
Key Takeaways
- Situs Prasasti Pagaruyung Batusangkar menyimpan sejarah dan pesan Raja Adityawarman yang terukir pada batu berusia 700 tahun.
- Terdapat 8 prasasti utama yang mencatat hubungan antara Majapahit dan Minangkabau, mencerminkan kebudayaan dan kosmopolitan kuno.
- Pengunjung dapat menikmati situs ini secara gratis, dengan waktu terbaik berkunjung di pagi hari untuk foto yang optimal.
- Cara menuju lokasi bisa menggunakan mobil sewa atau transportasi umum, dengan waktu tempuh bervariasi dari Padang dan Bukittinggi.
- Situs ini mengingatkan kita akan peradaban tinggi Indonesia dan penting untuk merawat ingatan kolektif bangsa.
Teman-teman, pernahkah membayangkan berdiri di hadapan batu berusia 700 tahun yang “berbicara” tentang kejayaan masa lalu? Jika sedang merencanakan perjalanan ke Sumatera Barat, jangan hanya terpaku pada kemegahan Istano Basa Pagaruyung. Melipirlah sedikit ke Situs Prasasti Pagaruyung Batusangkar. Di sini, bukan hanya mata yang dimanjakan, tapi jiwa petualang sejarah kalian akan dipuaskan oleh misteri pesan-pesan Raja Adityawarman yang terpahat abadi di atas batu andesit. Ini adalah potongan puzzle sejarah Nusantara yang menghubungkan Majapahit dan Minangkabau yang sayang untuk dilewatkan!
Menelusuri Jejak Wangsa Mauli di Tanah Datar
Situs Cagar Budaya Prasasti Pagaruyung ini adalah permata tersembunyi bagi pecinta wisata sejarah Sumatera Barat. Terletak tak jauh dari replika Istano Basa, kompleks ini melindungi 8 buah batu basurek (batu bersurat) yang menjadi saksi bisu peralihan kekuasaan dan diplomasi kuno di Swarnabhumi.
Batu-batu ini bukan sekadar benda mati. Mereka adalah “media sosial” zaman dulu, tempat Raja Adityawarmanโtokoh kunci yang menghubungkan Kerajaan Majapahit dan Dharmasrayaโmemproklamirkan pencapaian, silsilah, hingga kutukan bagi mereka yang melanggar titah raja. Ditulis dalam bahasa Sanskerta dan Jawa Kuno menggunakan aksara Kawi dan Pallawa, prasasti ini menantang kita untuk memahami betapa kosmopolitannya nenek moyang kita dahulu.
8 Prasasti Utama yang Wajib Teman-teman Ketahui
Agar kunjungan Teman-teman lebih bermakna (dan “berdaging” untuk konten media sosial kalian!), berikut adalah highlight dari koleksi prasasti di sini:
1. Prasasti Pagaruyung I (Sang Raja Bijaksana)
Bertarikh 1278 Saka (1356 M), prasasti ini memuji Adityawarman bukan hanya sebagai raja yang agung, tapi juga sosok yang mendalam ilmu agamanya. Ini membantah anggapan bahwa raja zaman dulu hanya tahu perang; mereka adalah intelektual pada masanya.
2. Prasasti Pagaruyung VI (Jejak Pejabat Majapahit)
Ini menarik! Prasasti ini menyebut nama Tumenggung Kudawira. Bagi Teman-teman yang suka sejarah Jawa, gelar “Tumenggung” sangat khas Majapahit/Singasari. Keberadaan namanya di tanah Minang memperkuat bukti hubungan erat (diplomasi atau ekspedisi) antara Jawa dan Sumatera pasca Ekspedisi Pamalayu.
3. Prasasti Pagaruyung VIII (Lesung Batu)
Bentuknya paling unik, menyerupai lesung atau lumpang dengan lubang di tengah. Berangka tahun 1369 M, isinya menggambarkan sosok raja yang dermawan, kaya raya, dan “selalu harum” namanya. Siapa lagi kalau bukan Adityawarman?
