Key Takeaways
- Pantai Tanjung Bira menawarkan air sebening kaca yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
- Lokasi Pantai Tanjung Bira terletak di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan jarak sekitar 190-200 km dari Makassar.
- Harga tiket masuk Pantai Tanjung Bira 2025 untuk wisatawan domestik berkisar Rp15.000 – Rp20.000, sedangkan untuk wisatawan mancanegara Rp40.000 – Rp60.000.
- Aktivitas seru di Pantai Tanjung Bira termasuk snorkeling, mengunjungi Titik Nol Bulukumba, serta mengalami budaya lokal di rumah Bugis dan pembuatan perahu Pinisi.
- Rekomendasi penginapan bervariasi, mulai dari homestay murah hingga resort mewah seperti Hakuna Matata Bira dan Amatoa Resort.
Teman-teman, pernahkah kalian merasakan jantung berdegup kencang hanya karena melihat warna air? Perasaan membuncah itu menyergap saya kala menyadari kaki ini sedang berpijak di ujung paling selatan Pulau Sulawesi. Pantai Tanjung Bira bukan sekadar destinasi; ia adalah oase di mana Pantai Tanjung Bira airnya sebening kaca benar-benar nyata, bukan sekadar kiasan brosur wisata.
Ada sensasi menggelitik saat memandang gradasi biru toska yang jernih itu. Meski kaki saya sudah sering melangkah ke berbagai penjuru Nusantara, wisata Tanjung Bira tetap menyisakan jejak epik dalam ingatan. Bagi kalian yang sedang merencanakan perjalanan ke “Surga di Ujung Sulawesi” ini, mari duduk sejenak. Saya akan bagikan cerita, sejarah, dan panduan lengkap—mulai dari rute hingga harga tiket masuk Pantai Tanjung Bira 2025 terbaru.
Lokasi dan Rute Menuju Pantai Tanjung Bira
Bagi pendatang baru, pertanyaan pertama biasanya adalah, “Pantai Tanjung Bira di mana?” Secara administratif, pantai cantik ini terletak di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Jarak Makassar ke Tanjung Bira sekitar 190-200 km. Perjalanan kami dimulai dari hiruk-pikuk Kota Makassar. Jika kalian tidak membawa kendaraan pribadi, ada beberapa opsi transportasi yang bisa dipilih:
- Travel Makassar Tanjung Bira: Ini opsi paling nyaman. Tarifnya berkisar Rp100.000 – Rp150.000 per orang dengan mobil sejenis Innova atau Avanza.
- Sewa mobil Makassar ke Bira: Cocok untuk rombongan keluarga agar lebih fleksibel mampir-mampir.
- Bus/Angkutan Umum: Dari Terminal Malengkeri Makassar, kalian bisa naik bus atau mobil “Panther” menuju Bulukumba, lalu lanjut dengan pete-pete (angkot) ke Bira.
Lalu, Makassar ke Tanjung Bira berapa jam? Normalnya memakan waktu 5-6 jam. Lama? Tenang saja. Rasa lelah akan terbayar lunas. Rute ini menyuguhkan lansekap yang berbeda dari Pulau Jawa. Kita akan menyisir perbukitan, hamparan sawah yang terkadang mirip sabana, hingga sungai-sungai jernih.
Di beberapa titik persawahan, terlihat gelimpangan batu-batu granit hitam besar yang kontras dengan padi yang menguning. “Dari mana asal bebatuan tersebut?” tanya saya pada kawan seperjalanan. “Mungkin muntahan Gunung Lompobatang yang meletus ratusan tahun lalu,” jawabnya. Sebuah misteri geologis yang menambah pesona perjalanan ini.
Baca juga : Sunset di Pantai Merpati Bulukumba
Harga Tiket Masuk Pantai Tanjung Bira 2025
Sebelum masuk ke kawasan pantai, tentu kita perlu menyiapkan bujet. Kabar baiknya, wisata ini masih sangat terjangkau. Berdasarkan informasi terbaru, berikut estimasi tiket masuk Tanjung Bira 2025:
- Wisatawan Domestik: Rp15.000 – Rp20.000 per orang.
- Wisatawan Mancanegara: Rp40.000 – Rp60.000 per orang.
- Parkir Kendaraan: Mulai dari Rp5.000 untuk motor hingga Rp10.000 untuk mobil.
(Catatan: Harga bisa berubah sedikit saat musim liburan atau high season, jadi siapkan uang tunai lebih, ya!)
Pesona Pasir Putih dan Sejarah yang Terlupakan
Jika kalian mencari pantai sunyi yang belum terjamah, jujur saja, Bira mungkin bukan jawaban mutlak karena ia sudah menjadi bintang pariwisata. Namun, keramaian itu pudar saat kaki menyentuh pasirnya. Pasir di sini unik, teksturnya sangat halus, nyaris seperti tepung bedak.
