
Menikmati semangkuk wedang ronde di Malioboro ternyata bukan sekadar agenda kulineran biasa, Sobat JEI. Pengalaman kami membuktikan bahwa manfaat wedang ronde sangat nyata bagi tubuh yang kelelahan. Minuman tradisional super hangat ini terbukti ampuh usir pegal linu setelah seharian penuh membelah padatnya jalanan Yogyakarta. Yuk, kita bedah rahasia di balik mangkuk mungil ini!
Lelah Seharian Berujung Antre Semangkuk Wedang Ronde di Malioboro
Jogja memang selalu ngangenin, tapi bikin gempor juga kalau kita hajar jalan terus! Bayangkan saja, seharian muter-muter kota, badan rasanya ingin langsung rebahan saja habis mandi.
Apalagi besok pagi buta, mobil tur Merapi sudah siap menjemput kami di lobi hotel. Sialnya, suami mulai merasa kurang enak badan. Kami pun berburu vitamin di apotek sekitar hotel agar kondisinya kembali fit.
Singkat cerita, sepulang membeli vitamin, hidung kami menangkap aroma jahe yang menggoda iman dari gerobak dekat lobi. Kami pun memutuskan ikut antre demi semangkuk wedang ronde di Malioboro. Harap maklum, musim liburan begini, mencari meja kosong susahnya menyaingi cari jodoh!
Menggali Manfaat Wedang Ronde Secara Medis
Sambil menyeruput kuah hangatnya perlahan, otak saya mulai berpikir. Apakah manfaat wedang ronde ini cuma mitos atau fakta medis?
Suami saya langsung sumringah. Dia bersaksi badannya langsung terasa hangat seketika. Bahkan rasa pegal-pegal di kakinya perlahan minggat.
- Baca di sini tentang : Trekking Nglanggeran Ramah Lansia: Panduan Slow Trekking & Seni Mendengarkan Tubuh ke Puncak Purba
Jahe Merah Ampuh Usir Pegal Linu
Ternyata khasiat ini bukan sekadar sugesti lho, Sobat JEI. Pakar herbal medis sering menyoroti rimpang jahe karena kandungan senyawa aktif bernama gingerol. Zat anti-inflamasi alami ini bekerja sangat tangguh meredakan peradangan dan nyeri otot.
Sebuah riset mendalam yang terbit di Journal of Pain juga membuktikan hal serupa. Konsumsi jahe secara rutin sangat efektif memangkas nyeri otot pasca-olahraga. Tentu saja, ini juga berlaku untuk nyeri otot pasca-jalan-jalan keliling Jogja! Pantas saja minuman ini sangat jago usir pegal linu.
Baca juga:
Kuah Gula Aren yang Bikin Sayang Dilewatkan
Dulu, saya punya kebiasaan unik saat makan ronde di kawasan kuliner malam Jalan Gardujati, Bandung. Saya biasanya cuma mengunyah bola-bola kenyalnya saja.
Saya sengaja meninggalkan kuahnya. Kenapa? Karena pedagang di sana rata-rata memakai gula pasir yang membuat kuahnya berwarna putih bening. Saya sedikit khawatir mengonsumsi gula putih berlebihan di malam hari.
Gula Aren Bikin Manfaat Wedang Ronde Makin Maksimal
Namun, pesanan kami di Jogja ini berbeda total. Mereka memakai pemanis dari gula aren! Menemukan kuah sedap berbahan gula aren itu ibarat menemukan harta karun. Rasanya sungguh sayang kalau tidak kita sikat sampai tetes terakhir.
Ahli gizi klinis ternama, dr. dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, pernah menjelaskan keunggulan gula aren. Gula aren memiliki indeks glikemik yang jauh lebih bersahabat daripada gula pasir putih.
Lebih kerennya lagi, studi dalam International Journal of Food Science mencatat sebuah fakta menarik. Gula aren masih mempertahankan mineral alaminya seperti kalium, zinc, dan zat besi selama proses pengolahan.
Kolaborasi jahe, sereh, dan gula aren ini jelas membuat manfaat wedang ronde bertambah berkali-lipat. Pantas saja warung yang kami singgahi ini ramai luar biasa. Kami bahkan sampai makan buru-buru karena merasa kurang nyaman ditatap tajam oleh antrean panjang di belakang kami!

