
Key Takeaways
- Nasir Al Mulk Mosque, atau Masjid Pink, terletak di Shiraz dan dikenal karena kaca patri berwarna-warni yang menciptakan efek cahaya menakjubkan.
- Waktu terbaik untuk mengunjungi masjid ini adalah pagi hari, antara pukul 07.00 hingga 09.00, saat cahaya matahari memancar melalui kaca patri.
- Masjid ini dibangun antara tahun 1876 hingga 1888 selama era Dinasti Qajar, dengan arsitektur yang memadukan gaya Persia dan Eropa.
- Pengunjung diharuskan mematuhi aturan berpakaian, seperti wanita yang wajib mengenakan Chador dan pria disarankan mengenakan pakaian sopan.
- Tips untuk pengunjung termasuk datang lebih awal untuk foto tanpa kerumunan dan memeriksa ramalan cuaca agar pengalaman lebih maksimal.
Pernahkah teman-teman membayangkan berdiri di dalam sebuah kaleidoskop raksasa? Di mana cahaya matahari tidak sekadar menerangi, tapi menari-nari dalam ribuan warna di sekeliling kita?
Jika teman-teman sedang merencanakan wisata ke Iran, ada satu tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan: Nasir Al Mulk Mosque. Tersembunyi di balik fasad bata tradisional di kota Shiraz, masjid ini menyimpan kejutan visual yang membuat napas tertahan. Dunia mengenalnya dengan sebutan Masjid Pink atau Pink Mosque, sebuah mahakarya arsitektur yang menawarkan pengalaman spiritual sekaligus artistik yang tak terlupakan.
Mari kita telusuri lebih dalam pesona masjid kaca patri Iran yang legendaris ini.
Mengapa Disebut Masjid Pink?
Banyak nama untuk masjid ini. Namun, ia paling terkenal sebagai Masjid Pink Shiraz atau Masjid Merah Muda Iran.
Berbeda dengan masjid-masjid di Timur Tengah atau era Safavid yang umumnya didominasi warna biru turquoise dan azure, Nasir Al Mulk Mosque tampil berani dengan warna yang tidak biasa. Jika teman-teman perhatikan detail ubinnya, terdapat dominasi warna merah muda (pink) dan motif bunga mawar serta iris yang sangat khas.
Ini adalah ciri khas arsitektur Qajar Shiraz, sebuah era seni di mana pengaruh Eropa mulai masuk ke Persia, menciptakan gaya baru yang romantis dan lembut. Ubin-ubin rose-colored inilah yang membuat dinding-dinding masjid terasa hangat dan “hidup”, memberinya julukan Masjid Pink yang ikonik.
Keajaiban Cahaya: Waktu Terbaik ke Masjid Nasir Al Mulk

Apa yang membuat spot foto terbaik Shiraz ini begitu diburu fotografer dunia? Jawabannya adalah The Morning Light.
Yang akan membuat teman-teman terkesima di sini adalah pantulan cahaya yang diloloskan oleh ratusan kaca patri berwarna-warni. Cahaya ini memantul ke lantai yang tertutup karpet Persia merah, lalu membias ke dinding dan langit-langit yang penuh ukiran muqarnas.
Saat berada di dalamnya, kita seperti dilingkupi warna pelangi atau berada di dalam kaleidoskop (itulah sebabnya ia juga dijuluki Kaleidoscope Mosque atau Masjid Pelangi Iran).
Kapan Harus Datang?
Untuk mendapatkan momen magis ini, waktu terbaik ke Masjid Nasir Al Mulk adalah di pagi hari.
- Datanglah antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi.
- Cahaya matahari pagi yang rendah akan menembus kaca patri (jendela Orsi) di sisi timur, menciptakan bayangan panjang berwarna-warni di lantai masjid.
- Musim Terbaik: Musim gugur dan musim dingin (Oktober – Februari) adalah saat terbaik karena posisi matahari lebih miring, sehingga cahaya masuk lebih dalam ke ruangan sholat.
Sejarah dan Arsitektur yang Bernilai Tinggi
Sedikit deep research untuk teman-teman pencinta sejarah. Nasir Al Mulk Mosque bukanlah bangunan kuno ribuan tahun, namun merupakan permata dari abad ke-19.
- Pembangunan: Dibangun selama 12 tahun, dari tahun 1876 hingga 1888.
- Dinasti: Dibangun pada masa Dinasti Qajar.
- Penggagas: Mirza Hasan Ali Nasir Al-Mulk, seorang bangsawan dan penguasa Shiraz kala itu.
- Arsitek: Dirancang oleh dua arsitek Persia ulung, Muhammad Hasan-e-Memar dan Muhammad Reza Kashi-Saz-e-Shirazi.
Hingga saat ini, Masjid Nasir Al Mulk dikelola oleh Yayasan Wakaf Nasir Al Mulk dan masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah, selain sebagai situs warisan nasional Iran.
Panduan Wisata dan Tiket Masuk (Update 2025)
Bagi teman-teman yang ingin berkunjung, berikut adalah informasi logistik terbaru agar rencana perjalanan lebih matang:
Harga Tiket Masuk Masjid Nasir Al Mulk
Per tahun 2024/2025, tiket masuk untuk wisatawan asing mengalami penyesuaian. Siapkan uang tunai (Rial Iran/IRR) sekitar 2.000.000 – 2.500.000 IRR (setara dengan sekitar 4-5 Euro). Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung inflasi, jadi selalu siapkan cadangan uang tunai lebih.
Lokasi dan Cara Menuju ke Sana
Masjid ini terletak di distrik Gowad-e-Arabân, dekat dengan Makam Shah Cheragh. Jika teman-teman mencari di peta digital, gunakan kata kunci lokasi Masjid Pink Shiraz atau alamat: Lotf Ali Khan Zand Street, Shiraz, Fars Province.
Aturan Berpakaian (Dress Code)
Karena ini adalah tempat ibadah yang suci, aturan berpakaian Masjid Iran berlaku ketat:
- Wanita wajib mengenakan Chador (kain penutup seluruh tubuh). Biasanya, pengelola menyediakan penyewaan chador di pintu masuk untuk turis.
- Pria disarankan memakai celana panjang dan pakaian sopan.
- Alas kaki harus dilepas saat memasuki area karpet/ruang sholat utama.
Tips Mengunjungi Masjid Nasir Al Mulk Agar Tidak Kecewa
Sebagai penutup, berikut beberapa tips rahasia agar kunjungan teman-teman lebih maksimal:
- Datang Lebih Awal: Lokasi ini sangat populer. Jika ingin foto clean shot tanpa ribuan turis lain, cobalah menjadi orang pertama yang masuk saat gerbang dibuka (biasanya jam 7.30 atau 8.00 pagi).
- Perhatikan Cuaca: Keindahan utama masjid ini bergantung pada sinar matahari. Cek ramalan cuaca, pastikan hari itu cerah. Jika mendung, efek “pelangi” tidak akan muncul.
- Hormati Orang Beribadah: Meskipun menjadi objek wisata, di sudut-sudut tertentu masih ada warga lokal yang sholat. Jagalah ketenangan.
- Eksplorasi Halaman Luar: Jangan hanya terpaku di ruang kaca patri. Halaman tengah dengan kolam persegi panjang (reflecting pool) dan iwan (gerbang melengkung) yang megah juga merupakan spot foto terbaik Shiraz dengan latar arsitektur simetris yang memukau.
Semoga artikel ini membantu teman-teman merencanakan perjalanan ke salah satu masjid terindah di dunia ini. Sampai jumpa di Shiraz!
Salam, Evi
Baca juga:
