Key Takeaways
- Pulau Manimbora adalah surga tropis yang menyimpan misteri, termasuk tulang belulang manusia yang ditemukan di kawasan ini.
- Disebut juga Pulau SpongeBob Derawan, pulau ini memiliki keindahan visual yang unik, memikat wisatawan milenial dan Gen Z.
- Asal usul tulang di Pulau Manimbora terkait dengan tradisi pemakaman kuno Suku Bajau, bukan korban perang atau bajak laut.
- Untuk mengunjungi Pulau Manimbora, perlu melakukan penerbangan ke Berau dan melanjutkan perjalanan dengan speedboat.
- Penting untuk menghormati situs ini, menjaga kebersihan, dan berkunjung pada waktu yang tepat agar pengalaman berlibur aman.
Eviindrawanto.Com – Pernahkah Teman-teman membayangkan sebuah surga tropis dengan pasir putih halus, air laut sejernih kristal, namun menyimpan rahasia kelam di balik semak-semaknya?
Selamat datang di Pulau Manimbora, sebuah permata tersembunyi di kawasan Wisata Kalimantan Timur. Bagi sebagian orang, tempat ini mungkin mengingatkan pada kartun masa kecil karena julukannya sebagai Pulau SpongeBob Indonesia. Namun, bagi jiwa petualang yang menyukai sedikit tantangan adrenalin, pulau ini menawarkan misteri Pulau Manimbora yang membuat bulu kuduk merinding: tumpukan tulang belulang manusia yang berserakan begitu saja.
Apa yang sebenarnya terjadi di pulau cantik nan sunyi ini? Mari kita telusuri jejak sejarahnya.
Pesona Unik: Mengapa Disebut Pulau SpongeBob Derawan?
Sebelum kita masuk ke cerita misterinya, mari kita nikmati dulu keindahannya. Saat speedboat kami mendekat, hamparan pasir putih yang memukau langsung menyapa.
Banyak wisatawan milenial dan Gen Z yang mencari informasi tempat ini dengan kata kunci Pulau SpongeBob Derawan. Mengapa? Karena secara visual, topografi pulau ini sangat unik. Jika dilihat dari udara (atau drone), pulau ini berbentuk kecil, dikelilingi pasir putih, dan ditumbuhi beberapa pohon kelapa yang menjulang tinggiโsangat mirip dengan opening scene di kartun SpongeBob SquarePants yang ikonik itu.
Ini adalah spot foto instagramable yang wajib Teman-teman abadikan. Gradasi air laut dari hijau toska ke biru tua di sekitar Kepulauan Derawan benar-benar memanjakan mata. Tapi, jangan terlena terlalu lama, karena sisi lain pulau ini menanti untuk diceritakan.
Menyingkap Misteri Tulang Belulang di Pulau Manimbora
Saat melangkahkan kaki masuk sedikit lebih dalam ke area pepohonan, suasana berubah. Di antara akar-akar pohon dan semak belukar, Teman-teman akan menemukan pemandangan yang tak lazim: tulang belulang dan tengkorak manusia.
Banyak yang bertanya-tanya tentang asal usul tulang di Pulau Manimbora. Apakah ini korban perang? Atau korban bajak laut?
Baca juga:
Jejak Sejarah Suku Bajau
Berdasarkan penelusuran sejarah dan cerita masyarakat lokal (deep research), fakta unik Pulau Manimbora ini berkaitan erat dengan tradisi masa lampau. Tulang-tulang ini diyakini bukan korban pembantaian, melainkan merupakan situs pemakaman kuno.
Di masa lalu, masyarakat asli kepulauan, khususnya Suku Bajau (pengembara laut), memiliki tradisi memakamkan jenazah di pulau-pulau tak berpenghuni. Kuburan tua Pulau Manimbora ini menjadi bukti bisu peradaban maritim di masa lampau. Posisi tulang yang kadang ditemukan di dalam lungun (peti mati kayu kuno yang sudah lapuk) atau berserakan karena faktor alam, memperkuat dugaan bahwa ini adalah situs pemakaman adat.
Jadi, meskipun terdengar seperti cerita mistis Pulau Manimbora, keberadaan tulang-tulang ini sebenarnya adalah warisan arkeologis yang menunjukkan bagaimana orang-orang terdahulu menyatu dengan laut, bahkan setelah tiada.
Cara Menuju Pulau Manimbora
Tertarik membuktikan sendiri Wisata Derawan yang unik ini? Berikut panduan transportasinya:
- Penerbangan ke Berau: Pintu masuk utama adalah Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau.
- Menuju Tanjung Batu: Dari bandara, Teman-teman harus menempuh perjalanan darat sekitar 2-2,5 jam menuju Pelabuhan Tanjung Batu.
- Speedboat ke Derawan: Dari pelabuhan, lanjutkan dengan speedboat menuju Pulau Derawan (sekitar 30-45 menit).
- Island Hopping: Pulau Manimbora biasanya dikunjungi dalam satu paket tur island hopping bersama Pulau Sangalaki dan Kakaban. Perjalanan dari Pulau Derawan ke Manimbora memakan waktu sekitar 1 jam menggunakan speedboat.
Tips Berkunjung ke Pulau Manimbora
Agar liburan Teman-teman di salah satu ikon Wisata Berau ini tetap aman dan nyaman, perhatikan tips berikut:
- Hormati Situs: Ingat, ini adalah tempat peristirahatan terakhir leluhur. Dilarang keras memindahkan, membawa pulang, atau berpose tidak sopan dengan tulang belulang tersebut. Cukup ambil foto dokumentasi.
- Waktu Terbaik: Datanglah saat air laut surut agar area pasir timbul terlihat luas dan Teman-teman bisa mengelilingi pulau dengan berjalan kaki.
- Bawa Perlindungan: Matahari di Kaltim bisa sangat menyengat. Bawa topi, kacamata hitam, dan tabir surya (sunblock) yang aman bagi terumbu karang.
- Jaga Kebersihan: Karena pulau ini tidak berpenghuni, tidak ada petugas kebersihan. Bawa kembali sampah Teman-teman.
Pulau Manimbora mengajarkan kita satu hal: di balik keindahan alam yang memukau, selalu ada sejarah yang meminta untuk dihargai. Siap memasukkan destinasi ini ke bucket list liburan Teman-teman?
Punya pengalaman unik saat traveling ke tempat bersejarah? Ceritakan di kolom komentar ya!
Baca posting sebelumnya : Menginap Asyik di Derawan Fisheries
Baca juga : Permata Biru Maratuaย
Video Pulau Manimbora
Baca juga : Tehe-Tehe Makanan Asli Suku Bajauย
Baca juga :
- Derawan Fisheries Cottages, Villa di Atas Air
- Taman Laut di Sabah Malaysia
- Ustano Rajo Alam Pagaruyung Minangkabau
- Pulau Maratua Yang Wow Banget Untuk Didatangi
- Mengenal Adat Lampung Lewat Pawai Budaya Festival Krakatau
Salam, Evi







