
“Kalau di Ipoh bisa jalan-jalan kemana saja?”
Ini adalah pertanyaan klasik yang saya ajukan ketika keluarga besar merencanakan liburan bersama. Masalahnya, dari daftar blog traveling yang pernah saya baca, kebanyakan hanya mengulas destinasi mainstream di Malaysia. Kalau tidak ke Malaka, Kuala Lumpur, ya Penang.
Tapi setelah seseorang memberi “kuliah singkat”, baru sadar ternyata di Ibu Kota Kerajaan Perak ini banyak permata tersembunyi. Salah satunya adalah Perak Tong Cave Temple.
Lokasinya sangat strategis. Berada di dalam perut Gunung Tasek, tepat di tepi Jalan Kuala Kangsar yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Penang. Kuil ini punya nilai sejarah yang luar biasa, dibangun mulai tahun 1926 oleh pasangan Chong Sen Yee dan Choong Chan Yoke dari Tiongkok.
Dan tahukah kamu? Di tahun 2026 ini, Perak Tong Cave Temple genap berusia 100 tahun (Satu Abad)! Sebuah pencapaian sejarah yang membuat kunjungan kali ini terasa lebih spesial.
Tampak Depan Perak Tong Cave Temple

Di Indonesia, saya sudah kenyang masuk keluar berbagai klenteng. Namun, belum pernah sekalipun memasuki kuil yang benar-benar berada di dalam gua.
“Joe, serius ada klenteng di dalam gua?” Saya memastikan kepada kawan yang mengantar. Bayangan saya ada bangunan klenteng di dalam gua.
“Oh bukan. Di depannya memang ada bangunan kuil, tapi itu cuma gerbang. Nanti kalian masuk terowongan ke dalam perut gunung,” jawab Joe santai.
“Terowongan lalu naik ke atas gunung?” Ah, Joe sukses membuat ‘Barbie’ bingung. Jadi lebih baik tak banyak tanya lagi, wait and see.
Dari parkiran yang luas, terlihat bangunan kuil yang menempel pada dinding gunung kapur.
“Itu belum seberapa,” kata Joe sambil tertawa jahil. “Nanti kalian masuk gua, terus ada ratusan anak tangga yang harus didaki. Kalian akan melihat mural-mural suci dan patung dewa. Jangan lupa bawa air minum. Kalian akan melakukan aerobics gratis yang keren.”
Jantung saya mulai dag-dig-dug. Ingat tubuh yang makin manja ini. “Duh, mendaki tangga ya? Berapa banyak, Joe?”
Dia hanya mengangkat bahu. “I am not sure. Mungkin 400-an?”
Wajah Barbie langsung pucat. Tapi pantang pulang sebelum berperang. Perak Tong Cave Temple, here I come!
Pesona Magis di Dalam Gua
Memasuki mulut gua, kita disambut ruangan raksasa dengan kubah alami di atasnya. Dinding batu kapur dihiasi kaligrafi indah dan mural-mural bakti. Perasaan takjub tak terhindarkan. Antara heran gua bisa jadi galeri seni, dan kagum pada dedikasi iman manusia.
Di tengah gua berdiri megah Patung Buddha Emas setinggi 12,8 meter, diapit oleh empat patung dewa penjaga. Di depan altar, lilin warna-warni menyala dan bunga segar tergeletak di kaki Sang Buddha.
Saya menengadah ke langit-langit batu kapur yang “compang-camping”. Entah bekas pengerukan atau alami, teksturnya memancing sensasi mistis sekaligus kekaguman.
Uji Nyali (dan Dengkul) di Tangga 385
Dari altar besar, ada lorong di sebelah kiri yang membawa kita pada “menu utama”: anak tangga yang melingkar-lingkar naik ke atas.
Konon jumlahnya 385 anak tangga untuk mencapai teras pertama, dan total bisa lebih dari 450 jika ingin ke paviliun paling atas. Rasa ingin tahu membuat saya pura-pura lupa menghitungnya.
Trekking di sini mirip ujian kehidupan. Menapak selangkah demi selangkah. Napas mulai ngos-ngosan, keringat bercucuran deras. Bunyi jantung seperti menabuh gendang di telinga.
“Ayo Tante, sebentar lagi sampai!” teriak keponakan memberi semangat.
Sebenarnya mereka menyediakan tempat istirahat (gazebo) di tengah jalan. Dan satu tips penting untuk update 2026: Hati-hati dengan monyet! Di area tangga menuju puncak, kawanan monyet liar sering nongkrong. Jangan bawa makanan di tangan atau kresek yang mencolok jika tidak ingin “dipalak” mereka.
Puncak Kepuasan
Sesampainya di teras atas, rasa lelah terbayar lunas. Dari sini kita bisa melihat hamparan kota Ipoh. Memang, view-nya agak didominasi kawasan industri di kejauhan, bukan pemandangan hutan pinus ala Lembang. Tapi kepuasan menaklukkan diri sendiri itu yang mahal harganya.
Ada paviliun ganda di puncak tempat kita bisa duduk meluruskan kaki sambil menikmati angin semilir. Rasanya bangga bisa sampai di sini tanpa pingsan!
Informasi Update Tahun 2026
Bagi teman-teman yang mau mampir di tahun ini, berikut info terbarunya:
- Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 – 17.00. Datanglah pagi-pagi (sebelum jam 10) agar tidak kepanasan saat mendaki.
- Tiket Masuk: Masih GRATIS. Tapi sangat disarankan memberikan donasi sukarela di kotak yang tersedia untuk biaya perawatan kuil yang sudah berusia seabad ini.
- Fasilitas: Toilet tersedia di bawah dan cukup bersih. Parkir luas.
- Saran: Bawa air minum sendiri (tumbler), pakai sepatu kets yang nyaman (jangan pakai heels!), dan siapkan fisik.
Perak Tong Cave Temple bukan sekadar tempat wisata, tapi sebuah perjalanan menaklukkan ego dan fisik. Pulang dari sini, dijamin betis kencang dan hati senang!
Baca juga:
