
Key Takeaways
- Untuk meraih sukses harus didukung gairah imajinasi, kita harus mengerahkan energi besar dan konsistensi tinggi.
- Menemukan passion bisnis sangat penting agar dapat menghidupkan sistem bisnis dan mencapai tujuan.
- Imajinasi adalah kunci inovasi produk; ia membedakan pemimpin pasar dari pengikut.
- Dengan imajinasi, Arenga Indonesia berhasil mengubah wajah gula aren menjadi produk premium di pasar Horeca.
- Energi akan mengikuti imajinasi, jadi mari kita teruskan meraih sukses lewat gairah dan imajinasi.
Halo Sobat JEI, pernahkah merasa bisnis berjalan di tempat?
Saya sangat percaya bahwa di dunia ini, mustahil mengharapkan hasil maksimal dari pekerjaan yang kita lakukan setengah hati. Kepercayaan itu saya kawal sejak saat memutuskan terjun ke bisnis gula aren ini, saya menyadari hal ini sangat krusial. Tidak ada ruang untuk menghibur diri dengan energi minim, lalu berharap bisnis tumbuh dengan sendirinya.
Tidak bisa begitu, kawan! Kita memerlukan api pemicu yang besar.
Hukum Alam – Energi Berbanding Lurus dengan Hasil
Hukum alam berlaku semesta, baik dalam dimensi ruang maupun waktu. Mengingatkan saya bahwa kita tidak cukup hanya dengan meminta. Tidak cukup hanya berdoa. Disamping meminta bantuan kepada Sang Empunya, kita juga harus mengerahkan energi besar dan konsistensi tinggi baru kemudian menerimanya.
Meraih sukses lewat gairah dan imajinasi ini bukan sekadar slogan. Ini adalah tentang hukum kekekalan energi. Input yang kita berikan akan menentukan output yang kita terima.
Menurut psikolog Angela Duckworth dalam bukunya “Grit: The Power of Passion and Perseverance” menemukan bahwa bakat saja tidak cukup. Kombinasi gairah (passion) dan kegigihan (perseverance) adalah prediktor kesuksesan yang jauh lebih akurat daripada IQ semata.
Pentingnya Menemukan Business Passion
Dalam konsistensi pengeluaran energi inilah kita menemukan makna gairah sesungguhnya. Banyak mentor bisnis berkata, “Cari dan temukan business passion-mu dimanapun berada”.
Bayangkan Dracula tanpa darah. Menjalankan bisnis tanpa passion ibarat hidup “bagarah-garah” (bermain-main tanpa tujuan). Kita tidak bisa sambil bercanda. Kita butuh nyawa untuk menghidupkan sistem bisnis baru berharap ia sukses.
- Baca di sini tentang :Pacar Cantik di Kapal Selamku
Menemukan Gairah di Arenga Indonesia
Alhamdulillah, saya menemukan kunci meraih sukses lewat gairah dan imajinasi dalam mengelola Arenga Indonesia. Energinya luar biasa dan seringkali memabukkan dalam artian positif.
Otak saya tidak sekedar memproduksi adrenalin. Kegairahan ini membuat kepala saya tetap tegak. Bahkan ketika dunia menyodorkan seribu alasan untuk menyerah, passion membuat saya tetap melangkah.
Nah, Mihaly Csikszentmihalyi, psikolog terkemuka, menyebut kondisi seperti ini sebagai “Flow”. Saat seseorang tenggelam penuh dalam pekerjaannya dengan gairah tinggi, mereka kehilangan rasa waktu dan kesadaran diri, yang justru memicu produktivitas puncak.
Membiarkan diri hanyut dalam passion ibarat berlayar ke negeri misteri. Sinarnya membuka sekat ketidaktahuan menjadi wawasan luas. Hal yang lambat menjadi cepat. Pekerjaan yang tertunda menjadi prioritas yang harus tuntas sekarang juga.
Kekuatan Imajinasi dalam Inovasi Produk
Setelah gairah, saya menemukan bahwa imajinasi tanpa batas adalah bahan bakar berikutnya.
Berimajinasi membuat segalanya mungkin. Mungkin mustahil membuat tongkat kayu tumbuh instan di bumi Indonesia. Namun, imajinasi akan mencari cara menghadirkan pohon raksasa itu di hadapan kita, setidaknya lewat narasi dan branding yang kuat.
Mengubah Tradisi Menjadi Prestasi Global
Dalam dunia bisnis, imajinasilah pembeda utama antara pemimpin pasar dan pengikut. Perhatikan fakta ini:
- Para pembuat gula aren tradisional selama ratusan tahun menggunakan metode sama.
- Mereka menghasilkan bentuk dan kualitas yang itu-itu saja.
- Akibatnya, gula aren saat ini tidak beda dengan ransum prajurit Patih Gajah Mada di era Perang Bubat.
Ini terjadi karena absennya imajinasi.
Dengan sedikit sentuhan meraih sukses lewat gairah dan imajinasi, Arenga Indonesia berhasil mengubah wajah gula aren. Kami menghadirkan Arenga Palm Sugar sebagai healthy table sugar di meja-meja para Sheik di negara Teluk. Produk ini juga menjadi teman minum kopi eksklusif di cafe-cafe keren di Indonesia.
Joseph Schumpeter, ekonom Austria-Amerika, memperkenalkan konsep “Creative Destruction”. Inovasi (yang lahir dari imajinasi) harus mendekonstruksi cara lama untuk menciptakan nilai ekonomi baru yang lebih tinggi. Inilah yang dilakukan Arenga Indonesia dengan memodernisasi gula aren.
Masa Depan – Energi Mengikuti Imajinasi
Imajinasi pula yang menentukan nasib Arenga Indonesia Palm Sugar selanjutnya. Apakah kami akan bertahan dengan produksi segini-segini saja? Atau berlari kencang mengisi pasar global yang semakin luas? Apakah tetap diam atau berinovasi mengembangkan produk turunan?
Sejujurnya, jalan masih panjang. Namun, satu hal pasti: “Energi mengikuti Imajinasi”.
Albert Einstein, sang genius fisika, telah membuktikannya. Ia melahirkan teori relativitas yang spektakuler bukan hanya dari hitungan matematika, tapi dari eksperimen pikiran (Gedankenexperiment). Bagi Einstein, imajinasi adalah pratinjau dari atraksi kehidupan yang akan datang.
Jadi, Sobat JEI, mari kita terus meraih sukses lewat gairah dan imajinasi. Nyalakan apinya, biarkan imajinasi memandu arahnya.
eviindrawanto.com
Baca juga:
