mungkin belum banyak kita ketahui.
Sejarah Tenun Troso: Dari Gedok ke Ikat
Sebelum kita masuk ke dapur produksi, penting untuk memahami akar budaya ini. Berdasarkan penelusuran sejarah, keberadaan tenun di Desa Troso sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Awalnya, masyarakat setempat membuat kain dengan teknik sederhana yang disebut tenun gedok untuk keperluan busana saat menghadap para ulama atau keraton.
Seiring berjalannya waktu, tepatnya sekitar tahun 1960-an, para perajin mulai berinovasi mengembangkan teknik tenun ikat ganda dan pakan. Transformasi inilah yang melahirkan Tenun Ikat Troso yang kita kenal sekarang—sebuah evolusi dari kebutuhan ritual menjadi komoditas oleh-oleh khas Jepara yang modis dan fungsional.
Proses Panjang di Balik Sehelai Kain: Mengintip Dapur ATBM

Yang membuat Tenun Ikat Troso istimewa adalah prosesnya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Tidak ada deru mesin pabrik di sini, yang ada hanyalah suara “klotak-klotak” alat tenun kayu yang beradu, digerakkan oleh tenaga tangan dan kaki manusia.
Berikut adalah tahapan rumit yang saya saksikan:
1. Pengetengan dan Menghani
Proses dimulai dengan menyusun benang atau ngeteng. Benang-benang putih digulung dan ditata rapi pada alat plangkan. Tahap ini krusial untuk menentukan panjang dan lebar kain yang akan dihasilkan. Ketelitian perajin di sini adalah kunci agar motif nantinya presisi.
2. Mendesain dan Mengikat Motif
Ini adalah bagian paling artistik. Berbeda dengan batik yang dicanting, motif Tenun Ikat Troso dibentuk dengan cara mengikat benang sebelum dicelup warna. Perajin menggunakan tali rafia untuk menutup bagian benang yang tidak ingin diwarnai. Semakin rumit motifnya, semakin banyak ikatan yang dibutuhkan.
3. Pewarnaan dan Penenunan
Setelah diikat, benang dicelup ke dalam pewarna. Proses ini bisa diulang berkali-kali tergantung jumlah warna yang diinginkan. Setelah kering, barulah benang ditenun menggunakan ATBM. Melihat koordinasi tangan dan kaki penenun adalah sebuah atraksi wisata tersendiri di Desa Wisata Tenun Troso.
Baca juga:
Ragam Motif dan Filosofi Tenun Troso
Hasil deep research saya menemukan bahwa motif Tenun Ikat Troso tidak sekadar hiasan, tapi juga menyimpan makna. Beberapa motif populer antara lain:
- Motif Cemara: Melambangkan keteguhan dan harapan, terinspirasi dari pohon yang tahan terhadap segala cuaca.
- Motif Lompong (Daun Talas): Salah satu motif klasik yang melambangkan kemampuan beradaptasi.
- Motif Rang-rang: Mengadopsi pola geometris khas Lombok namun dengan sentuhan warna khas pesisiran Jawa.
Kini, para perajin juga melayani pesanan custom motif kontemporer, menjadikan kain ini sangat fleksibel untuk dijadikan bahan pakaian kerja, sarung, hingga dekorasi interior.
Tips Berbelanja dan Harga Tenun Troso
Bagi Anda yang ingin membeli langsung di sentra produksi, harga Tenun Troso sangat bervariasi tergantung kerumitan motif dan jenis benang (katun atau sutra).
- Kain Tenun Biasa: Mulai dari Rp 150.000 – Rp 250.000 per potong.
- Tenun Sutra / Motif Rumit: Bisa mencapai Rp 500.000 hingga jutaan rupiah.
Tips dari saya: Belilah langsung di Desa Troso Kecamatan Pecangaan. Selain mendapatkan harga tangan pertama, Anda juga turut mendukung ekonomi perajin lokal secara langsung.
Menuju Desa Wisata Troso
Jika Anda sedang berada di Jepara atau Semarang, luangkan waktu untuk mampir. Desa Wisata Tenun Troso sangat mudah diakses. Dari pusat kota Jepara, arahkan kendaraan ke selatan menuju Kecamatan Pecangaan. Di sepanjang jalan desa, Anda akan disambut deretan showroom dan suara alat tenun yang bersahutan.
Melihat pembuatan Tenun Ikat Troso adalah pengalaman visual dan spiritual; mengingatkan kita bahwa hal-hal indah membutuhkan kesabaran dan proses yang panjang.
Sudah siap berburu kain cantik ini?
Tentang tenun Ikat di NTT Belanja Tenun Ikat Sikka di Pasar Alok
