Key Takeaways
- Bermain egrang bambu adalah permainan tradisional yang mengajarkan keseimbangan dan resiliensi.
- Permainan ini memiliki banyak nama di berbagai daerah, seperti Tengkak-tengkak dan Jangkungan.
- Egrang mengajarkan filosofi mental seperti fokus ke depan dan keyakinan diri, serta manfaat fisik bagi kesehatan.
- Cara membuat egrang bambu sendiri cukup sederhana, hanya memerlukan beberapa bahan alam.
- Tips aman untuk pemula termasuk belajar di permukaan rumput dan menggunakan alas kaki yang tepat.
Pernahkah Teman-teman merasa rindu pada masa kecil, di mana kebahagiaan itu sederhana, sesederhana menjaga keseimbangan tubuh di atas dua bilah bambu?
Jika sebelumnya kita sudah tertawa lepas mengingat serunya bermain kelereng bersama anak-anak Kampung Nelayan Kuala Stabas, kali ini mari kita โnaik kelasโโsecara harfiah. Kita akan mengangkat tubuh menjauh dari tanah, melihat dunia dari sudut pandang yang lebih tinggi melalui permainan egrang bambu.
Bukan sekadar permainan anak jaman dulu, egrang mengajarkan kita satu hal penting yang sering dilupakan orang dewasa: seni menertawakan kegagalan saat terjatuh, lalu bangkit lagi untuk mencari keseimbangan.
Apa Itu Egrang? Menelusuri Jejak Permainan Tradisional Indonesia
Bagi generasi sekarang, mungkin egrang terlihat asing. Namun, bagi kita yang tumbuh sebelum era gadget, ini adalah โkendaraanโ paling bergengsi di kampung.
Egrang adalah permainan tradisional yang menggunakan dua batang bambu panjang yang diberi pijakan kaki. Pemainnya harus berdiri di atas pijakan tersebut dan berjalan menjaga keseimbangan.
- Baca juga Mari mari cultural Village Sabah
Asal-Usul dan Sejarah Egrang
Melakukan sedikit deep research, ternyata permainan ini tidak hanya milik satu daerah. Di Sumatera Barat, permainan tradisional ini dikenal dengan nama Tengkak-tengkak. Di Bengkulu disebut Ingkau, sementara di Jawa Tengah populer dengan nama Jangkungan.
Ada literatur yang menyebutkan bahwa sejarah egrang di Indonesia berkaitan dengan metode dakwah Sunan Kalijaga. Namun, secara global, konsep berjalan di atas tongkat (stilts) juga ditemukan di kebudayaan Tiongkok kuno hingga Eropa, seringkali digunakan untuk melintasi daerah rawa atau banjir, sebelum akhirnya berevolusi menjadi seni pertunjukan dan permainan rakyat.
- Baca juga Cara Mengedukasi Anak di Era Digital
Filosofi Egrang: Lebih dari Sekadar Menjaga Keseimbangan
Mengapa melestarikan permainan tradisional seperti egrang itu penting? Karena di dalamnya tersimpan nilai luhur yang “bernas”.
Bermain egrang bambu bukan hanya soal fisik, tapi soal mental. Ada filosofi mendalam di setiap langkahnya:
- Fokus ke Depan: Saat bermain egrang, kita tidak boleh terus-menerus melihat ke bawah (kaki). Kita harus memandang lurus ke depan. Ini mengajarkan kita untuk visioner dan optimis menatap masa depan.
- Keyakinan Diri: Ragu-ragu hanya akan membuat kita goyah. Kunci bermain egrang adalah percaya pada kemampuan diri sendiri.
- Keseimbangan Hidup: Seperti hidup, jika terlalu condong ke kiri atau kanan, kita akan jatuh. Egrang melatih kita untuk tetap stabil di tengah guncangan.
“Hidup itu seperti bermain egrang. Tak perlu berlari kencang, yang penting seimbang dan terus melangkah maju.”
Manfaat Bermain Egrang untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Di era digital ini, mengajak anak (atau diri sendiri) kembali memainkan permainan rakyat memiliki dampak positif yang nyata. Berikut adalah beberapa manfaat bermain egrang:
- Melatih Motorik Kasar: Menguatkan otot kaki, perut, dan punggung karena tubuh harus menahan beban sambil bergerak.
- Melatih Keseimbangan Tubuh: Ini adalah latihan core muscle alami yang menyenangkan.
- Membangun Keuletan (Resiliensi): Jatuh dari egrang itu biasa. Bangkit dan mencoba lagi adalah mentalitas juara yang dibangun lewat permainan ini.
- Detoks Digital: Cara ampuh mengurangi screen time dan berinteraksi langsung dengan alam.
- Baca juga Keindahan Kerja Sama
Cara Membuat Egrang Bambu Sendiri
Tertarik mencobanya di halaman rumah? Cara membuat egrang ternyata cukup sederhana. Teman-teman bisa memanfaatkan bahan alam di sekitar.
Bahan yang Dibutuhkan:
- Dua batang bambu lurus, panjang sekitar 2 – 2,5 meter (sebagai tiang utama).
- Dua potong bambu pendek, ukuran 20 – 30 cm (sebagai pijakan kaki).
- Paku besar atau tali ijuk/karet ban bekas yang kuat.
Langkah Pembuatan:
- Tentukan tinggi pijakan sesuai kemampuan (untuk pemula, jangan terlalu tinggi, cukup 30 cm dari tanah).
- Lubangi bambu utama untuk memasukkan pasak, atau gunakan teknik ikat simpul yang kuat jika menggunakan tali.
- Pastikan pijakan kokoh dan mampu menopang berat badan. Egrang bambu siap dimainkan!
Pengalaman Pribadi: Antara Tawa dan Rasa Takut
Saya ingat betul pertama kali mencoba menaiki alat ini. Rasanya campur aduk. Ada rasa takut ketinggian, takut tergelincir, tapi juga ada rasa penasaran yang besar.
Kunci utamanya ternyata bukan pada kekuatan otot semata, melainkan ketenangan pikiran. Saat tubuh tegang, egrang justru makin sulit dikendalikan. Tapi begitu kita rileks dan menyatu dengan irama langkah, rasanya seperti melayang. Sebuah sensasi kebebasan yang sulit didapatkan dari game di smartphone.
Tips Aman Bermain Egrang bagi Pemula
Agar pengalaman main egrang tetap menyenangkan dan minim cedera, berikut beberapa tips dari saya:
- Mulai dari yang Rendah: Jangan ambisius. Buat pijakan kaki serendah mungkin saat baru belajar.
- Cari Tanah Rumput: Belajarlah di atas permukaan tanah atau rumput, bukan aspal atau semen. Jika jatuh, dampaknya tidak terlalu sakit.
- Gunakan Alas Kaki yang Kesat: Sandal jepit licin adalah musuh utama. Gunakan sepatu kets atau bertelanjang kaki jika permukaan pijakan bambu tidak tajam.
- Jangan Sendirian: Ajak teman untuk memegangi bambu saat Teman-teman pertama kali naik. Bantuan spotter sangat penting untuk membangun kepercayaan diri di awal.
Mari kita hidupkan kembali halaman rumah dengan tawa dan permainan tradisional Indonesia. Selamat mencoba menyeimbangkan hidup di atas dua bilah bambu!
Apakah Teman-teman punya kenangan khusus dengan permainan masa kecil ini? Ceritakan di kolom komentar, ya!
Foto-Foto Permainan Egrang Bambu
Baca juga:
Sumber: Dana Desa
Video Cara Membuat Egrang Bambu :




