Update 2026: Artikel ini telah diperbarui untuk mencerminkan kondisi terkini Pasar Los Batu Kandangan dan sekitarnya di tahun 2026, termasuk rekomendasi kuliner dan spot baru yang sedang hits.
Walau mata masih berat usai eksplorasi kuliner semalam, azan subuh di Kota Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), punya magis tersendiri untuk membangunkan saya. Sisa hujan semalam masih menyisakan kabut tipis di jendela, namun di luar sana, kehidupan sudah berdenyut kencang.
Inilah Pasar Los Batu Kandangan. Jantung kota yang tak pernah benar-benar tidur.
Berbeda dengan pengalaman saya bertahun-tahun lalu, kunjungan di tahun 2026 ini memberikan nuansa yang sedikit berbeda namun tetap dengan kehangatan yang sama. Jika dulu saya hanya mendengar samar-samar suara motor, kini geliat pasar terasa lebih tertata meski tetap riuh dengan transaksi pagi buta.
Pesona Pagi di “Surga Kecil” Borneo
Pasar ini adalah tempat terbaik untuk melihat wajah asli orang Banjar. Bagi saya, ini seperti menemukan “Surga Kecil” di pojok Kalimantan.
Saya menyusuri lorong-lorong pasar di bawah lampu yang kini lebih terang benderang dibanding satu dekade lalu. Wajah-wajah ramah itu masih ada. Bapak-bapak dan ibu-ibu pedagang menyapa dengan senyum tulus, tak keberatan saat kamera saya membidik aktivitas mereka.
“Siap-siap kita mau masuk TV!” canda seorang Bapak pedagang, membuat saya tertawa. Keramahan ini adalah kemewahan yang sulit ditemukan di kota besar.
Harta Karun Buah Langka
Alasan utama saya selalu rindu kembali ke sini adalah ragam buah-buahan endemik yang sulit ditemukan di tempat lain, apalagi di supermarket modern. Pasar Los Batu adalah museum hidup buah-buahan Kalimantan.
- Buah Kalangkala: Masih menjadi primadona. Buah bulat merah muda ini unik karena cara makannya direndam air hangat dan garam, mirip makan sayur.
- Buah Binjai: Aromanya tajam menggoda. Rasanya yang asam manis sangat cocok dijadikan sambal pedas pendamping ikan bakar.
- Buah Kepayang (Kluwek Muda): Di sini, daging buah mentahnya diolah menjadi sayur yang lezat.
- Buah Tarap & Ramania: Jangan lewatkan mencicipi jaruk tarap (tarap yang diasinkan) atau segarnya buah ramania.
Nostalgia Ikan Papuyu
Di bagian pasar ikan, memori masa kecil saya kembali terpanggil. Ikan Papuyu (Betok) yang di kampung halaman saya di Minangkabau sudah punah, di sini justru melimpah ruah. Ikan-ikan gemuk bersisik kasar ini masih hidup dan segar, siap diolah menjadi palai (pepes) atau digoreng garing. Melihatnya saja sudah menerbitkan air liur.
[UPDATE 2026] Wajah Baru & Spot Kekinian
Tahun 2026 membawa angin segar bagi Kandangan. Ada beberapa perubahan signifikan yang perlu Anda tahu jika berencana merapat ke sini:
1. Pasar Lebih Tertata & Bersih
Pemerintah Kabupaten HSS gencar melakukan pembenahan fisik pasar dalam beberapa tahun terakhir. Kini, area pasar basah terasa lebih higienis dengan drainase yang lebih baik. Tidak becek parah seperti dulu, membuat eksplorasi mencari umbut (rebung/rotan muda) jadi lebih nyaman.
2. Spot Baru: Pasar Loak & Kampung Kuliner
Jika dulu aktivitas hanya terpusat di pasar induk, kini Teman-teman wajib mampir ke Pasar Loak di samping Taman Darmansyah Zauhidhie yang buka setiap Selasa dan Jumat. Ini jadi spot hunting barang antik yang sedang hype di kalangan anak muda Kandangan.
Untuk sore hingga malam, geser sedikit ke Kampung Kuliner di Alun-Alun Kota. Di tahun 2026 ini, area tersebut sudah dipercantik dengan “Teras Cinta”, spot foto instagramable yang jadi favorit warga lokal.
3. Akomodasi: Tidak Hanya Satu Pilihan
Dulu saya menginap di Hotel Rakat Mufakat yang legendaris karena letaknya di tengah pasar. Namun, di tahun 2026, opsi penginapan sudah jauh lebih beragam.
- Modern & Praktis: Hotel seperti Qianna Inn atau berbagai Guesthouse berbasis aplikasi (seperti RedDoorz/OYO) kini menjamur di sekitar Tugu Dodol, menawarkan fasilitas AC dingin dan WiFi kencang dengan harga mulai Rp150.000 – Rp250.000.
- Tips: Cek aplikasi travel online sebelum datang untuk dapat harga terbaik.
Wisata Lidah: Ketupat & Budaya Ngopi
Belum sah ke Kandangan kalau belum bicara soal perut.
Update Harga Ketupat Kandangan 2026
Ketupat Kandangan dengan kuah santan keruh dan ikan haruan (gabus) asap tetap menjadi juara.
- Rekomendasi: Warung Kaganangan atau Rumah Makan Hj. Sanah masih jadi top of mind.
- Estimasi Harga: Siapkan bujet sekitar Rp25.000 – Rp30.000 per porsi untuk paket komplit dengan ikan haruan besar atau telur asin. Rasanya? Masih gurih, smoky, dan bikin nagih!
Tradisi Unik: Wanita di Warung Kopi
Satu hal yang tak berubah dan tetap unik adalah pemandangan di warung kopi pasar. Di sini, warung kopi bukan monopoli kaum adam. Lazim melihat ibu-ibu mampir ngopi dan makan wadai (kue basah) sebelum memulai aktivitas belanja. Duduk melingkar, mencicipi bingka atau amparan tatak, lalu bayar belakangan. Sebuah potret kesetaraan sosial yang manis dan bersahaja.
Yuk, ke Kandangan!
Kandangan di tahun 2026 mungkin sudah bersolek dengan cat baru dan fasilitas modern, tapi jiwanya tetap sama. Ia tetaplah kota yang ramah, di mana pedagang menyapa seperti saudara dan makanan dimasak dengan hati.
Jika Teman-teman rindu suasana pasar yang hidup, buah-buahan eksotis yang tak ada di Jakarta, dan ketupat yang kuahnya “nendang”, Pasar Los Batu Kandangan masih setia menunggu.
Selamat menjelajah!
Evi Indrawanto
Baca juga : Ketupat Kandangan, Makanan Khas Banjar
Foto-Foto Buah Unik di Pasar Kandangan
Buah Kepayang, Kluwek Muda
Buah Tarap
Baca juga:




