
Perjalanan magis ke Banda Neira sering kali dimulai jauh sebelum kita benar-benar menginjakkan kaki di pelabuhannya; ia dimulai dari panggilan jiwa untuk menelusuri kepingan surga di Timur Indonesia. Halo, Sobat JEI! Kalau kamu pernah merasa rindu pada tempat yang bahkan belum pernah kamu kunjungi, maka Banda Neira adalah wujud nyata dari perasaan itu. Menyiapkan koper malam-malam, menerobos kemacetan menuju Bandara Soekarno-Hatta demi mengejar penerbangan Batik Air pukul 22.15, semuanya terasa impas saat menyadari kita sedang menuju pusat peradaban rempah yang pernah mengubah peta dunia.
Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan ke Kepulauan Banda, mari tarik napas sejenak. Tulisan ini bukan sekadar catatan perjalanan, melainkan panduan hangat untuk menemanimu meresapi setiap detiknya.
Memulai Langkah dari Kabut Emas di Teluk Ambon
Pukul 06.00 WIT, pesawat mendarat mulus di Bandara Pattimura, Ambon. Ada yang unik dari bandara ini; setelah melewati lorong garbarata yang cukup panjang, kamu tidak akan menemukan loket taksi korporat yang kaku. Sebaliknya, bersiaplah melatih skill tawar-menawar dengan bapak-bapak sopir taksi lokal yang ramah menawarkan jasa. Hitung-hitung pemanasan sebelum benar-benar berpetualang, kan?
Dari bandara, rute perjalanan menuju Pelabuhan Yos Sudarso mengharuskan kita melewati Jembatan Merah Putih yang megahโjembatan terpanjang di Indonesia Timur. Pagi itu, Teluk Ambon seperti sedang memamerkan magisnya. Kabut tipis yang menyelimuti permukaan air berpadu dengan cahaya fajar keemasan. Bayang-bayang pelabuhan di seberang sana terlihat begitu surealis, rasanya seolah sedang melintas di dalam kanvas lukisan maestro Basuki Abdullah.
Mengarungi Lautan dengan Kapal Cepat KM Siwalima

Bagian tak terpisahkan dari perjalanan magis ke Banda Neira adalah pelayaran membelah Laut Banda. Menggunakan kapal cepat KM Siwalima (milik Pemprov Maluku), perjalanan memakan waktu sekitar 5 jam.
Bosan? Tentu tidak. Apalagi kalau kamu mempraktikkan jurus andalan para pelancong: tidur, bangun, ngemil, lalu tidur lagi.
Di dalam kabin lantai dua yang ber-AC dan berlantai kayu elegan, kamu bisa bersandar di sofa yang empuk. Setiap kali membuka mata dan menengok ke luar jendela kaca, matamu akan langsung dibilas oleh warna biru aqua polos yang bertemu dengan garis cakrawala. Tanpa awan, tanpa batas.
Tips Santai di Kapal Menuju Banda Neira:
- Pilih Tempat Duduk Nyaman: Datanglah lebih awal ke pelabuhan agar bisa memilih posisi duduk terbaik, terutama jika kamu mudah mabuk laut.
- Siapkan Amunisi Camilan: Meski ada kantin kecil, membawa snack favorit (dan menawarkannya pada teman seperjalanan) adalah cara terbaik membunuh waktu.
- Bawa Jaket Tipis: Kabin ber-AC bisa terasa cukup dingin setelah berjam-jam perjalanan.
Menginjakkan Kaki di Tanah Rempah yang Diperebutkan Dunia
Tepat pukul 12 siang Waktu Indonesia Timur, kapal merapat di Pelabuhan Banda. Banda Neira, aku datang! seru saya dalam hati. Udara yang menyambut seketika terasa berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk klakson yang memekakkan telinga, yang ada hanya irama kehidupan pulau yang berjalan lambat dan menenangkan.
Dengan menyewa ojek lokal, wisata sejarah Banda Neira pun resmi dimulai. Menyisir jalan-jalan kecil di pulau ini rasanya seperti memutar mesin waktu.
Baca juga:
Menyapa Jejak Pengasingan Tokoh Bangsa
Tahukah Sobat JEI bahwa pada awal abad ke-20, Hindia Belanda memencilkan para pemikir besar bangsa di sini? Tjipto Mangunkusumo, Iwa Kusuma Sumantri, Sutan Syahrir, dan tentu saja, Mohammad Hatta. Mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Hatta memberikan sensasi merinding yang puitis. Melihat langsung meja tempat beliau mengajar anak-anak Banda seakan menjadi pengingat bahwa gagasan besar tidak bisa dikurung, bahkan di pulau terpencil sekalipun.
Menyatu dengan Pesona Budaya dan Sunset di Istana Mini

