
Poin Utama
- Saat trekking di Gunung Papandayan, penulis melihat tunas muda yang menggambarkan daya juang makhluk hidup, disebut tunas muda penerus kehidupan.
- Pertumbuhan tunas epikormik pada pohon tua menunjukkan strategi biologis untuk mempertahankan kehidupan meski induknya sekarat.
- Sistem alam berfungsi melalui siklus, di mana kematian menghasilkan regenerasi untuk keseimbangan kehidupan.
- Pohon tua memberikan pesan bahwa meskipun menghadapi akhir, ia berusaha untuk melahirkan tunas muda yang bisa tumbuh mandiri.
- Kematian dalam ekosistem, seperti nurse logs, ternyata menjadi investasi bagi regenerasi generasi berikutnya.
Saya sedang berlindung di bawah pohon teduh saat trekking di Gunung Papandayan. Cuaca hari itu sangat terik. Namun, di bawah naungan pohon ini rasanya begitu sejuk. Semilir angin bahkan sempat membuat mata ini mengantuk.
Saat itulah pandangan saya terkunci pada satu titik. Sebuah tunas mungil muncul tepat di lekukan batang tanaman tua yang sebagian rantingnya sudah mati. Pemandangan sederhana ini langsung mengingatkan saya pada daya juang makhluk hidup. Inilah tunas muda sang penerus kehidupan.
Dalam botani, fenomena ini sering disebut sebagai pertumbuhan tunas epikormik. Pohon yang mengalami stres atau penuaan akan mengaktifkan kuncup tidur di bawah kulit kayu sebagai mekanisme pertahanan terakhir. Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan strategi biologis canggih agar kehidupan terus berlanjut meski induknya sekarat.
Transformasi Alam dan Tunas Muda Sang Penerus Kehidupan
Alam semesta melangsungkan kehidupan dalam siklus yang presisi. Seperti siang berganti malam, seluruh isinya datang dan pergi. Inilah sistem transformasi canggih dan otomatis yang dirancang penuh perhitungan oleh Sang Pencipta.
Sistem ini menuakan yang datang lebih dulu, kemudian mempersilakan tunas muda sang penerus kehidupan untuk mengambil alih panggung.
Secara ilmiah, ini selaras dengan hukum termodinamika di mana energi tidak hilang, tetapi berubah bentuk. Alam melawan ketidakteraturan (entropi) dengan menciptakan kehidupan baru. Regenerasi adalah cara alam menjaga keseimbangan. Kita melihat kematian sebagai akhir, padahal bagi alam, itu hanyalah perpindahan energi untuk menyokong kehidupan yang lebih segar.
Pesan dari Pohon Tua untuk Tunas Muda Sang Penerus Kehidupan
Coba Sobat JEI perhatikan foto di atas, sebatang pohon tua yang hampir rebah dengan kayunya yang mulai mengering. Alih-alih langsung mati, ia membaut tawaran kepada alam, ia tak menyerah begitu saja.
Tampaknya, pada hari-hari terakhir kesuburannya, ia masih sempat menyeruak memunculkan tunas muda sang penerus kehidupan. Melihat lokasi dan cara tumbuhnya yang unik, saya merenung tentang pesan di balik proses alam ini.
Apakah pohon ini meminta makhluk yang lebih cerdas—manusia—agar mengiris tunas itu lalu memindahkannya ke tanah? Tujuannya jelas, agar ia bisa tumbuh mandiri. Dalam dunia pertanian, teknik ini mirip dengan pencangkokan atau stek, sebuah intervensi yang mempercepat regenerasi. Mungkin alam sedang “berbicara” agar kita peka terhadap potensi-potensi kecil yang butuh bantuan untuk berkembang besar.
- Baca juga : Aturan Main Orang Sukses
Kematian dalam Siklus Tunas Muda Sang Penerus Kehidupan
Satu hal yang pasti, tunas itu muncul bukan untuk dibiarkan mati seperti saudaranya, si ranting kering. Jika tujuannya hanya untuk mati, alam tidak akan repot-repot memunculkan kehidupan baru.
Kematian memang ada dalam transformasi yang sedang berlangsung. Namun, tampaknya Tuhan sedang mencoba mengatakan sesuatu kepada kita. Kita perlu mencari tahu mengapa ada perhentian (kematian) di tengah transformasi tunas muda sang penerus kehidupan ini.
Dalam ekologi, pohon mati sering disebut sebagai nurse logs (kayu inang). Saat membusuk, mereka memberikan nutrisi krusial bagi benih-benih di sekitarnya. Jadi, kematian bukanlah kesia-siaan. Itu adalah “investasi” bagi generasi berikutnya. Kematian induk menjadi modal hidup bagi sang tunas.
Sobat JEI, mungkin begitulah cara kita memandang perpisahan dan regenerasi. Tidak ada yang benar-benar hilang, semua hanya berubah wujud untuk tujuan yang lebih mulia.
Salam,
Baca juga:
