Poin Utama
- Terong ungu, atau terung, merupakan sayuran populer di Indonesia dan disukai karena teksturnya yang mampu menyerap bumbu.
- Makan terong ungu mentah berisiko karena mengandung solanin yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
- Tiga resep olahan terong ungu yang direkomendasikan adalah Terong Balado, Kurabu Taruang, dan Uwok Taruang.
- Mitos bahwa terong ungu dapat membuat pria ‘lemes’ tidak terbukti; sebaliknya, terong mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan.
- Terong ungu organik lebih mahal tapi memiliki rasa yang lebih baik dan bebas residu pestisida.
Sobat JEI, kita sering bingung menyebutnya, terung atau terong? Menurut KBBI, yang baku adalah terung. Namun, lidah kita lebih akrab menyapa terong ungu. Setiap ibu rumah tangga pasti sering melihat sayuran eksotis ini menumpuk manis di pasar.
Kehadirannya yang melimpah menandakan buah bernama latin Solanum melongena ini adalah favorit rakyat Indonesia. Teksturnya yang seperti spons membuatnya juara dalam menyerap bumbu.
Baca juga:
Mitos Makan Terong Mentah
Saya jarang melihat terong ungu dimakan mentah. Mungkin Sobat JEI juga demikian. Sejak kecil, orang tua sering memperingatkan bahaya katarak jika nekat memakannya mentah.
Secara ilmiah, terong ungu panjang mentah mengandung solanin. Zat ini bisa beracun jika kita konsumsi dalam jumlah besar. Efeknya bukan katarak, melainkan gangguan pencernaan. Jadi, lebih aman dan nikmat jika kita memasaknya terlebih dahulu.
Terong Ungu Enaknya Dimasak Apa? Ini 3 Resep Andalannya
Di kampung halaman saya, Minangkabau, kami mengolah sayuran ini dengan cita rasa rempah yang kuat. Jika Sobat JEI bertanya terong ungu enaknya dimasak apa, ini tiga rekomendasi resep warisan nenek:
1. Terong Balado
Ini olahan paling populer. Orang Padang memang tidak bisa lepas dari cabai.
- Cara Masak: Belah dan potong terong ungu panjang menjadi tiga bagian. Taburi sedikit garam. Panaskan minyak, lalu goreng dua menit saja sampai layu. Angkat segera agar tekstur tidak lembek.
- Bumbu: Ulek cabai (merah atau hijau), bawang merah, garam, dan tomat. Tumis bumbu hingga wangi. Tambahkan sedikit Arenga Indonesia palm sugar (gula aren) sebagai pengganti MSG untuk rasa gurih alami. Masukkan terong goreng, aduk sebentar, angkat.
2. Kurabu (Urap) Taruang
Resep ini menonjolkan rasa segar dan gurih kelapa.
- Cara Masak: Kukus 5 buah terong ungu. Zaman dulu, nenek meletakkannya di atas nasi yang sedang ditanak agar hemat energi. Setelah lembut, suir-suir daging buahnya.
- Bumbu: Sangrai setengah butir kelapa parut hingga kecokelatan. Ulek halus bersama kemiri, cabai, bawang merah, dan perasan jeruk nipis. Campurkan bumbu ini langsung ke suiran terong. Rasanya sangat segar!
3. Uwok Taruang
Ini adalah bentuk minimalis dari Kurabu. Kukus terong hingga matang, lalu nikmati begitu saja dengan cocolan sambal terasi atau sambal lado mudo. Simpel tapi bikin nambah nasi.
- Baca di sini tentang: Piknik di Kebun Karet Sukabumi
Mitos Pria dan Manfaat Terong Ungu
Ada mitos menggelitik soal manfaat terong ungu. Konon, kaum bapak tidak boleh memakannya karena bisa bikin “lemes” si Mister Happy.
Faktanya, riset modern justru membuktikan sebaliknya. Kulit terong ungu mengandung nasunin. Ini adalah antioksidan kuat yang melindungi membran sel otak. Selain itu, fitonutrien dalam terong justru melancarkan aliran darah. Aliran darah yang lancar malah mendukung vitalitas prima. Jadi, mitos “lemes” itu tidak terbukti ilmiah.
Gaya Hidup Organik dan Kualitas Rasa
Berkat penggiat pertanian organik, gengsi sayuran ini naik kelas. Terong ungu panjang organik harganya bisa dua kali lipat meski tampilannya kadang lisut.
Faktor perawatan tanpa pestisida kimia membuat biaya produksinya tinggi. Rasanya? Memang beda. Dagingnya lebih garing, manis, dan krenyes-krenyes. Bagi Sobat JEI yang peduli kesehatan, versi organik lebih aman karena kulit terong (yang kita makan) bebas residu kimia. Namun, terong biasa pun tetap nikmat asal kita cuci bersih.
Bagaimana dengan Sobat JEI, punya resep andalan lain di rumah?
— Evi