Sebagai bagian dari perayaan Festival Rakyat Banda, kemeriahan sudah menanti di Istana Miniโbekas rumah dan kantor Gubernur Kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1683. Di teras bangunan berarsitektur khas Eropa ini, sejarah masa lalu dan kegembiraan masa kini melebur jadi satu.
Bergeser sedikit ke Societeit Harmonie, gedung yang dulunya merupakan pusat hiburan eksklusif pejabat kolonial, kini menjadi saksi bisu keceriaan warga lokal menari Goyang Tobelo. Ini adalah daya tarik wisata budaya yang sangat berharga. Jika kamu datang di waktu yang tepat, kamu juga bisa menyaksikan ritual magis lainnya seperti Buka Sasi Lola (hukum adat menjaga ekosistem laut) atau Cuci Parigi (ritual pembersihan sumur pusaka yang hanya digelar 10 tahun sekali).
Dan sebagai penutup hari, berdirilah di batas Pantai Tita Baru. Perairan Banda perlahan menguning, memantulkan siluet perahu-perahu kecil yang pulang bersandar. Senja di Banda Neira tidak pernah gagal membuat siapa pun jatuh cinta.
Perjalanan menuju Banda Neira memang butuh sedikit effort, tapi percayalah, magisnya sepadan dengan pegal di pinggang dan perjuangan membelah lautan. Sensasi menembus ruang dan waktu akan langsung terasa begitu kamu mencium aroma laut pesisir Maluku.
Agar kamu tidak tersesatโbaik secara rute maupun budgetโberikut adalah panduan lengkap cara menuju ke sana beserta rincian harga tiket terkini di tahun 2026.
Rute Perjalanan: Menembus Jarak Menuju Surga Rempah
Perjalanan menuju Banda Neira terbagi menjadi dua etape utama: udara dan laut.
Langkah 1: Terbang ke Ambon Manise
Pintu gerbang utama menuju Banda adalah Bandara Pattimura, Ambon (AMQ). Sebagian besar wisatawan berangkat dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta).
- Estimasi Harga Tiket Pesawat (2026): Saat ini, harga tiket sekali jalan dari Jakarta ke Ambon berkisar antara Rp 1.800.000 hingga Rp 3.200.000, tergantung maskapai (Batik Air, Pelita Air, Lion Air, dll) dan musim liburan. Kalau bisa booking jauh-jauh hari, kadang masih bisa dapat di angka Rp 1.500.000-an.
Langkah 2: Mengarungi Laut Banda
Setelah tiba di Ambon, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal. Ada dua opsi utama yang bisa dipilih, tergantung ketebalan dompet dan toleransimu terhadap ayunan ombak:
- Opsi A: Kapal Cepat (Express Bahari/Priscilia) Berangkat dari Pelabuhan Tulehu (sekitar 1 jam jalur darat dari pusat kota Ambon). Waktu tempuh ke Banda Neira sekitar 5โ6 jam.
- Kelas Eksekutif: Sekitar Rp 410.000 sekali jalan.
- Kelas VIP: Sekitar Rp 650.000 sekali jalan (sangat disarankan kalau ingin tidur lebih nyaman).
- Opsi B: Kapal PELNI (KM Pangrango atau Nggapulu) Berangkat dari Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Perjalanan memakan waktu lebih lama (bisa 12-14 jam), namun kapalnya jauh lebih besar dan tangguh membelah ombak.
- Harga Tiket: Sangat merakyat, di kisaran Rp 153.500 hingga Rp 250.000 sekali jalan.
Tips Sakti Buat Kamu yang Baru Pertama Kali ke Banda Neira
Agar perjalanan magis ini tidak berubah menjadi drama komedi, ada beberapa hal yang wajib banget kamu perhatikan sebelum packing:
- Paskan Jadwal Kapal, Baru Beli Tiket Pesawat: Ini adalah hukum alam tak tertulis! Kapal dari Ambon ke Banda Neira tidak berlayar setiap hari. Kadang seminggu hanya dua atau tiga kali. Pastikan jadwal kapal sudah aman di tangan sebelum mengunci tanggal penerbanganmu. Seringkali, kamu harus rela menginap semalam di Ambon sebelum besoknya menyeberang.
- Seni Slow Travel dan Mindfulness: Tinggalkan ritme grustu-grusu kota besar di rumah. Banda Neira adalah tempat untuk melambatkan waktu, berjalan kaki santai di antara gedung-gedung kolonial, dan menikmati kopi di sore hari tanpa dikejar deadline. Hadirkan kesadaran penuh (mindfulness) di setiap langkahmu untuk meresapi sejarah yang tertinggal di udara.
- Siapkan “Amunisi” Anti Mabuk Laut: Laut Banda bisa sangat tenang seperti kaca, tapi bisa juga mengajakmu berjoget. Bawalah obat anti mabuk laut, minyak angin, dan jangan biarkan perut kosong sebelum naik kapal.
- Uang Tunai adalah Raja: Mesin ATM di pulau ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari satu tangan, dan terkadang jaringannya sedang tidak mood untuk bekerja. Bawa uang tunai pecahan kecil dan sedang secukupnya dari Ambon.
- Bawa Sunblock dan Losion Anti Nyamuk: Matahari Maluku itu hangatnya maksimal, dan saat kamu asyik trekking ke benteng atau menikmati pantai, kamu butuh pelindung kulit yang andal.
- Baca juga : 5 Rekomendasi Wisata Sejarah di Ambon Manise



- Baca di sini tentang :ย 5 Tempat Wisata Sejarah Keren di Ambon

eviindrawanto.com