Baca juga:
Panduan Wisata ke Situs Prasasti Pagaruyung (Terupdate 2026)
Untuk Teman-teman yang ingin melakukan perjalanan serupa, berikut adalah panduan praktis agar tidak nyasar dan bisa mengatur budget dengan tepat.
Lokasi dan Jam Buka
- Alamat: Jl. Sutan Alam Bagagarsyah, Jorong Gudam, Nagari Pagaruyung, Kec. Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. (Hanya berjarak sekitar 2-3 km dari Istano Basa Pagaruyung).
- Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 โ 16.00 WIB.
- Waktu Terbaik Berkunjung: Pagi hari sekitar pukul 09.00 saat cahaya matahari jatuh pas menyinari relief batu, sangat bagus untuk fotografi makro tekstur batuan.
Harga Tiket Masuk
Kabar gembira! Masuk ke area Situs Prasasti Pagaruyung ini umumnya gratis (data terakhir saat tulisan ini diperbarui). Namun, karena lokasinya yang berdampingan dengan situs sejarah lain, siapkan uang kecil untuk sumbangan sukarela kebersihan atau parkir kendaraan.
- Catatan: Jika sekalian masuk ke kawasan Istano Basa Pagaruyung, tiketnya sekitar Rp20.000 (Dewasa) dan Rp10.000 (Anak-anak). Wisatawan mancanegara dikenakan tarif sekitar Rp30.000.
Cara Menuju ke Sana (Rute Perjalanan)
Opsi 1: Dari Padang (Bandara Internasional Minangkabau)
- Waktu Tempuh: 2,5 – 3 jam.
- Rute: Padang โ Padang Panjang โ Batusangkar โ Pagaruyung.
- Transportasi:
- Sewa Mobil/Travel: Paling nyaman. Tarif sewa mobil + supir sekitar Rp600.000 – Rp800.000 per hari.
- Bus Umum: Cari bus jurusan Padang-Batusangkar, turun di terminal Batusangkar, lalu lanjut naik ojek ke lokasi situs.
Opsi 2: Dari Bukittinggi
- Waktu Tempuh: 1 – 1,5 jam.
- Rute: Bukittinggi โ Baso โ Tabek Patah โ Batusangkar. (Jalur ini pemandangannya juara! Banyak sawah dan bukit).
- Transportasi Umum (Backpacker Friendly):
- Dari Terminal Aur Kuning, naik angkot/bus mini jurusan Batusangkar. Bilang ke supir turun di “Simpang Pagaruyung” atau langsung ke lokasi jika angkotnya lewat jalur tersebut.
Tips “Pro” untuk Pengunjung
- Bawa Pemandu Lokal: Tulisan di prasasti tidak ada terjemahan latinnya di samping batu. Membaca artikel ini sebelum datang atau menyewa guide lokal di sekitar Istano akan sangat membantu memahami konteksnya.
- Paket Komplit: Jangan hanya ke sini. Jadikan ini satu paket itinerary dengan Istano Basa Pagaruyung dan Ustano Rajo Alam (Makam Raja Pagaruyung) yang letaknya berdekatan.
- Koneksi Internet: Sinyal di area Batusangkar sudah 4G lancar, jadi Teman-teman bisa langsung upload story atau live streaming.
Keberadaan Situs Prasasti Pagaruyung adalah pengingat bahwa Indonesia memiliki peradaban literasi yang tinggi sejak dahulu. Dengan mengunjungi tempat ini, kita turut merawat ingatan kolektif bangsa. Jadi, kapan Teman-teman akan menjejakkan kaki di tanah para raja ini?
Foto-Foto

- Baca di sini tentangย Ustano Rajo Alam โ Jejak Kebudayaan Purba Minangkabau
- Baca di dini tentangย Museum Etnografi Minangkabau Bukittinggi
Baca juga : Situs Perahu Kuno Punjulharjo, Pertemuan Tak Sengaja
Baca juga : Situs Purbakala Sangiran

Baca juga : Istana Basa Pagaruyung Dalam Lorong Sejarah
Baca juga : Sumatera Barat
Baca juga:ย Ustano Rajo Alam Pagaruyung Minangkabau