Sedikit deep research tentang sejarah Pantai Tanjung Bira, konon kawasan ini dulunya dikenal dengan nama Erelohe yang dalam bahasa setempat berarti “sumber air yang banyak”. Kawasan ini bukan hanya tentang pemandangan, tapi juga tentang denyut nadi kemaritiman yang telah hidup berabad-abad.
Di bawah terik matahari yang garang, mata saya dimanjakan oleh foto Pantai Tanjung Bira yang “hidup” di depan mata. Wisatawan asing berjemur santai menikmati tanning alami, sementara wisatawan lokal sibuk mengabadikan momen di setiap sudut. Air kelapa muda menjadi penyelamat dahaga terbaik sambil memandangi kerlip kristal pasir yang memantulkan cahaya.
Baca juga : Barongko Pisang Khas Bugis
Aktivitas Seru: Dari Snorkeling hingga Titik Nol
Apa saja yang bisa dilakukan di sini? Jangan hanya duduk diam!
1. Snorkeling dan Menyeberang ke Pulau Liukang Loe
Tak jauh dari bibir pantai, terlihat pulau kecil yang menggoda. Itu adalah Pulau Liukang Loe Bira. Kalian bisa menyewa perahu nelayan dengan biaya sekitar Rp300.000 – Rp500.000 per kapal (bisa patungan rombongan). Di sana, aktivitas snorkeling di Tanjung Bira adalah menu wajib. Terumbu karangnya masih sehat, dan jika beruntung, kalian bisa berenang bersama penyu!
2. Berburu Foto di Titik Nol Bulukumba
Ini adalah spot yang relatif baru dan sedang hits. Titik Nol Bulukumba menawarkan pemandangan tebing karang yang dihantam ombak keras—kontras dengan pantai Bira yang tenang. Lokasinya tidak jauh, bisa diakses dengan motor atau berjalan kaki dari area parkir atas.
Wisata Budaya: Rumah Bugis dan Pembuatan Perahu Pinisi
Perjalanan ke Bira tak lengkap tanpa mengapresiasi budaya. Sepanjang Jalan Poros Bulukumba, mata saya dimanjakan oleh rumah panggung tradisional Suku Bugis. Perhatikan bagian atapnya yang berbentuk prisma dengan tutup bubungan (Timpak Laja). Jumlah susunan pada Timpak Laja ini ternyata melambangkan status sosial penghuninya.
Yang paling epik adalah mampir ke Tana Beru. Di sinilah pusat pembuatan perahu Pinisi Bulukumba yang legendaris dan telah diakui UNESCO. Saya sempat terpana melihat kerangka kapal raksasa yang sedang dibangun tepat di pinggir pantai.
“Kapal ini pesanan orang Amerika untuk dijadikan yacht pribadi,” ujar seorang warga. Harganya? Bisa mencapai miliaran rupiah! Hebatnya, para pengrajin ini bekerja tanpa gambar teknik rumit, hanya mengandalkan insting dan warisan ilmu leluhur. Melihat mereka menyambung kayu demi kayu adalah pengalaman spiritual tersendiri.
Rekomendasi Penginapan di Tanjung Bira
Karena jaraknya yang jauh dari Makassar, kalian pasti butuh tempat istirahat. Pilihannya sangat beragam:
- Penginapan di Tanjung Bira murah: Banyak homestay milik warga dengan tarif mulai Rp150.000-an per malam.
- Hotel di Tanjung Bira pinggir pantai: Jika punya bujet lebih, carilah resort yang memiliki akses langsung ke pasir putih.
- Hakuna Matata Bira atau Amatoa Resort: Pilihan populer bagi yang mencari kemewahan dan view laut lepas yang dramatis.
Waktu itu, saya sempat bersantai di Bira View Inn, membiarkan angin laut membelai wajah sambil melamun menatap ikan-ikan kecil dari atas restorannya yang menjorok ke laut.
Tips Berkunjung ke Tanjung Bira
Sebagai penutup, berikut sedikit tips agar liburan teman-teman makin asyik:
- Waktu Terbaik: Datanglah saat weekdays jika ingin suasana lebih tenang. Hindari musim angin barat (biasanya awal tahun) jika ingin menyeberang ke pulau dengan aman.
- Perlindungan Matahari: Matahari di Bira sangat menyengat. Sunblock, topi, dan kacamata hitam adalah wajib.
- Uang Tunai: Meski beberapa hotel menerima kartu, ATM di sekitar pantai terbatas. Sediakan uang tunai (cash) yang cukup.
Tanjung Bira bukan sekadar destinasi wisata; ia adalah bukti betapa kayanya alam dan budaya bahari Indonesia. Airnya yang sebening kaca akan selalu memanggil untuk kembali.
Selamat menjelajah, Teman-teman!
Foto-Foto Traveling ke Pantai Bira
Mengenal Rumah Bugis di Sepanjang Poros Bulukumba – Pantai Tanjung Bira
Nyantai di Bira View Inn
Baca juga:

